Informasi dan Tips – informasitips.com

Waspadai Kanker Pay*d*ra

informasitips.com Kanker pay*d*ra. Mendengar kata-kata ini tentunya menimbulkan rasa takut tersendiri bagi kaum hawa. Memikirkan bahwa aset berharga seorang wanita dapat terkena penyakit yang mematikan seperti ini memang sungguh membuat khawatir. Daripada hanya merasa takut setiap mendengar mengenai penyakit ini, akan lebih baik jika Anda mengetahui sedikit seluk beluknya agar lebih waspada.

Kanker pay*d*ra merupakan kanker yang timbul pada pay*d*ra. Sebagian besar kanker pay*d*ra menyerang wanita, namun tidak tertutup kemungkinan laki-laki juga bisa terkena, walaupun kejadian seperti itu memang sangat jarang. Terdapat bermacam-macam tipe kanker pay*d*ra berdasarkan jenis sel asalnya. Untuk membedakan tipe-tipe tersebut hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan histologis, yaitu dengan melihat jaringan di bawah mikroskop.

PENYEBAB

Kanker pay*d*ra tidak serta merta timbul akibat satu hal tertentu. Penyebab dari munculnya kanker pay*d*ra adalah multifaktorial, terdiri dari berbagai hal seperti genetik, diet, faktor reproduksi, ketidakseimbangan hormon dan faktor lainnya.

  • Genetik
    Kecenderungan kanker pay*d*ra dapat diturunkan secara genetik. Artinya, Anda harus lebih waspada jika memiliki keluarga (ibu, nenek, kakak/adik wanita, tante) dengan riwayat kanker/benjolan pada pay*d*ra, maupun riwayat kanker lain misalnya kanker ovarium atau kanker usus besar. Resiko tersebut juga semakin meningkat jika terdapat riwayat keluarga dengan kanker pay*d*ra yang timbul sebelum usia 50 tahun.

    Perlu diingat bahwa yang diturunkan secara genetik hanyalah kecenderungan untuk munculnya kanker pay*d*ra, jadi bukan berarti bahwa jika salah seorang saudara Anda memiliki kanker pay*d*ra maka Anda pasti akan mengalaminya juga.

  • Diet

    Diet yang tinggi lemak dapat meningkatkan resiko kanker pay*d*ra hingga 2 kali lipat, sedangkan diet yang kaya akan serat, sayur dan buah-buahan dapat sedikit menurunkan resiko tersebut.

  • Faktor Reproduksi

    Resiko kanker pay*d*ra meningkat pada wanita yang:

    • Mengalami menarche (haid pertama kali) lebih awal. Usia normal menarche yaitu pada usia 10-15 tahun.
    • Belum memiliki anak pada usia di atas 30 tahun, atau melahirkan pertama kali pada usia lebih dari 30 tahun.
    • Menopause lebih lambat. Wanita yang mengalami menopause pada usia 55 tahun ke atas memiliki resiko kanker pay*d*ra 2 kali lipat dibandingkan menopause pada usia di bawah 45 tahun.

    Timbulnya kanker pay*d*ra berkaitan erat dengan paparan hormon estrogen yang berkepanjangan. Hormon estrogen merupakan hormon dalam tubuh yang berperan dalam reproduksi, salah satu fungsinya yaitu mengatur siklus haid setiap bulan. Hormon ini mulai aktif bekerja sejak menarche dan akan berhenti pada saat menopause.

    Karena itulah kondisi-kondisi seperti yang telah disebutkan di atas dapat meningkatkan resiko kanker pay*d*ra. Menarche lebih awal bisa dianggap mencuri start untuk memulai paparan estrogen pada tubuh, begitu pula menopause lebih lambat akan memberi waktu tambahan lebih lama bagi estrogen bekerja di dalam tubuh. Ketika seorang wanita mengandung dan menyusui, terdapat hormon reproduksi lain yang lebih dominan bekerja sehingga tubuh mendapat waktu ‘istirahat’ dari paparan estrogen. Paparan estrogen yang terus menerus hingga usia kurang lebih 30 tahun sudah cukup untuk meningkatkan resiko timbulnya kanker pay*d*ra.

  • Hormon

    Seperti yang telah dibicarakan sebelumnya, hormon yang berkaitan erat dengan insidensi kanker pay*d*ra adalah hormon estrogen. Karena itu pemberian hormon tersebut dari luar, misalnya dengan pil KB ataupun terapi hormon post-menopause, dikhawatirkan dapat memberikan efek yang sama. Namun dari hasil penelitian, didapatkan bahwa peningkatan resiko kanker pay*d*ra akibat pemberian hormon estrogen dari luar secara statistik tidak signifikan.

  • Obesitas

    Selain hormon, obesitas juga berkaitan erat dengan munculnya kanker pay*d*ra. Resikonya meningkat 1.5 – 2 kali lipat pada wanita post-menopause yang mengalami obesitas dibandingkan dengan yang memiliki berat badan normal. Selain itu, resikonya juga akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

  • Aktivitas fisik

    Resiko kanker pay*d*ra menurun sebesar 20-40 % pada wanita yang aktif secara fisik, tanpa melihat status menopause. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan adanya kontrol berat badan akibat olahraga yang teratur. Hasil paling baik didapatkan jika olahraga teratur dilakukan sejak usia muda, namun olahraga yang baru dilakukan setelah menopause pun memiliki efek yang cukup baik untuk menurunkan resiko kanker pay*d*ra.

TANDA DAN GEJALA

Kanker pay*d*ra biasanya muncul pada wanita berusia 40-49 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia di bawahnya. Gejala awal berupa benjolan pada pay*d*ra, bisa disertai nyeri, bisa tidak. Benjolan pada pay*d*ra yang timbul pada usia muda biasanya bersifat jinak. Lokasi benjolan yang paling sering yaitu pada pay*d*ra bagian atas, di sisi luar (sisi yang dekat dengan lengan/ketiak). Gejala lain yaitu adanya kelainan pada puting, perubahan kontur/bentuk pay*d*ra, timbul borok pada pay*d*ra maupun munculnya benjolan lain di ketiak. Berikut adalah gejala-gejala yang patut diwaspadai. Jika ditemukan gejala2 seperti itu, sebaiknya Anda segera berobat ke dokter spesialis.

  • Benjolan

    • Benjolan baru yang teraba sangat jelas
    • Benjolan baru yang timbul di atas atau di sekitar benjolan yang sudah ada sebelumnya
    • Benjolan yang tidak hilang setelah waktu haid berakhir
    • Radang pay*d*ra (ditandai dengan pay*d*ra yang membengkak, berwarna merah, panas dan nyeri) yang tidak hilang setelah diberi terapi antibiotik
    • Benjolan yang muncul kembali setelah diterapi
  • Nyeri
    • Nyeri pada benjolan pay*d*ra
    • Nyeri yang terasa terus-menerus hingga mengganggu kualitas hidup, dan tidak membaik dengan pemakaian pakaian dalam yang benar ataupun penggunaan obat penghilang sakit
    • Nyeri pada salah satu pay*d*ra yang timbul terus-menerus pada wanita post-menopause
  • Keluar cairan dari puting pay*d*ra
    • Semua wanita berusia di atas 50 tahun
    • Wanita berusia kurang dari 50 tahun, jika terdapat cairan yang keluar dari kedua puting, keluar cairan berupa darah, atau keluar cairan dari salah satu puting secara terus-menerus
  • Retraksi puting, eksim (kemerahan dan gatal)
  • Perubahan kontur kulit pay*d*ra : terdapat lekukan ke arah dalam (cekung), mengeras, tampak seperti kulit jeruk (peau d’orange)
  • Riwayat keluarga dengan kanker pay*d*ra

Jika kanker pay*d*ra berlanjut ke tahap lanjut, maka dapat terjadi gejala lain yang muncul pada tubuh. Gejala- gejala tersebut umum terjadi pada penyakit kanker manapun, seperti misalnya penurunan berat badan dan demam yang hilang timbul.

Kanker pay*d*ra tahap lanjut dapat menyebar ke struktur di sekitarnya maupun ke seluruh tubuh. Hal ini disebut metastasis. Struktur di sekitar pay*d*ra yang dapat terkena yaitu dinding dada dan kelenjar getah bening yang terletak di ketiak. Sedangkan metastasis jauh dapat terjadi pada tempat-tempat pada tubuh yang letaknya jauh dari letak asal kanker, biasanya penyebarannya melalui pembuluh darah :

  • Paru-paru
    Gejalanya berupa gangguan pernapasan seperti sesak napas dan batuk darah.
  • Hati
    Gejalanya berupa pembesaran perut, dapat pula terjadi gangguan pembekuan darah, muntah darah, dan sebagainya.
  • Tulang
    Gejala yang bisa terjadi yaitu sakit pada tulang yang terkena, dapat terjadi pula tulang menjadi besar atau malah menjadi rapuh lalu patah.

PEMERIKSAAN

Kebanyakan kanker pay*d*ra dapat diobati dengan baik jika ditemukan sejak dini. Karena itu sangat penting bagi Anda para wanita untuk dapat mengenali gejala awal dari kanker pay*d*ra. Sayangi aset berharga Anda dengan rajin memeriksa kesehatannya. Anda tentu sudah pernah mendengar mengenai SADARI (Periksa Pay*d*ra Sendiri). SADARI merupakan suatu kegiatan mudah yang dapat dilakukan wanita mana saja, yang cukup efektif untuk mendeteksi hadirnya benjolan tidak diinginkan pada pay*d*ra. Pemeriksaan ini cukup dilakukan oleh Anda sendiri, tanpa membutuhkan peralatan apa-apa. Idealnya dilakukan sejak usia subur, setiap bulan, 1 minggu setelah hari pertama selesai haid. Ketika haid sedang terjadi, bisa terjadi pembengkakan pada salah satu kelenjar di pay*d*ra sehingga akan terasa seperti benjolan. Benjolan yang muncul pada saat haid ini tidak berbahaya dan biasanya hilang sendiri setelah haid berakhir.

Berikut ini akan saya jelaskan mengenai langkah-langkah melakukan SADARI yang baik dan benar.

  1. Berdiri di depan kaca lalu amati kedua pay*d*ra Anda. Lakukan ini pertama-tama dengan kedua lengan berada di samping badan, kemudian dalam posisi lengan berkacak pinggang, kemudian dengan kedua lengan di atas kepala. Yang harus Anda perhatikan adalah apakah bentuk kedua pay*d*ra simetris, apakah ada kemerahan, benjolan, lekukan atau keanehan pada pay*d*ra dan puting.
  2. Untuk memeriksa pay*d*ra kanan, angkat lengan kanan ke atas kepala lalu raba pay*d*ra dengan menggunakan tangan kiri. Teknik yang benar adalah meraba dengan menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah, bukan dengan ujung jari. Raba pay*d*ra secara memutar mulai dari pukul 12 di atas puting lalu melingkar searah jarum jam. Setelah selesai satu lingkaran, mulai lagi di bagian yang lebih luar, begitu seterusnya hingga mengenai seluruh bagian pay*d*ra, termasuk sampai ke ketiak. Setelah itu tekan daerah sekitar puting untuk melihat apakah keluar cairan dari puting.

    Ulangi pemeriksaan pada pay*d*ra sebelahnya.

  3. Lakukan pemeriksaan pay*d*ra sambil berbaring. Untuk memeriksa pay*d*ra kanan, letakkan bantal di bawah bahu kanan dan angkat lengan kanan ke atas kepala. Periksa pay*d*ra dengan cara yang sama seperti ketika sedang berdiri.

    Ulangi pemeriksaan pada pay*d*ra sebelahnya.

  4. Jika Anda menemukan adanya keanehan, segeralah konsultasi kepada dokter.

Mudah bukan? Pemeriksaan ini sangat baik untuk mendeteksi adanya benjolan sejak dini. Selain SADARI, wanita-wanita yang menyadari bahwa dirinya memiliki resiko untuk mendapatkan kanker pay*d*ra sebaiknya juga melakukan pemeriksaan mamografi secara teratur. Mamografi merupakan alat untuk memeriksa kelenjar pay*d*ra dengan menggunakan sinar X dosis rendah. Bagi wanita berusia 35-50 tahun sebaiknya pemeriksaan dilakukan 2 tahun sekali, sedangkan untuk wanita berusia di atas 50 tahun lakukan setahun sekali.

DIAGNOSIS DAN PENGOBATAN

Pengobatan untuk kanker pay*d*ra bermacam-macam, bergantung pada tingkat keparahan dari kanker. Tingkat keparahan tersebut ditentukan oleh 3 hal, yaitu benjolan di pay*d*ra, pembesaran kelenjar getah bening dan ada tidaknya metastasis kanker. Selain itu, untuk mendiagnosis kanker pay*d*ra biasanya diperlukan pemeriksaan tambahan seperti biopsi dan mamografi.

Pada biopsi jaringan, sedikit bagian dari benjolan akan diambil untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dalam pengambilan tersebut, bisa dilakukan pengangkatan benjolan seluruhnya, namun dapat pula hanya diambil sebagian, bergantung pada kondisi benjolan, ukuran, serta pertimbangan-pertimbangan lainnya. Dari pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis dari benjolan, juga apakah benjolan tersebut bersifat ganas atau tidak.

Setelah ditentukan tingkat keparahan serta jenis dari kanker, baru selanjutnya dapat direncanakan jenis pengobatan yang akan dilakukan. Pengobatan untuk kanker pay*d*ra terdiri atas:

  • Operasi
  • Radiasi
  • Kemoterapi
  • Terapi hormonal
  • Terapi target molekuler (terapi biologi)

Kanker pay*d*ra yang masih berada di tahap awal dapat diterapi dengan operasi mastektomi (pengangkatan pay*d*ra) saja, sedangkan untuk kanker pay*d*ra tahap lanjut biasanya disertai dengan pengobatan tambahan, baik berupa radiasi, kemoterapi, terapi hormonal maupun terapi target molekuler.

Nah, sudah lebih terbayang bukan mengenai kanker pay*d*ra? Mulailah mencari tahu apakah Anda termasuk wanita yang beresiko mendapatkan kanker pay*d*ra. Atur pola makan dan biasakan berolahraga secara teratur. Lakukan SADARI setiap bulan, dan jangan segan untuk berkonsultasi kepada dokter jika menemukan keanehan pada pay*d*ra, walau sedikit saja. Ingat, mencegah akan selalu lebih baik daripada mengobati.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: