Informasi dan Tips – informasitips.com

Waspada Bahaya Bakteri Listeria

informasitips.com – Baru-baru ini tersiar kabar mengenai beredarnya buah-buahan impor di pasaran yang terkontaminasi oleh bakteri Listeria. Hal itu tentu saja merisaukan masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkan dari infeksi listeria sangat berbahaya, bahkan bisa menimbulkan kematian.

Buah impor yang disinyalir terkontaminasi bakteri listeria tersebut adalah buah apel impor asal Amerika Serikat, yaitu Apel Granny Smith dan Gala. Menyikapi kasus tersebut, saat ini pemerintah berupaya menarik apel yang terkontaminasi dari peredaran dan memperketat masuknya buah impor tersebut ke Indonesia. Meskipun demikian, masyarakat tetap harus hati-hati dan waspada, karena infeksi bakteri listeria tak hanya bisa berasal dari buah-buahan impor, namun juga bisa lewat jenis makanan-makanan lainnya yang dikonsumsi sehari-hari. Untuk itulah, masyarakat perlu mencari tahu dan mengumpulkan informasi lebih dalam mengenai bakteri berbahaya tersebut.

Sebenarnya, apa sih bakteri listeria itu? Apa saja dampak yang ditimbulkan dari infeksi listeria? Bagaimana cara mencegah dan mengatasi infeksi listeria? Untuk mendapatkan jawabannya, simak informasinya berikut ini.

Apa Itu Listeria?
Liseria adalah nama bakteri yang ditemukan pada tanah, air, dan beberapa hewan termasuk unggas dan ternak. Bakteri ini bisa menginfeksi manusia, salah satunya lewat makanan. Infeksi bakteri listeria pada manusia dapat menimbulkan penyakit yang disebut dengan Listeriosis. Jenis bakteri listeria yang umumnya menginfeksi manusia adalah genus Listeria monocytogenes. Dampak dari infeksi bakteri listeria bisa sangat berbahaya, diantaranya bisa menyebabkan gangguan pencernaan, muntah-muntah, demam, diare, meningitis, bahkan bisa menimbulkan kematian.

Bakteri listeria yang menginfeksi manusia bisa berasal dari makanan-makanan yang terkontaminasi listeria seperti, makanan mentah (daging mentah, ayam mentah, telur mentah, ikan mentah, sayuran mentah/lalapan), susu dan produk susu (keju) yang tidak dipasteurisasi, sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci bersih. Bakteri listeria juga dapat hidup pada pabrik dan tempat-tempat pengolahan makanan. Sehingga, bila pabrik pengolahan makanan memiliki sanitasi yang buruk dan proses pengolahan makanan pada pabrik tidak berjalan dengan baik, maka makanan yang diproduksi dapat terkontaminasi oleh bakteri listeria.

Kelompok yang Berisiko

Siapa yang paling berisiko terinfeksi bakteri listeria?

Siapapun bisa saja mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri Listeria. Namun, untuk orang yang sehat dan daya tahan tubuhnya kuat, biasanya setelah terkena bakteri listeria, maka tidak akan muncul gejala dan dampak yang serius.

Di sisi lain, pada beberapa kelompok orang tertentu, infeksi listeria dapat menimbulkan gejala dan komplikasi yang cukup serius. Kelompok orang yang berisiko tinggi terkena Listeriosis (keracunan makanan akibat bakteri listeria) adalah wanita hamil, bayi baru lahir, orang dewasa yang sistem kekebalan tubuhnya lemah, orang tua (usia 65 tahun ke atas), orang yang menjalani kemoterapi, orang dengan penyakit tertentu seperti HIV/AIDS atau penyakit autoimun lainnya, kanker (terutama kanker darah/leukimia), penyakit ginjal, liver, dan kencing manis. Dibandingkan dengan orang dewasa lainnya, wanita hamil 20 kali lebih berisiko untuk terinfeksi bakteri listeria. Bakteri listeria yang menginfeksi ibu hamil dapat ikut juga menginfeksi bayi/janin yang dikandung melalui plasenta.

Listeria termasuk bakteri yang dapat hidup dan tumbuh subur pada suhu rendah. Oleh karena itu, makanan-makanan yang disimpan di dalam kulkas (lemari es) berisiko tinggi mengandung banyak bakteri listeria. Namun, bakteri listeria akan mati jika dipasteurisasi dan dimasak (dipanaskan pada suhu tinggi melebihi 75 derajat celsius). Untuk itu, bila ingin mengonsumsi makanan yang sebelumnya disimpan di dalam kulkas (lemari pendingin), sangat disarankan untuk memanaskan kembali makanan tersebut sebelum dikonsumsi agar bakteri listeria yang ada di dalamnya mati.

Gejala Infeksi Listeria
Gejala awal terinfeksi bakteri listeria adalah demam, nyeri otot, pusing, badan lemas, muntah-muntah, dan kadang-kadang didahului dengan diare. Gejala-gejala tersebut dapat muncul selama beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah terinfeksi. Jika infeksi listeria sudah menyebar ke sistem saraf, maka gejala-gejala yang timbul dapat berupa sakit kepala, leher kaku, tingkat kewaspadaan menurun, kehilangan keseimbangan, kejang, bisa menyebabkan meningitis (infeksi otak), dan sekitar 20% kasus listeria bisa berujung pada kematian.

(Baca juga: Mengenal Meningitis Lebih Jauh)

Waspada Infeksi Bakteri Listeria

Infeksi listeria pada wanita hamil mungkin saja akan memperlihatkan gejala yang tidak terlalu berat seperti demam dan flu. Namun, dampak infeksi listeria bagi bayi yang dikandung cukup berbahaya yaitu bisa menyebabkan keguguran (bayi meninggal dalam kandungan), lahir prematur, atau bayi mengalami infeksi yang mengancam jiwanya dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Pada bayi yang baru lahir, gejala infeksi listeria bisa berupa penurunan nafsu makan (bayi susah dan tidak mau makan), sering rewel, demam, muntah-muntah, dan diare. Tingkat kematian pada bayi baru lahir yang terinfeksi listeria ini juga terbilang tinggi yaitu sekitar 25-50%.

Cara Mengatasi Infeksi Listeria
Jika Anda merasakan gejala-gejala awal terinfeksi bakteri listeria, seperti demam, nyeri otot, pusing, mual, dan muntah segeralah pergi ke dokter. Terlebih bila gejala-gejala tersebut sudah muncul berhari-hari. Jika Anda mengalami demam tinggi, sakit kepala berat, leher kaku, pusing, dan sensitif terhadap cahaya, segeralah ke UGD (unit Gawat Darurat) agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Dikhawatirkan, gejala-gejala tersebut merupakan gejala meningitis, yang merupakan komplikasi akibat infeksi bakteri listeria. Pada saat pemeriksaan oleh dokter, biasanya akan dilakukan tes laboratorium dengan mengambil sampel darah atau mungkin juga urin untuk memastikan apakah benar telah terjadi infeksi listeria.

Untuk pengobatan, bergantung pada tingkat keparahan infeksi. Beberapa kondisi yang menimbulkan gejala yang tidak terlalu berbahaya biasanya dimungkinkan untuk tidak mendapatkan pengobatan khusus. Namun, pada kondisi dan tingkat keparahan yang cukup berat, infeksi listeria dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Bila Anda sedang hamil, pastikan bahwa dokter yang menangani Anda mengetahui bahwa Anda tengah hamil agar dokter bisa memberikan penanganan tepat yang tidak membahayakan kehamilan Anda.

Cara Mencegah Infeksi Listeria
Agar terhindar dari infeksi bakteri listeria, sangat dianjurkan bagi kita untuk benar-benar memperhatikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi, memasak dan mengolah makanan dengan benar, yaitu sampai benar-benar matang. Hindari memakan makanan mentah dan setengah matang. Tak hanya itu, kita juga perlu berhati-hati dalam memilih, menyiapkan, dan menyimpan bahan-bahan makanan yang akan dikonsumsi.

Berikut beberapa tips penting yang perlu diperhatikan guna mencegah infeksi listeria:

  • Pilihlah makanan dengan kualitas yang baik dan bersih.
  • Simpan makanan dengan baik dan jauhkan dari tempat penyimpanan yang kotor.
  • Hindari memakan makanan yang mentah atau setengah matang.

    (Baca juga: Benarkah Sayuran Mentah (Lalapan) Selalu Lebih Bergizi?)

  • Sebelum dimasak, cuci bersih dulu semua bahan-bahan makanan. Selanjutnya, masaklah makanan sampai benar-benar matang.
  • Untuk buah dan sayur-sayuran, sebelum dimakan harus dicuci dengan sabun terlebih dahulu dengan cara direndam dalam air dan sabun, selanjutnya dibilas bersih dengan air yang mengalir. Bila perlu, ada baiknya saat mencuci buah, gosok juga kulit buah dengan sikat sampai bersih, misalnya untuk buah seperti melon dan semangka, apel, dan lain-lain.
  • Hindari memakan langsung jenis makanan yang sudah diproses seperti sosis, hotdog, dan lain sebagainya. Bila ingin mengonsumsi jenis makanan tersebut, sebaiknya diolah atau dimasak kembali sebelum dimakan.
  • Beberapa jenis keju tertentu yaitu keju lunak seperti keju feta, brie, camembert, blue cheeses, sebaiknya dihindari, kecuali dapat dipastikan (bisa dilihat pada kemasannya) apakah keju lunak tersebut dibuat dari susu yang sudah dipasteurisasi.
  • Bakteri listeria tahan, dapat hidup dan tumbuh subur pada suhu rendah, sehingga makanan yang disimpan di dalam kulkas (lemari es) dapat mengandung banyak bakteri listeria. Oleh karena itu, makanan-makanan yang disimpan di dalam kulkas tidak boleh langsung dikonsumsi, harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum dimakan agar bakteri listeria di dalamnya mati. Memanaskan makanan pada suhu lebih dari 75 derajat celcius dapat membunuh bakteri listeria.
  • Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum makan. Untuk mengetahui bagaimana cara mencuci tangan yang benar, Anda dapat membaca artikel Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar
  • Cuci bersih juga semua peralatan masak yang digunakan (sebelum dan sesudah digunakan), seperti pisau, talenan, wajan, panci, dan lain sebagainya. Pastikan juga bahwa Anda mencuci bersih tangan Anda setelah memasak.
  • Bakteri listeria dapat mudah menyebar di dapur yang kotor. Untuk itu, pastikan pula bahwa kondisi dapur Anda bersih dan tidak lembab.
  • Bakteri listeria dapat hidup dan tumbuh subur pada suhu rendah (dingin), namun pertumbuhannya dapat melambat pada suhu yang sangat dingin yaitu 4 derajat celcius ke bawah. Oleh karena itu, agar bakteri listeria tidak tumbuh subur dalam lemari pendingin (kulkas) Anda, pastikan Anda mengatur suhu lemari pendingin (kulkas) pada suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah lagi, dan untuk freezer sebaiknya suhu diatur 0 derajat Celcius atau lebih rendah lagi.
  • Untuk penyimpanan makanan di dalam kulkas (lemari pendigin), sebaiknya makanan disimpan dengan cara dibungkus dulu dengan plastik atau disimpan dalam kontainer/wadah khusus yang tertutup agar bakteri listeria tidak menyebar ke makanan lainnya di dalam kulkas. Selain itu, penting juga untuk memisahkan bahan-bahan makanan yang mentah dengan makanan yang sudah matang saat menyimpan di dalam kulkas.

    (Baca juga: Tips Menyimpan Sayuran Agar Tahan Lama dan Tetap Segar)

  • Jangan lupa untuk rutin membersihkan kulkas (lemari es) karena bakteri ini mudah menyebar ke seluruh bagian kulkas dan ikut mengontaminasi makanan lainnya yang ada di dalam kulkas.
  • Jaga daya tahan tubuh Anda agar tidak mudah sakit dan terinfeksi bakteri listeria. Beberapa cara untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan yang sehat dan gizinya seimbang, cukup tidur/istirahat, rutin berolahraga, dan menjauhi stres. Bila diperlukan, Anda dapat mengonsumsi multivitamin untuk membantu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda.
  • Perhatikan apakah Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terinfeksi bakteri listeria. Bila Anda termasuk yang berisiko tinggi, maka Anda harus benar-benar ekstra hati-hati dalam menjaga kebersihan makanan, mengolah dan menyimpan makanan yang akan dikonsumsi.

——

Referensi:

– CDC (Centers for Disease Control and Prevention)
– FDA (Food and Drug Administration)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: