informasitips.com - Setiap orang tentu memiliki rasa takut. Hal tersebut sangat wajar, karena pada dasarnya ketakutan merupakan bagian dari diri manusia. Meski rasa takut itu ada dalam diri kita, bukan berarti kita boleh membiarkan rasa takut itu mengalahkan dan menguasai diri kita. Ketika diri kita sudah dikuasai oleh rasa takut, sering kali kita menjadi tidak berani mengambil sikap, dan takut memutuskan atau mengerjakan sesuatu. Akibat takut gagal, takut akan risiko dan konsekuensinya, banyak yang lebih memilih untuk berada di zona nyaman, yaitu diam saja, tidak melakukan apapun, atau justru menghindar.
Rasa takut akan kegagalan atau disebut juga dengan istilah atychiphobia sebenarnya sangat merugikan diri sendiri. Karena, membiarkan diri terus-menerus dikuasai dan dikalahkan oleh rasa takut sama saja artinya dengan membangun tembok besar penghalang diri untuk menuju pada kesuksesan. Berbagai peluang untuk sukses dan maju bisa lewat begitu saja, hanya karena diri dikuasai oleh rasa takut yang berlebihan.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya, pola asuh yang salah dalam keluarga, di mana anak dibesarkan oleh orang tua yang terlalu kritis, atau pola asuh yang kurang suportif. Pola asuh yang demikian akan menimbulkan perasaan negatif dalam diri anak yang akan melekat dan bisa terbawa terus hingga ia dewasa. Perasaan negatif itu perlahan-lahan akan mengikis rasa percaya diri anak, membuatnya cenderung pesimis, dan selalu takut salah, apalagi gagal.
Bullying dari teman atau lingkungan sekitar juga bisa membuat seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan. Terlebih bila perlakuan bullying yang ia terima sampai menimbulkan luka dan trauma dalam dirinya.
Selain kedua hal di atas, penyebab lain mengapa seseorang mengalami perasaan takut akan kegagalan bisa juga akibat pernah mengalami kegagalan besar yang menimbulkan trauma.
Apa saja tanda-tanda seseorang yang memiliki rasa takut akan kegagalan (atychiphobia)?
Bagaimana cara mengatasi rasa takut akan kegagalan?
Jangan biarkan rasa takut akan kegagalan terus-menerus mendominasi diri. Cobalah untuk lebih berani dan bersiaplah menyambut peluang-peluang menarik yang sudah menanti. Bagaimana cara mengatasi rasa takut gagal?
Setelah Anda menyiapkan diri dengan baik, yakin dan percayalah pada kemampuan Anda. Percaya diri adalah salah satu tips untuk sukses.
Dari kegagalan, kita bisa menganalisa apa saja kekuatan dan kelemahan kita untuk selanjutnya bisa diperbaiki. Dari kegagalan, kita juga akan pandai dalam membuat perhitungan-perhitungan yang pas dan matang, sebagai bekal kita untuk mencoba lagi nanti. Jadi, tak perlu terlalu takut dengan kegagalan, karena kegagalan adalah sesuatu yang sangat wajar. Banyak orang besar dan sukses di dunia ini yang sebelumnya juga mengalami banyak kegagalan dalam hidupnya. Kegagalan menempa mental dan kemampuan mereka sampai akhirnya kesuksesan itu bisa diraih.
Padahal, target adalah sesuatu yang sangat penting bila kita ingin mengerjakan atau mengusahakan sesuatu. Tanpa target, kita seperti bergerak tanpa arah dan tujuan yang jelas. Segala aksi dan tindakan yang dilakukan pun seperti tak terencana. Bukankah bila seperti itu, peluang untuk gagal akan lebih besar lagi?
Bila memang takut untuk membuat target yang besar, cobalah untuk membuat tahapan-tahapan target yang kecil terlebih dahulu. Target kecil tersebut akan membantu mengarahkan langkah dan rencana Anda dalam mengerjakan sesuatu.
Taget-target kecil tersebut disusun bak anak tangga, dimulai dari target yang terkecil (paling mudah), meningkat ke yang lebih besar, dan lebih besar lagi. Sekali Anda berhasil mencapai satu target kecil yang sudah dibuat tadi, maka akan semakin meningkat juga rasa percaya diri Anda dalam menggapai target selanjutnya.
Dari sana Anda juga bisa mengevaluasi rencana dan strategi mana yang sudah benar (realistis), dan mana yang masih perlu diperbaiki.
Sebaliknya, sekali Anda coba menghadapi rasa takut itu, maka Anda akan semakin pandai dan terlatih dalam mengelola dan mengendalikan rasa takut tersebut.
Lebih baik mana, menyesal karena tidak pernah mencoba (padahal bisa jadi Anda berhasil bila mencoba) atau berusaha mencoba namun masih gagal? Anda sendiri yang bisa menentukan mana pilihan yang lebih baik. Namun, coba pertimbangkan ini, saat Anda mencoba, ada dua kemungkinan yang akan Anda dapatkan, yaitu berhasil dan gagal. Andaikan masih gagal, setidaknya Anda akan tahu sejauh mana kemampuan Anda dan seberapa besar ketangguhan Anda. Sementara bila Anda tidak pernah mencoba, maka kemungkinannya adalah Anda tidak akan gagal, namun juga tidak akan berhasil. Yang Anda dapatkan hanyalah rasa sesal dan penasaran terhadap sesuatu yang mungkin saja membuat Anda berhasil, namun tak pernah Anda lakukan.
Usaha-usaha yang kita lakukan, mungkin saja tidak memberikan hasil sesuai dengan yang kita harapkan. Bisa saja usaha itu berujung pada kegagalan. Namun, tak perlu berputus asa. Bisa jadi kegagalan tersebut justru menjadi pintu gerbang kita menuju jalan lain yang memberikan hasil yang lebih baik bagi kita.
Dalam hidup, sangat mungkin kita akan banyak menemui kegagalan. Namun seharusnya, kegagalan yang ada tidak lantas membuat kita menjadi sangat kecewa dan putus asa, sehingga tidak lagi mau mencoba.
Kegagalan, terkadang juga penting dan dibutuhkan untuk menempa kita menjadi pribadi yang jauh lebih hebat lagi. Kegagalan juga dapat membuat keberhasilan yang Anda dapatkan nanti terasa jauh lebih manis. Anda tentunya akan lebih menikmati dan menghargai buah sukses yang berhasil Anda raih, setelah susah payah dan jatuh bangun melewati kegagalan demi kegagalan. Oleh karena itu, cobalah untuk lebih berani lagi, tak perlu terlalu takut untuk mencoba, bertindak atau berbuat sesuatu hanya karena takut gagal.