Arti Warna Hijau dalam Islam

Warna Hijau dalam Islam


informasitips.com – Dalam Islam, warna hijau mendapatkan tempat tersendiri bila dibandingkan dengan warna-warna yang lain. Dalam penggunaannya di masa sekarang, Kita bisa melihat bahwa warna hijau menjadi warna utama bendera negara Islam, Saudi Arabia. Namun, bila kita ingin menelisik lebih jauh lagi, yaitu di masa lampau, maka akan kita temukan beberapa catatan tentang penggunaan warna hijau dalam sejarah Islam. Lebih dari itu, warna hijau bahkan beberapa kali disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur’an, baik itu pada QS 18:31; QS 76:21; ataupun pada QS 55:64,76, dengan redaksi berbeda yang menyebutkan tentang pakaian, bantal-bantal ataupun tentang warna surga. Sungguh, suatu warna yang istimewa dalam dunia Islam.

Menurut beberapa sumber, warna hijau merupakan warna favorit Rasulullah SAW. Bahkan saat ini, Kita bisa lihat bahwa kiswah penutup makam Rasulullah adalah sebuah kain dengan warna dasar hijau yang berhiaskan kaligrafi Islam. Warna hijau diceritakan juga kerap dikenakan oleh Rasulullah SAW sebagai warna jubah dan turbannya. Dalam kerajaan Ottoman di Turki, turban hijau merupakan turban dengan warna istimewa karena hanya boleh dikenakan oleh mereka yang merupakan keturunan Rasulullah SAW. Warna hijau juga merupakan satu-satunya warna yang popular di kalangan Sunni dan Syiah. Baik Sunni maupun Syiah, keduanya menggunakan warna hijau dalam simbol-simbol keagamaan mereka, bahkan tak jarang warna hijau juga dibawa ke ranah politik.

Saat ini, kedua organisasi besar Islam di Indonesia juga akrab menggunakan warna hijau dalam aktivitas organisasi mereka, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ada Apa dengan Warna Hijau?

Mengapa warna hijau menjadi warna yang begitu popular di kalangan umat Islam di dunia, baik itu di masa lampau dan berlanjut hingga ke masa sekarang? Tidak bisa begitu saja menggantikan warna hijau dengan warna lain dalam kaitannya dengan penggunaan warna di simbol-simbol keagamaan (Islam). Warna hijau dalam Islam tidak hanya mengandung makna historikal, namun juga makna leksikal, yaitu makna yang terkandung pada karakteristik warna hijau itu sendiri. Sebelum menjelaskan hal tersebut, terlebih dahulu kita lihat penjelasan ilmiah mengenai warna.

Loading...

Warna merupakan persepsi yang ditangkap oleh indera penglihatan kita, yaitu mata, yang memiliki batasan tertentu. Mata manusia hanya dapat melihat objek dalam rentang spektrum visibel, yaitu pada panjang gelombang 740 nm hingga 380 nm. Secara visual, gambar spektrum visibel bisa kita lihat pada gambar di bawah ini:

Selain itu, saat cahaya matahari atau cahaya polikromatis mengalami pembiasan ketika jatuh pada permukaan prisma, maka cahaya tersebut akan diuraikan menjadi warna-warna penyusunnya. Saat itu, warna hijau akan terlihat berada di posisi tengah di antara warna-warna lainnya hasil pembiasan.

Di sisi lain, Al-Qur’an menyebut umat Islam sebagai ummatan washatan atau umat pertengahan (QS 2:143). Tidak hanya itu, di dalam Al-Qur’an juga kaya dengan ajaran atau tuntunan tentang keutamaan posisi berada di tengah. Nah, bila kita lihat pada gambar spektrum visibel di atas dan juga proses pembiasan cahaya polikromatis, maka warna hijau adalah warna pertengahan atau berada pada posisi tengah di antara warna-warna yang lain. Hal itulah yang boleh jadi mendasari penggunaan warna hijau yang begitu luas dalam dunia Islam, yang mencakup masa lampau dan masa kini.

Pertanyaannya, bagaimana pada masa lampau umat Islam telah mengetahui hal tersebut?

Sejarah mencatat sosok Ibnu Haitham atau Ibn al-Haytham (965-1040 M) yang telah menghabiskan masa hidupnya untuk mengembangkan sains optik yang tertuang dalam karyanya Kitab al-Manazir atau Book of Optics yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan sangat memengaruhi banyak ilmuwan. Penggunaan warna hijau sebelum masa Ibnu Haitham dalam dunia Islam juga mengindikasikan bahwa boleh jadi perkembangan sains optik di dunia Islam sudah dimulai sejak lama.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading...

NEWSLETTER:

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan:

FOLLOW US: