Home » Bayi » Waspadai Telat Bicara Pada Anak Usia 3 Tahun

Waspadai Telat Bicara Pada Anak Usia 3 Tahun

Oleh Informasitips.com on July 27, 2011 in Bayi, Keluarga, Parenting - 8 Comments

Waspadai telat bicara anak balita usia tiga tahuninformasitips.com – Kemampuan bicara pada anak adalah salah satu perkembangan penting yang sangat perlu diperhatikan oleh orang tua. Meskipun kecepatan perkembangan bicara dan bahasa tiap anak berbeda-beda, namun orang tua harus waspada bila pada usia 3 tahun si anak menunjukkan keterlambatan perkembangan bahasa. Telat bicara pada anak usia tiga tahun adalah masalah yang cukup serius dan perlu segera mendapatkan penanganan.

Telat bicara adalah gangguan perkembangan bahasa pada anak, atau disebut juga Developmental Language Disorder (DLD). DLD atau gangguan perkembangan bicara dan bahasa biasanya tidak memiliki manifestasi, tak perlu khawatir, bila mendapatkan penanganan yang tepat. Anak-anak yang mengalami telat bicara umumnya memiliki intelejensia yang normal, kemampuan mendengar dan perkembangan sosial emosionalnya pun juga normal. Anak-anak dengan kondisi DLD atau telat bicara ini tidak digolongkan ke dalam kategori Autis.

Keterlambatan bicara pada anak diperkirakan terjadi sekitar 5 – 10 % pada anak usia 3 tahunan. Dan biasanya anak laki-laki cenderung lebih sering mengalami kasus ini dibandingkan dengan anak perempuan. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan timbulnya gangguan telat bicara adalah keterlambatan perkembangan fungsi tubuh misalnya pada bayi yang terlahir prematur atau berat badan lahir rendah (BBLRH), retardasi mental, kurangnya rangsangan (stimulasi) dari lingkungan misalnya anak kurang sering diajak berbicara dan berinteraksi dengan orang dewasa. Faktor genetik atau historis keluarga seringkali juga memegang peranan cukup besar sebagai penyebab telat bicara. Pada kasus tertentu dimana si anak mengalami keterlambatan bahasa dan bicara bisa jadi disebabkan karena hilangnya (ganggauan) fungsi pendengaran.

Berapa banyak kata yang seharusnya sudah bisa diucapkan anak usia 3 tahun?
Pada usia tiga tahun normalnya anak akan mampu mengucapkan kata-kata dengan cukup jelas. Anak usia ini juga seharusnya memiliki kosakata yang cukup banyak yaitu sekitar 600 kata dan sekitar 80% dari seluruh kosakata yang dimiliki anak dapat dimengerti oleh orang dewasa yang jarang (tidak) berinteraksi dengan si anak. Hal ini berarti 8 dari 10 kata yang diucapkan anak dapat dimengerti oleh orang dewasa yang belum pernah mendengarkan dan mengenal anak tersebut. Biasanya orang tua cukup banyak berinteraksi dengan anak sehingga dapat lebih memahami apa yang diucapkan anak meskipun si anak memiliki keterlambatan bicara. Oleh karenanya, perlu diingat bahwa yang dimaksud dengan orang dewasa di sini adalah selain orang tua, pengasuh atau keluarga yang sehari-hari sudah terbiasa berinteraksi dengan anak.

Apa saja gejala-gejala yang menunjukkan adanya keterlambatan bicara pada anak usia tiga tahun?

  1. Anak banyak mengoceh namun hampir sebagian besar kata-kata yang diucapkannya tidak bisa dimengerti.
  2. Ketika Anda menyuruh anak untuk mengulangi kata yang Anda ucapkan, anak berusaha mengikutinya namun terdengar tidak sama dengan kata yang Anda ucapkan.
  3. Anak terlihat berusaha sangat keras untuk bisa berbicara dengan jelas.
  4. Perkembangan bahasa anak usia 3 tahun perlu dievaluasi dan dicurigai mengalami telat bicara bila anak hanya memiliki kosakata kurang dari 200 kata dan hanya sekitar 50% kata-kata yang diucapkannya yang bisa dimengerti.
  5. Orang asing yang belum pernah berinteraksi dengan anak tidak bisa mengerti sebagian besar kata yang diucapkan anak.
  6. Anak tidak bicara dengan menggunakan kalimat-kalimat pendek (kalimat yang terdiri dari minimal 3 kata).
    Anak usia tiga tahun seharusnya dapat mengkomunikasikan apa yang diinginkannya pada orang lain lewat kalimat-kalimat pendek yang diucapkannya.
  7. Anak belum bisa mengerti arti perintah sederhana, seperti “taruh mainan ini di atas meja”.
  8. Pada usia ini anak masih belum bisa mengidentifikasi (membedakan) warna, konsep besar kecil, belum bisa mengenali minimal 3 bagian anggota tubuhnya.
  9. Pada usia 3 tahun anak tidak bertanya.
  10. Orang tua juga perlu mencurigai bila pada usia tiga tahun ini anak terlihat tidak tertarik dengan anak kecil lain sebayanya.

Bila orang tua memiliki kecurigaan anak usia tiga tahunnya mengalami telat bicara, hendaknya orang tua tidak mengabaikan perasaan tersebut. Segeralah periksa dan konsultasikan perkembangan anak Anda pada tenaga ahli yang bisa menanganinya. Anda bisa berkonsultasi pada dokter, psikolog, atau terapis agar anak bisa mendapatkan penanganan yang baik dan tepat.

Anak yang diduga mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara akan diperiksa fisik, saraf dan psikologisnya untuk menentukan tingkat intelejensia si anak. Kemampuan mendengar anak juga akan diperiksa. Bila pemeriksaan awal pada anak sudah dilakukan dan diperoleh hasil bahwa anak positif mengalami telat bicara, maka si anak perlu mendapatkan terapi wicara. Penanganan yang baik dan tepat akan memberikan hasil yang positif pada perkembangan bicara anak.

Sebaiknya orang tua selalu memberikan stimulasi yang kontinu kepada anak mulai dari usia bayi untuk mencegah kemungkinan timbulnya gangguan telat bicara dan bahasa. Anda sebagai orang tua disarankan untuk aktif dan kreatif dalam berinteraksi dengan anak, misalnya lewat menyanyi, sering berbicara dengan anak (meskipun saat bayi anak masih belum terlalu mengerti dengan apa yang Anda ucapkan), membacakan cerita (mendongeng), dan lewat berbagai kegiatan lainnya di kehidupan sehari-hari. (ST)











Tentang Penulis

admin

Kami adalah Admin informasitips.com. Kami harap artikel-artikel di blog ini bisa berguna untuk Anda. Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada pembaca setia informasitips.com

homeWebsite Penulis|archiveArsip Penulis



Untuk Berlangganan Artikel Kami, Tulis Email Anda Pada Form di Bawah ini.

Jangan Lupa Cek Email Anda Setelahnya. Terimakasih



8 Comments

  1. Vivi
    Posted December 21, 2011 at 6:27 am

    Anak sy jg sdh brumur 2,5 thn tp blum mampu mengucapkan kata2 dg benar,tp dsurh ap saja dy bs,tlong kl ad yg pny solusi

  2. admin
    admin
    Posted December 22, 2011 at 1:49 am

    Terus diberikan stimulasi saja Bunda.. agar kemampuan bicaranya semakin berkembang. Sering-seringlah membacakan dongeng/cerita, mengajak anak bicara, bernyanyi, dan mengajak anak ke lingkungan yang lebih ramai biasanya memiliki peran yang sangat besar dalam membantu perkembangan bahasa anak.

  3. galuh
    Posted January 22, 2012 at 10:08 am

    Putri saya berusia 2,7. Bicaranya belum lancar. Dia malah lebih pintar angka. Dia bisa menyebut 1-10. Ayahnya khawatir tapi saya lebih santai. Sudah diperiksakan ke dokter, anak saya tidak termasuk autis. Tapi saya tetap menunggu ia bisa bicara dengan lancar. Teman2 saya banyak juga anaknya yg baru lancar bicara umur 3tahun. Saya hanya takut bila dia berumur 3tahun belum lancar juga bicaranya

  4. rani suryani
    Posted April 15, 2012 at 1:13 pm

    anaku umur 2,8 bln tp bahasa masih ngoceh kaya balita saya bingung di bawa ke terapi wicara sama ke okupasi tp belum ada kamajuan,dokter nya nyaranin saya untk lebih banyak mengajak bicara sm bermain tetapi anak saya tuh ga suka mainan tolong ksh solusi

  5. admin
    Posted April 17, 2012 at 3:56 pm

    Selain terapi wicara, mengajak anak banyak berbicara dan bermain juga merupakan cara dan bentuk stimulasi yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan bicara anak. Tentunya Anda harus tetap bersabar dan terus-menerus melakukan berbagai upaya termasuk stimulasi tersebut tadi untuk merangsang kemampuan bicara anak. Yang ditekankan dalam hal ini adalah interaksi yang kontinu dari orang tua ke anak. Jadi, meskipun Anak tidak suka mainan, Anda tetap bisa memberikan stimulasi berupa banyak bicara dan bermain lewat kegiatan sehari-hari, contoh, saat makan perbanyaklah mengajak anak berkomunikasi sambil menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak layaknya suasana bermain. Saat menjelang tidur, bisa membacakan dongeng atau buku cerita untuk anak, sering mengajak anak untuk bertemu banyak orang sehingga anak juga mendapatkan stimulasi dari lingkungan yang ramai. Anda juga perlu mencari tahu apa yang menjadi kesukaan atau ketertarikan anak. Dari ketertarikan tersebut, cobalah untuk terus melakukan stimulasi layaknya bermain, sambil terus diajak berkomunikasi. Tak perlu jenis mainan tertentu bila memang anak tidak suka mainan, yang terpenting adalah interaksi dan komunikasi dari Anda dan orang-orang di sekitar anak yang dilakukan secara kontinu untuk merangsang kemampuan bicaranya.

  6. bunda ade
    Posted April 26, 2012 at 3:48 am

    Anak saya umur 2,4 bln,dan blm lancar bicara.jg tdk suka bernyanyi,sring ngoceh tp kata-kata yg dikeluarkan tdk dpt dimengerti.jg blm bisa mengenal warna,saya takut sekali anak saya autis.juga mengucapkan angka msh tdk beraturan,mohon sarannya,trimakasih

  7. bunda ade
    Posted April 26, 2012 at 3:59 am

    Anak saya umurnya 2,4 bln tp blm lancar bicara,jg blm bisa mengenal warna dengan baik dan mengucapkan angka jg masih tidak beraturan.juga anak saya tidak suka bernyanyi,lebih sering ngoceh dgn kata- kata yg tidak jelas.Anak banyak mengoceh namun hampir sebagian besar kata-kata yang diucapkannya tidak bisa dimengerti.
    Ciri-ciri tsb ada dalam diri anak saya(Ketika Anda menyuruh anak untuk mengulangi kata yang Anda ucapkan, anak berusaha mengikutinya namun terdengar tidak sama dengan kata yang Anda ucapkan.
    Perkembangan bahasa anak usia 3 tahun perlu dievaluasi dan dicurigai mengalami telat bicara bila anak hanya memiliki kosakata kurang dari 200 kata dan hanya sekitar 50% kata-kata yang diucapkannya yang bisa dimengerti.
    Orang asing yang belum pernah berinteraksi dengan anak tidak bisa mengerti sebagian besar kata yang diucapkan anak.
    Anak tidak bicara dengan menggunakan kalimat-kalimat pendek (kalimat yang terdiri dari minimal 3 kata).
    Pada usia ini anak masih belum bisa mengidentifikasi (membedakan) warna.
    Pada usia 3 tahun anak tidak bertanya.)Mhn sarannya,karena saya takut sekali anak saya termasuk autis,mengucapkan mobil saja msh berkata momob padahal sebelumnya dia bisa mengucapkan kata mobil.mohon sangat sarannya,trimakasih

  8. admin
    Posted April 26, 2012 at 5:11 pm

    Bunda.. seperti yg sudah disebutkan di artikel tersebut, meski memiliki tanda-tanda keterlambatan, belum tentu anak menderita Autis.. Keterlambatan tersebut merupakan warning bagi orang tua agar segera mengambil tindakan, misalnya memeriksakan anak ke dokter ahli, bila diperlukan dilakukan terapi, diberi stimulasi yang lebih sering dan lebih banyak lagi.. dan lainnya. Intinya, semakin cepat dilakukan intervensi, maka diharapkan hasilnya nanti akan lebih baik lagi. Jadi, tak perlu merasa terlalu cemas terlebih dahulu, karena dalam hal memeriksa apakah seorang anak dikatakan autis atau tidak itu membutuhkan waktu dan diagnosa yang cukup panjang. Biasanya dokter pun tidak akan langsung serta merta memvonis anak mengidap autis hanya karena si anak belum lancar bicara. Yang jelas, bila Anda mendapati kejanggalan atau melihat adanya keterlambatan perkembangan pada anak, segera lakukan pemeriksaan ke dokter (ahlinya), agar bisa segera diambil tindakan dan penanganan yang tepat..

Post Comment

© 2012 Informasi dan Tips oleh Informasitips.com. All rights reserved. Icons by Komodo Media.