Informasi dan Tips – informasitips.com

Waspadai SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) Pada Bayi

informasitips.com – Memiliki seorang bayi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tuanya, namun disisi lain selalu ada bahaya yang mengancam. Sesuai dengan tubuh mungilnya, bayi memiliki daya tahan yang rendah pula. Terkadang kematian bayi terjadi mendadak tanpa diketahui sebabnya yang membuat banyak ahli dan dokter bingung. Bayi yang mulanya sehat dan ceria tiba-tiba ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Kejadian seperti ini tentu membuat shock kedua orang tuanya. Kematian bayi secara mendadak ini dikenal dengan sebutan sudden infant death syndrome/ SIDS.

Belakangan SIDS meresahkan para orang tua terutama di Amerika hingga menjadi perbincangan hangat di didunia. Salah satu fakta penting dari peristiwa ini adalah tidak ditemukannya tanda gejala kematian. Berbagai pemeriksaan (otopsi) selalu gagal menemukan penyebab kematian bayi yang terjadi tiba-tiba tersebut. Berbagai penyebab yang diungkapkan hanya asumsi para ahli semata untuk menurunkan resiko kematian.

SIDS pada bayi

Gambar : suite101.coom

Uniknya, SIDS lebih banyak terjadi di Negara-negara Eropa dan Amerika daripada di Negara timur. Beberapa peneliti memperkirakan perbedaan kebiasaan tidur antara orang Amerika dengan orang Timur sebagai penyebab utama tingginya SIDS di Negara Amerika. Ibu-ibu di Negara timur memiliki kebiasaan tidur satu ranjang dengan bayinya sehingga bisa memperhatikan buah hati secara intens, sedangkan orang Amerika lebih suka tidur terpisah dari bayinya. Meski demikian, tidur satu ranjang dengan bayi juga memerlukan kehati-hatian.

Kematian mendadak ini biasanya terjadi pada anak usia dua minggu hingga satu tahun. Dari berbagai teori penyebab SIDS, yang paling mendekai kebenaran adalah gagalnya otak mengkoordinasikan saraf jantung dan paru-paru. Beberapa faktor disinyalir menjadi pendukung SIDS, mulai dari kebiasaan ibu saat hamil, hingga ketika bayi sudah berumur. Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol membawa dampak buruk pada perkembangan saraf pusat maupun tepi, serta menurunkan kualitas kesehatan bayi secara keseluruhan. Jika saraf tidak bisa berjalan dengan baik, maka akan mudah mengalami henti jantung dan henti napas.

Faktor lain seperti prematuritas, keadaan gizi, obat-obatan tertentu diduga turut merusak otak janin sehingga koordinasi jantung dan pusat pernapasan berhenti begitu saja. Bedasarkan hasil penelitian, anak yang pernah step berisiko mengalami SIDS lebih besar daripada yang tidak pernah.

Kematian mendadak pada bayi bisa juga disebabkan kelalaian dalam pengasuhan seperti:

  1. Posisi tidur tengkurap yang mengakibatkan bayi sulit bernapas.

  2. Suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin sehingga membuat bayi hipertermia. Meski tampaknya sepele, hipertermi bisa menyebabkan peningkatan metabolisme dan merusak otak yang berujung pada kematian.
  3. Adanya asap rokok. Nikotin bisa berikatan dengan karbon monoksida yang menghambat penyaluran oksigen ke paru-paru.
  4. Tertindih saat tidur atau hidung tertutup pay*d*ra ibu saat menyusu.


Meski tidak dikethaui penyebab pastinya, namun wajib bagi orangtua untuk meminimalisasi resiko sudden infant death syndrome dengan beberapa cara berikut:

  1. Menyayangi bayi dengan setulus hati. Cara ini mungkin terdengar aneh, tapi sangat berpengaruh. Jika orangtua sangat menyayangi buah hatinya maka ia akan memberikan perhatian dan pengasuhan terbaik. Orangtua yang sayang pada bayinya tidak akan membiarkan bayinya menjadi perokok pasif. Ia juga senantiasa memperhatikan kebiasaan dan keanehan yang terjadi, sehingga SIDS bisa ditangani sebelum kematian. Misalnya seorang bayi tidak menangis pada jam biasanya, maka orangtua akan segera mencari penyebab dan menanganinya.

  2. Selalu perhatikan suhu bayi
  3. Beri ASI eksklusif. Memang belum ada penelitian kuat mengenai hubungan keduanya, namun ada baiknya menghindari alergi yang ditimbulkan susu formula. Menyusui terbukti membuat bayi jarang tersedak sehingga mengurangi resiko masuknya cairan keparu-paru yang merupakan salah satu penyebab SIDS.
  4. Selalu perhatikan posisi tidur bayi. Jangan sampai bayi tidur dengan posisi tengkurap. Bila Anda ingin membiarkan bayi tidur dalam posisi tengkurap untuk menghindari kepala bayi peyang, sesekali bayi boleh tidur dalam posisi tengkurap namun pada saat siang hari atau saat Anda sedang terjaga (tidak tertidur) sehingga bisa mengawasi bayi saat tidur tengkurap.
  5. Hindari meletakkan benda-benda seperti bantal, guling, boneka, botol susu, dan lain-lain di sekitar bayi saat tidur. Benda tersebut bisa menutupi bayi dan membuatnya sulit bernapas. Selain itu, pastikan posisi bayi aman jika anda membawanya tidur dalam satu ranjang dengannya.
  6. Mungkin anda bisa menyalakan kipas angin di ruang tidur bayi tanpa mengarahkan langsung pada bayi. Hal ini ditujukan untuk menjaga suhu ruangan agar bayi tidak kepanasan.
  7. Pakaikan baju yang menyerap keringat, tidak panas, dan tidak dingin pada bayi anda.
  8. Perhatikan apakah bayi buang air kecil. Jangan sampai bayi anda kedinginan karena air seninya.
  9. Tidur satu ruangan dengan bayi, baik satu ranjang ataupun terpisah. Menidurkan bayi di ruangan lain akan mempersulit kontrol anda terhadap bayi.

Meski bayi terlihat sehat, bukan berarti bebas dari ancaman kematian. Penting bagi orangtua untuk selalu waspada agar tidak kehilangan buah hati yang mungil dan lucu. Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: