Struktur Batang Tanaman Monokotil


informasitips.com – Antara batang monokotil dan dikotil terdapat perbedaan yang menjadi ciri pada kedua golongan kingdom Plantae ini. Perbedaan antara keduanya memberikan karakteristik tersendiri pada kedua jenis tanaman tersebut, tak terkecuali pada batang. Di bawah ini adalah penggambaran struktur batang monokotil yang sangat berguna untuk membedakannya dengan batang dikotil.

Epidermis

Lapisan epidermis merupakan lapisan terluar dari batang monokotil dan tersusun atas sel-sel parenkim yang transparan memanjang dan berbentuk persegi panjang. Pada dinding terluar lapisan ini terdapat endapan silica dan juga kutin. Lapisan kutikula yang terpisah juga terdapat pada bagian luar epidermis.

Lapisan kutikula atau sel epidermis yang mengalami kutinisasi berperan dalam mencegah terjadinya penguapan air dari dalam batang, sementara silika berperan dalam memberikan struktur yang kaku pada batang. Pada batang monokotil biasanya tidak terdapat rambut. Pada lapisan epidermis juga dijumpai adanya stomata yang berfungsi sebagai tempat pertuukaran gas, setiap stomata memiliki dua sel pelindung berbentuk seperti lonceng.

Secara umum, gambar penampang melintang batang monokotil dapat dilihat pada gambar berikut:

Struktur Batang Monokotil

Hipodermis

Pada tanaman monokotil, lapisan tepat di bawah epidermis ini tidak terlalu terlihat jelas layaknya pada batang dikotil. Pada lapisan ini terdapat dua atau tiga lapis hipodermis yang tersusun atas serat-serat sklerenkim. Lapisan ini berkontribusi memberikan karakter rigid pada batang monokotil, sehingga bisa dikatakan berfungsi sebagai penopang dan memberi kekuatan mekanis pada batang monokotil.

Jaringan Dasar (Ground Tissue)

Loading...

Lapisan setelah hipodermis ini disebut sebagai jaringan dasar atau ground tissue yang tersusun atas sel-sel parenkim dan menempati seluruh ruang interior batang monokotil. Di jaringan dasar inilah berkas-berkas pengangkut atau vascular bundle tersebar dan tersusun rapat di pinggir serta lebih jarang pada area tengah batang.

Jaringan dasar berfungsi untuk menyimpan makanan. Jaringan dasar utamanya terdiri dari ruang-ruang interselular yang bisa berkomunikasi dengan bagian yang lebih luar melalui stomata yang ada pada lapisan epidermis.

Jaringan Pengangkut (Vaskular)

Jaringan pengangkut atau vaskular pada batang monokotil bertipe ataktostele, yaitu pada batang dijumpai berkas pengangkut tipe kolateral tertutup yang tersebar di seluruh penampang batang atau jaringan dasar (ground tissue). Jaringan vaskular batang monokotil memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan pada batang dikotil, dan terlihat lebih menyebar, tidak terkonsentrasi di bagian tengah layaknya batang tanaman dikotil.

Terdapat perbedaan ukuran antara ikatan pembuluh di bagian tengah dengan bagian pinggir batang. Ikatan pembuluh pada bagian tengah batang memiliki ukuran yang lebih besar dengan jumlah yang lebih sedikit, sedangkan ikatan pembuluh pada bagian pinggir memiliki ukuran yang kecil namun jumlahnya lebih banyak dibanding pada ikatan pembuluh bagian tengah batang monokotil.

Jaringan pembuluh pada batang monokotil berbentuk oval atau bulat dan di dalamnya terkandung xilem dan floem. Ukuran setiap jaringan pengangkut tidak seragam atau bervariasi. Floem terletak pada sisi luarnya, sementara xilem terletak pada sisi dalam jaringan pembuluh. Pada batang monokotil tidak dijumpai adanya kambium seperti pada batang dikotil. Pro-kambium atau bakal kambium menghilang seiring dengan pembentukan jaringan pengangkut/vaskular pada batang monokotil. Setiap jaringan pengangkut pada monokotil dikelilingi oleh sel-sel sklerenkim.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...

NEWSLETTER:

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan:

FOLLOW US: