Informasi dan Tips – informasitips.com

Waspada Racun dalam Makanan (Bahan Pangan) Sehari-hari

informasitips.com – Makanan merupakan sumber nutrisi bagi tubuh. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang membuat makanan (bahan pangan) bisa menjadi sumber petaka bagi tubuh karena mengandung racun berbahaya. Misalnya, bahan pangan bisa saja tercemar formalin, terkontaminasi mikroba atau senyawa racun lainnya yang sangat berbahaya bagi tubuh, terlebih bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Keracunan makanan biasa terjadi karena masuknya senyawa beracun ke dalam tubuh. Pada sebagian besar kasus, racun ikut tertelan dan masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan makanan yang dikonsumsi. Gejala yang timbul bisa berupa terganggunya sistem pencernaan, seperti mual, muntah, dan nyeri perut hebat. Kunci untuk menghindari hal itu, adalah dengan lebih waspada dan hati-hati dalam memilih, mengolah, dan menyimpan bahan makanan.

Berikut ini adalah beberapa makanan (bahan pangan) sehari-hari yang perlu dicermati:

  1. Daging terkontaminasi
    Daging mentah terkadang ditumbuhi bakteri Clostrridium Perfringens yang tumbuh karena buruknya sanitasi dan higine lingkungan. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengonsumsi daging, pastikan bahwa daging tersebut memang benar-benar dimasak sampai matang sehingga lebih aman dikonsumsi tubuh.

    Beberapa gejala keracunan yang mungkin muncul adalah mual, muntah, nyeri perut dan diare 10-12 jam setelah mengonsumsi makanan yang tercemar.

  2. Makanan kaleng
    Makanan kaleng sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi, karena mungkin mengandung sodium nitrit/nitrat, yaitu senyawa tambahan yang dapat menimbulkan berbagai kanker. Selain itu, makanan kaleng juga dapat mengandung BPA (Bisphenol-A) yang juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker dan mengganggu kesuburan (menimbulkan masalah pada reproduksi).

  3. Jengkol dan Petai cina
    Jangan memakan jengkol dalam kondisi mentah. Kandungan asam jengkol di dalamnya dapat menyebabkan mual dan susah buah air kecil. Agar lebih aman, sebelum diolah sebaiknya jengkol direndam terlebih dahulu. Racun jengkol dapat dikurangi dengan cara merendam jengkol dalam air atau membuang matanya.

    Sementara untuk petai cina, Anda juga perlu berhati-hati karena mengandung mismison, sejenis racun yang dapat merontokkan rambut karena proses retrogresisi di dalam partikel rambut.

    Waspada Bahaya Racun dalam Makanan (Pangan) Sehari-hari

  4. Kentang
    Anda juga perlu berhati-hati saat akan mengonsumsi kentang (Solanum Tuberosum L). Perhatikan dengan baik cara pengolahan bahan pangan yang satu ini sebelum mengonsumsinya.

    Kentang dapat mengandung Alkoloid (solanin) yang beracun. Alkoloid (solanin) terdapat pada bagian dekat kulit kentang, berwarna hijau dan bertunas.

    Untuk menghindari keracunan akan alkoloid (solanin) pada kentang, sebaiknya kentang dikupas sedikit tebal, lalu direndam dalam larutan air garam, baru kemudian bisa diolah.

  5. Kopi dan Teh
    Kopi dan teh mengandung kafein. Sifatnya diuretik, yaitu merangsang kerja kelenjar urine, memacu kerja otak dan aktivitas jantung. Jika dikonsumsi secukupnya, Kopi dan teh dapat menjadi minuman yang nikmat, dapat menghilangkan kantuk, bahkan bisa bermanfaat bagi tubuh. Tapi, bila dikonsumsi secara berlebihan (dalam jumlah banyak) bisa menyebabkan susah tidur (insomnia), jantung berdebar bahkan pada beberapa kasus bisa berakibat fatal misalnya kematian bila kafein dalam kadar tinggi dikonsumsi pada saat keadaan tubuh sedang lelah. Konsumsi teh dan kopi yang aman dalam sehari kurang lebih 2 cangkir teh/kopi per hari.

    Kopi dan teh juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebih oleh ibu hamil, karena bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan janin yang sedang dikandung. Untuk lebih jelasnya mengenai makanan-makanan yang sebaiknya dihindari selama hamil, Anda dapat membaca artikel tentang pantangan makanan ibu hamil di SINI.

  6. Singkong
    Pada umbi maupun daun singkong terkandung zat penghasil asam sianida (HCN), yaitu senyawa asam biru yang sangat toksik (beracun), rasanya pahit, dan berbau langu. Untuk itu, sebelum diolah, sebaiknya singkong terlebih dahulu direndam dalam air.

  7. Kacang-kacangan dan Olahannya
    Hasil olahan kacang-kacangan yang perlu diwaspadai adalah tempe bongkrek. Dalam proses pembuatannya, bongkrek dapat terkontaminasi bakteri yang menghasilkan toxoflavin, senyawa beracun yang dapat mengakibatkan kematian. Oleh karena itu, hindari kacang-kacangan dan hasil olahan yang rusak, dan beraroma tengik. Untuk produksi kalengan, cermati tanggal kadaluarsanya dan keutuhan kemasannya.

  8. Seafood
    Seafood (bahan pangan laut) seperti ikan, udang, kerang, dan lainnya bisa terkontaminasi zat kimia beracun serta pencemaran merkuri, timah, dan logam berat timbal. Hasil laut yang lama dibekukan juga bisa menjadi media berkembangnya Vibrio Parahaemolyticus, sejenis bakteri yang beracun dan tentunya berbahaya. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah seafood yang kondisinya segar.

    Kondisi laut yang sudah banyak tercemar saat ini ikut mencemari ikan, dan jenis hewan laut lainnya yang hidup di laut. Agar lebih aman, sebaiknya tak perlu berlebihan dalam mengonsumsi makanan laut, misalnya hanya 2 kali dalam seminggu. Catatan khusus bagi ibu hamil, racun dan logam berat yang mungkin terdapat pada seafood sangatlah berbahaya bagi janin yang dikandung. Oleh karena itu, harus lebih berhati-hati.

Tips Pertolongan Pertama Saat Keracunan Makanan

  1. Minum air kelapa hijau yang dicampur dengan 1 sdm garam.
  2. Jika penderita keracunan masih tersadar, usahakan penderita muntah agar racun yang masuk bisa keluar. Caranya, masukkan jari pada kerongkongan penderita dengan posisi badan lebih tinggi dari kepala untuk memudahkan muntah.
  3. Jika penderita pingsan, bawa segera ke rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif secepatnya.
  4. Untuk mengurangi kekuatan racun, berikan air putih sebanyak-banyaknya atau berikan susu untuk diminum.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: