Informasi dan Tips – informasitips.com

Wakatobi, Surga Bawah Laut Sulawesi Tenggara

informasitips.com – Apakah Anda pernah mendengar tentang Pulau Wakatobi? Mungkin kebanyakan orang kurang begitu familiar dengan pulau ini. Pulau Wakatobi secara administratif terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Selama ini Pulau Wakatobi terkenal dengan keindahan lautnya, khususnya terumbu karangnya. Pulau Wakatobi merupakan tujuan wisata bawah laut yang kini menjadi buah bibir banyak pecinta snorkling dan diving baik di Indonesia maupun mancanegara.

Pulau Wakatobi

Oleh karena keindahannya, Pulau Wakatobi telah ditetapkan oleh pemerintah Sulawesi Tenggara sebagai taman nasional bawah laut. Mungkin Anda penasaran, mengapa Pulau Wakatobi dinobatkan sebagai taman nasional bawah laut, dan akhir-akhir ini sangat popular sebagai tujuan wisata diving dan snorkling. Jawabannya cukup mengagetkan sekaligus membanggakan, karena Taman Nasional Bawah Laut Wakatobi tercatat memiliki 90% dari seluruh spesies karang laut yang ada di dunia. Di dunia tercatat ada sekitar 850 spesies karang laut. Ini berarti Pulau Wakatobi memiliki sekitar 750 spesies karang laut. Wow! 90% spesies karang laut di dunia ada di satu kawasan di Sulawesi Tenggara!

Keindahan Terumbu Karang Wakatobi

sumber gambar: www.blackxperience.com

Mengapa Pulau Wakatobi memiliki keanekaragaman hayati terumbu karang sedemikian besar? Ini dimungkinkan karena secara geografis, Pulau Wakatobi terletak di tengah-tengah “segitiga gugusan karang dunia” yang terbentang dari Filipina di utara, Papua New Guinea dan Kepulauan Salomon di timur, dan Timor Leste serta Kepulauan Kei di selatan. Kondisi geografis pulau Wakatobi yang terletak pada pertemuan dua arus laut memungkinkan terciptanya keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Dua arus laut tersebut adalah arus laut Flores dari selatan dan arus Laut Banda dari utara. Berdasarkan ilmu perikanan dan kelautan, plankton dan ikan-ikan kecil yang hidup di laut dangkal sangat menyukai daerah dimana terjadi pertemuan antara dua arus laut mayor, karena biasanya daerah tersebut memiliki temperatur yang relatif hangat.

Lokasi Wakatobi dari pulau SulawesiHal lainnya yang menyebabkan Pulau Wakatobi menjadi salah satu tujuan wisata diving dan snorkling di dunia adalah sesuatu yang berkaitan dengan dunia diving, yaitu curing capacity. Curing capacity adalah istilah dalam bahasa Inggris yang berarti daya tampung. Dalam dunia penyelaman, curing capacity memegang peranan penting, karena curing capacity menentukan berapa kapasitas manusia yang dapat menyelam dengan aman dalam satu kawasan pada setiap penyelaman. Curing capacity pada kawasan bawah laut Pulau Wakatobi mencapai jutaan orang untuk setiap penyelaman. Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa curing capacity dari Pulau Wakatobi sedemikian besar. Ini dikarenakan Pulau Wakatobi memiliki 9 ribu hektar area karang. Ini merupakan area yang sangat luas. Tidak heran mengapa Pulau Wakatobi sangat fenomenal akhir-akhir ini, karena selain memiliki keanekaragaman hayati karang laut yang mencapai 90% dari keanekaragaman hayati karang laut dunia, Pulau Wakatobi juga mempunyai area karang laut yang sangat luas. Fakta ini sangat memanjakan pecinta diving dan snorkling dari seluruh penjuru dunia.

Penyelam di Wakatobi

Jika Anda suatu saat berkunjung ke Pulau Wakatobi dan ingin melakukan penyelaman disana, Anda dapat mengunjungi Pulau Hoga, Pulau Binongko, dan Resort Tamia yang termasuk dalam 3 gugusan karang popular diantara 25 gugusan karang di Pulau Wakatobi. Anda akan mendapati berbagai spesies ikan cantik yang jarang dijumpai di kawasan lain, seperti Argus Bintik (Cephalopholus argus), Pogo-Pogo (Balistoides viridae-scen), dan Takhasang (Naso unicornis). Dan jika Anda beruntung, Anda dapat menjumpai 3 jenis penyu, yaitu Penyu Tempayan, Penyu Lekang dan Penyu Sisik.

Sebuah tempat wisata, selain ditunjang oleh sumber daya alamnya, tentu tidak terlepas dari faktor-faktor pendukungnya. Salah satu faktor pendukung utama dari sebuah tujuan wisata adalah sarana dan prasarana transportasi menuju ke tempat wisata tersebut. Bagaimana dengan wisata Pulau Wakatobi? Menurut Bupati Wakatobi, Ir Hugua, sarana dan prasarana transportasi di kawasan Wakatobi telah ditingkatkan dari tahun ke tahun. Telah diketahui, bahwa pada pertengahan 2008, Bandara Wakatobi telah dibangun dengan investasi sekitar 60 Milyar. Bandara Wakatobi pada mulanya memiliki panjang landasan 1600 meter, dan pada tahun 2011 diperpanjang 3000 meter. Dengan panjang landasan seperti ini, maka Bandara Wakatobi telah mencapai standar landasan terbang internasional.

Bandara Wakatobi difungsikan sebagai bandara transit. Ini terkait dengan nota kerjasama wisata karang laut antara Kabupaten Wakatobi dengan Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Raja Ampat di Papua Barat, dimana Bandara Wakatobi menjadi bandara transit untuk penerbangan ke Papua Barat, Maluku dan Manado. Terdapat juga beberapa penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia dengan tujuan Wakatobi, diantaranya Denpasar- Wakatobi, dan Makassar-Wakatobi. Dengan adanya kerjasama antara beberapa kabupaten pemilik wisata karang bawah laut, maka diharapkan para penggemar terumbu karang dari seluruh dunia dapat mengunjungi kawasan-kawasan pulau karang di Indonesia Timur secara sinergis, dan tidak hanya terpusat pada satu lokasi saja.

Selain mempermudah transportasi para wisatawan, kerjasama lintas kabupaten pemilik terumbu karang ini mempunyai kelebihan dalam hal penekanan biaya promosi wisata. Jadi promosi wisata terumbu karang tidak ditanggung oleh satu kabupaten saja, tetapi ditanggung oleh beberapa kabupaten sehingga dapat lebih murah. Ini merupakan langkah yang cerdas.

Untuk mencapai kawasan Wakatobi dari jalur laut, Anda dapat menuju Kendari, kemudian dilanjutkan ke Bau-Bau di Pulau Buton dengan menggunakan kapal cepat. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan perjalanan darat ke Lasalimu. Dari Lasalimu, Anda harus menggunakan kapal ke Wanci yang memakan waktu kira-kira 2.5 jam. Wanci merupakan pintu masuk kawasan Wakatobi. Sebelum saya lupa, jika Anda suatu saat berkunjung ke kawasan wisata Pulau Wakatobi, Anda tidak hanya dapat menikmati wisata hayati, tetapi Anda dapat menikmati wisata budaya dengan mengunjungi kepulauan Tukang Besi, sebuah gugusan pulau dalam kawasan Wakatobi yang penduduknya berprofesi sebagai pembuat keris dan pedang secara turun temurun. Menarik sekali bukan? Jadi bergegaslah ke Wakatobi dan nikmati wisata hayati dan budayanya!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *