Informasi dan Tips – informasitips.com

Waspada Gejala Penyakit Stroke

informasitips.com – Stroke merupakan sebuah permasalahan global dan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di daerah perkotaan dengan prevalensi 8,3 per 1000 penduduk. Berkaitan dengan gaya hidup masa kini yang kurang sehat seperti makan makanan junk food, merokok, alkohol dan kurangnya aktivitas fisik, angka kejadian penyakit ini akan semakin meningkat. Walaupun selama ini stroke dikenal sebagai penyakit orangtua, bukannya tidak mungkin akan terjadi di usia yang lebih muda. Karena itu, kita harus mengenal penyakit ini agar dapat menjaga diri dan keluarga dari kemungkinan terkena stroke.


Selintas Mengenai Otak
Untuk mengenal stroke, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu organ tubuh yang terkena gangguan, yaitu otak.
Otak merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting, fungsinya yang utama untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh. Otak dibagi menjadi beberapa bagian yang mengontrol gerakan dan indera perasa/sensorik. Jika terjadi kerusakan pada otak, tergantung dari bagian yang terkena, dapat terjadi gangguan pergerakan, penglihatan, bicara atau gangguan sensorik.

waspadai gejala penyakit stroke

Otak orang dewasa beratnya sekitar 1500 gram atau lebih kurang sebesar 2% dari berat badan tubuh. Organ ini membutuhkan suplai darah yang berisi glukosa dan akan mengkonsumsi sekitar 20% dari oksigen yang digunakan oleh tubuh setiap harinya. Sel-sel otak tidak dapat menyimpan glukosa maupun oksigen, maka kekurangan kedua zat ini walau hanya sebentar dapat langsung menyebabkan kerusakan.


Sistem perdarahan otak terdiri atas:

  1. Sistem pembuluh karotid, yang memperdarahi saraf mata dan retina serta bagian depan dari hemisfer otak (lobus frontal, parietal, anterior).

  2. Sistem pembuluh vertebrobasilar, yang memperdarahi bagian belakang dan bawah dari otak.



Sistem pembuluh darah otak merupakan suatu kompleks yang saling berhubungan satu sama lain. Hal ini berguna jika terdapat pembuluh darah yang terganggu, maka bagian otak yang diperdarahi masih bisa mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah lainnya.

Untuk memastikan otak mendapat aliran darah yang adekuat, pembuluh darah otak memiliki mekanisme pertahanan yang memungkinkan pembuluh darah untuk mengerut (konstriksi) dan melebar (dilatasi). Jika tekanan darah tubuh terlalu tinggi (hipertensi), pembuluh darah otak akan berkonstriksi sehingga aliran darah dapat dikurangi.

Sedangkan jika tekanan darah tubuh terlalu rendah, pembuluh darah otak akan berdilatasi sehingga jumlah darah yang masuk bertambah banyak. Selain itu pembuluh darah otak juga dapat mendeteksi tekanan karbon dioksida dan oksigen dalam tubuh. Jika tekanan karbon dioksida meningkat, berarti jumlah oksigen dalam tubuh berkurang dan otak membutuhkan lebih banyak darah untuk bisa mendapatkan oksigen dalam jumlah yang mencukupi, maka pembuluh darah otak akan berdilatasi sehingga volume darah yang masuk ke otak bertambah.

Jika fungsi pembuluh darah terganggu dan terjadi gangguan aliran darah ke otak, maka dapat terjadi kerusakan pada bagian otak yang diperdarahi. Hal inilah yang disebut stroke.


Gejala Umum Stroke
Menurut WHO, stroke didefinisikan sebagai sebuah sindroma klinis yang timbul mendadak dan memburuk dengan cepat, berupa defisit neurologis fokal dan/atau global, yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbulkan kematian, dan disebabkan adanya gangguan pada pembuluh darah.

Jika gejala klinis muncul kurang dari 24 jam, maka disebut dengan TIA (Transient Ischemic Attack). Pada orang yang mengalami TIA, terdapat resiko terjadi stroke sebesar 10-20% pada 90 hari setelah serangan, dimana sebagian besar mengalami stroke 1 atau 2 hari setelah serangan TIA.

Gejala stroke yang paling umum adalah defisit neurologis, atau gangguan fungsi saraf yang manifestasinya dapat berbeda-beda tergantung dari penyebab, durasi, luasnya kerusakan dan bagian otak yang terkena.

Gejala dapat berupa:

– Kelumpuhan wajah atau anggota badan (biasanya sebelah) yang muncul mendadak
– Gangguan sensorik/sensibilitas pada anggota badan
– Afasia (bicara tidak lancar atau kurang, kesulitan memahami ucapan)
– Disartria (bicara pelo atau cadel)
– Gangguan penglihatan (gelap, atau melihat ganda)
– Mual, muntah dan nyeri kepala atau vertigo


Waspadai gejala penyakit stroke
Ketika berhadaan dengan penyakit stroke, seseorang berpacu dengan waktu karena sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dalam hitungan menit. Untuk mengenali gejala stroke, pertama-tama kita harus mewaspadai serangan pada penderita penyakit hipertensi, jantung, diabetes, dan obesitas. Ketika mencurigai seseorang mengalami serangan stroke, perhatikan 4 hal berikut:

  1. Minta orang tersebut untuk tersenyum. Apakah senyumnya tampak miring?

  2. Minta orang tersebut untuk berbicara atau mengulang suatu kata. Apakah tampak sulit bicara atau perkataannya terdengar aneh?
  3. Minta orang tersebut untuk mengangkat kedua tangannya. Apakah gerakan salah satu tangannya tertinggal dibandingkan yang sebelahnya?
  4. Jika iya, maka secepatnya telepon ambulans atau bawa ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit terdekat.

Selain itu, ingat baik-baik sejak kapan gejala tersebut muncul, karena informasi tersebut akan berguna bagi dokter untuk memutuskan penanganan yang paling tepat.

Stroke dapat menimbulkan kematian, namun dengan penanganan yang cepat dan tepat stroke dapat disembuhkan walau membutuhkan waktu yang tidak sebentar, namun ada pula yang akan terus mengalami kelemahan anggota badan terus menerus. Hal ini merupakan tantangan tidak hanya bagi penderita, namun juga bagi keluarga dekat karena gangguan yang terjadi seringkali tidak hanya berupa gangguan fisik.

Tidak hanya harus dibantu dalam kegiatan sehari-hari, namun kadangkala muncul juga gangguan kognitif seperti berbicara dan berpikir logis. Jika berhadapan dengan penderita stroke, harus ada dukungan dan kasih sayang yang diberikan terus menerus oleh orang-orang di sekitarnya supaya penderita tidak putus asa dan memiliki semangat dalam proses pemulihan.

Baca juga artikel Jenis dan Penyebab Penyakit Stroke



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: