Berapa Lama Bayi Lahir Setelah Air Ketuban Pecah

Lahir setelah Air Ketuban Pecah


informasitips.com – Kejadian dimana air ketuban pecah duluan sebelum proses persalinan dimulai bukanlah sesuatu yang baru. Hal itu, air ketuban pecah, kerap terjadi pada kondisi dimana ibu memang sudah siap untuk menjalankan persalinan atau dimana si janin sudah siap untuk dilahirkan karena usia kehamilannya yang memang sudah cukup. Pertanyaan yang muncul selanjutnya setelah air ketuban pecah adalah berapa lama bayi akan lahir setelah pecahnya air ketuban?

Biasanya, setelah air ketuban pecah, maka kontraksi akan terjadi dalam waktu 12 hingga 24 jam, atau bisa terjadi setelah 48 jam berikutnya. Pada keadaan normal, air ketuban yang pecah menandakan bahwa tubuh Ibu Hamil siap untuk melakukan persalinan, begitu juga dengan si janin yang sudah siap untuk dilahirkan. Sayangnya, keadaan tidak selalu ideal seperti itu, kadangkala air ketuban sudah pecah di saat tubuh Ibu belum siap untuk melakukan proses persalinan. Nah, jika kontraksi tidak juga dirasakan setelah air ketuban pecah, maka biasanya para tenaga kesehatan akan menindaklanjutinya dengan melakukan induksi dengan tujuan agar kontraksi terjadi.

Bagaimana jika Air Ketuban Pecah Terlalu Dini?

Jika air ketuban ibu hamil sudah pecah di usia kehamilan yang belum 37 minggu, maka hal itu dikategorikan sebagai preterm prelabor rupture of membranes atau preterm PROM. Beberapa faktor risiko yang menyebabkan air ketuban pecah di usia kehamilan sebelum 37 minggu, antara lain yaitu:

  • Riwayat preterm PROM di masa kehamilan sebelumnya. Jadi, bagi Ibu yang pernah mengalami preterm PROM di kehamilan sebelumnya, maka di kehamilan berikutnya risiko untuk mengalami hal yang sama menjadi lebih tinggi.
  • Adanya radang pada membran fetal atau infeksi intra-amniotik.
  • Terjadi perdarahan selama trimester kedua dan ketiga.
  • Merokok atau menggunakan obat terlarang selama menjalani masa kehamilan.
  • Bobot badan ibu tergolong underweight selama kehamilan akibat dari kurang nutrisi.
  • Panjang serviks yang kurang juga ikut memengaruhi terjadi preterm PROM.
Loading...

Jika air ketuban pecah sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, maka biasanya dokter akan mengevaluasi keadaan si Ibu, janin dan juga air ketuban yang tersisa. Jika memungkinkan untuk diperpanjang usia kehamilannya, maka hal itu akan dilakukan.

Nah, jika air ketuban pecah setelah kehamilan mencapai usia 37 minggu dan kontraksi tidak juga terjadi, maka akan ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan, yaitu:

  • Melakukan induksi untuk menstimulasi pergerakan atau kontraksi.
  • Menunggu selama 24 jam untuk melihat kemungkinan apakah persalinan secara normal bisa dilakukan.
  • Menunggu lebih dari 24 jam, namun hal ini berisiko karena infeksi bisa saja terjadi.

Jika air ketuban pecah di usia kehamilan yang lebih dini lagi atau paling tidak mencapai usia kehamilan 34 minggu, maka proses persalinan akan dianjurkan untuk dilakukan guna menghindari terjadinya infeksi. Namun, hal berbeda akan dilakukan jika setelah dievaluasi tidak ada tanda terjadi infeksi dan janin dalam kondisi yang sehat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...

NEWSLETTER:

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan:

FOLLOW US: