Informasi dan Tips – informasitips.com

Apa Itu Nokturia?

informasitips.com – Nokturia adalah keinginan untuk sering buang air kecil (sering kencing) di malam hari, sehingga membuat orang yang mengalaminya sampai terbangun beberapa kali saat tidur di malam hari. Nokturia berbeda dengan enuresis, dimana pada enuresis, buang air kecil terjadi tanpa disadari ketika tidur, atau yang dalam istilah sehari-hari sering disebut juga dengan “mengompol”.

Nokturia termasuk salah satu penyebab umum gangguan tidur, dan biasanya dialami oleh orang-orang yang lanjut usia. Hampir dua pertiga dari orang dewasa usia 55- 84 tahun mengalami nokturia selama beberapa malam dalam setiap minggunya.

Meskipun nokturia umumnya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia, namun pada dasarnya nokturia bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun wanita, tua ataupun muda.

Nokturia yang tergolong ringan akan menyebabkan orang yang mengalaminya terbangun setidaknya 2 kali sepanjang malam. Untuk nokturia yang tergolong berat, biasanya akan menyebabkan orang yang mengalaminya terbangun sebanyak 5 sampai 6 kali dalam semalam. Dampaknya, selain mengganggu kualitas tidur, nokturia (terutama yang tergolong berat) akan menimbulkan keluhan lain seperti pusing, mengantuk, dan kelelahan pada keesokan harinya, bahkan depresi.

Penyebab Nokturia

Penyebab nokturia pada wanita dan pria biasanya berbeda. Wanita umumnya mengalami nokturia sebagai konsekuensi dari melahirkan, menopause, dan prolapsus uteri (turunnya uterus) atau biasa disebut juga peranakan turun. Sementara pada pria, nokturia bisa disebabkan karena terjadinya pembesaran prostat.

nokturia-sering-buang-air-keci-pipis- malam-hari

(Nokturia menyebabkan sering terbangun dari tidur saat malam hari)

Penyebab lainnya dari nokturia adalah kemungkinan disebabkan karena penggunaan obat-obatan (terutama yang bersifat diuretik), dan dapat pula disebabkan karena adanya gangguan kesehatan seperti gagal jantung, diabetes, infeksi saluran kemih (infeksi ini menyebabkan sensasi seperti terbakar dan keinginan untuk sering buang air kecil sepanjang hari dan malam), tekanan darah tinggi, gangguan hati, sleep apnea, sindrom OAB (overactive bladder), infeksi ginjal, tumor pada kandung kemih, prostat, atau daerah panggul, dan akibat gangguan saraf, seperti multiple sclerosis (MS), dan Parkinson.

Beberapa kasus nokturia juga disebabkan atau diperparah oleh asupan cairan yang berlebihan setelah makan malam, terutama cairan yang berasal dari minuman yang mengandung kafein dan alkohol, yang bersifat diuretik.

Sementara pada orang yang lanjut usia, nokturia terjadi karena pada orang yang lanjut usia, tubuhnya lebih sedikit menghasilkan hormon antidiuretik, yaitu hormon yang berguna untuk menahan urin (air kencing). Seiring dengan pertambahan usia, kadar hormon antidiuretik di dalam tubuh akan semakin menurun, dan dengan semakin menurunnya kadar hormon antidiuretik ini, maka ginjal akan semakin banyak menghasilkan urin saat malam hari, sehingga pada akhirnya frekuensi buang air kecil akan meningkat.

Selain itu, nokturia juga dapat disebabkan karena menurunnya kemampuan kandung kemih dalam menampung urin. Dimana, hal ini biasanya turut dipengaruhi oleh kondisi kesehatan yang juga sudah menurun pada orang lanjut usia (tua), yang pada akhirnya ikut mempengaruhi fungsi dan kemampuan kandung kemihnya dalam menampung dan menahan urin.

Penanganan Nokturia
Ketika Anda merasa bahwa Anda mengalami nokturia (sering buang air kecil di malam hari), sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Penanganan dan terapi nokturia dapat dilakukan melalui beberapa cara. Penanganan pertama adalah penanganan yang dilakukan untuk menyembuhkan gangguan kesehatan yang memicu terjadinya nokturia, misalnya diabetes atau infeksi saluran kemih. Nokturia yang disebabkan karena adanya gangguan kesehatan/penyakit tertentu biasanya akan semakin memburuk bila tidak segera diobati. Tetapi, nokturia biasanya dapat berhenti bila gangguan kesehatan pemicunya berhasil diobati.

Bila upaya penanganan tersebut masih belum berhasil, maka pasien perlu juga melakukan upaya penanganan lain, yaitu dengan membatasi asupan cairan yang masuk pada rentang waktu 2 jam sebelum tidur, terutama untuk cairan (minuman) yang mengandung kafein dan alkohol.

Jika penanganan di atas masih juga belum berhasil, dokter biasanya juga akan memberikan obat-obatan tertentu untuk menangani nokturia. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah desmopressin yang sifatnya dapat meniru fungsi hormon antidiuretik (membuat ginjal menghasilkan lebih sedikit urin). Dan, bila masalah nokturia disebabkan karena adanya peningkatan kontraksi kandung kemih (kandung kemih terlalu aktif) sehingga memicu sering buang air kecil, maka dokter mungkin akan memberikan obat-obatan seperti tolterodin (Detrol) dan oxybutynin.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah nokturia diantaranya adalah membatasi konsumsi makanan dan minuman yang bersifat diuretik, terutama sebelum tidur, melakukan latihan/senam kegel untuk mengencangkan otot-otot panggul dan memperbaiki kontrol kandung kemih, dan menerapkan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari penyakit-penyakit (gangguan kesehatan) yang dapat memicu nokturia.



loading...
Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: