Informasi dan Tips – informasitips.com

Vertigo dan Pengobatannya

informasitips.com – Mungkin Anda pernah mengalami keadaan dimana kepala terasa pusing, ruangan seperti berputar cepat, dan tubuh Anda serasa melayang. Lalu, ada perasaan mual dan kehilangan keseimbangan. Bila pernah, Anda mungkin terserang vertigo.

Hati-hati, vertigo bukan sakit kepala biasa. Ini merupakan penyakit khusus yang juga memerlukan penanganan tersendiri dibandingkan sakit kepala biasa. Namun, apa sih vertigo itu? Berbahayakah? Agar Anda tidak panik dan mengetahui secara detil apa itu penyakit vertigo, berikut informasitips sampaikan penjelasannya secara lengkap.


Apa itu Vertigo?
Vertigo berasal dari bahasa Yunani, yaitu vertere, yang berarti memutar. Orang yang terserang vertigo biasanya akan mengalami sensasi gerakan memutar dari tubuh atau lingkungan sekitarnya. Biasanya, vertigo hanya belangsung beberapa saat. Tapi, bisa juga hingga beberapa jam atau hari.

Saat terserang vertigo, orang biasanya mengambil tindakan dengan berbaring diam. Kondisi ini ternyata tidak menjamin serangan vertigo akan mereda. Derita pusing yang Anda alami bisa terus berlanjut meski tidak bergerak sama sekali.

Vertigo dan penanganannya



Penyebab
Sebelum mengetahui cara bagaimana untuk mengatasi serangan vertigo, ada baiknya Anda harus mengetahui penyebab dari penyakit tersebut. Agar, Anda bisa menghindari atau mengantisipasi serangan vertigo yang tidak terduga.

Vertigo disebabkan oleh gangguan keseimbangan di organ telinga bagian dalam. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan langsung dengan bagian tertentu di saraf otak. Penyebab lain dikarenakan oleh kelainan penglihatan akibat perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.

Secara umum, vertigo disebabkan oleh :

  • Obat-obatan
    Pengaruh penggunaan obat-obatan yang tidak bisa diterima oleh tubuh dapat mengakibatkan timbulnya vertigo. Apalagi, obat-obatan tersebut berkaitan dengan alkohol dan gentamisin. Hal ini akan menyebabkan vertigo muncul secara tiba-tiba tanpa disadari.
  • Kelainan di telinga
    Penyebab kelainan di telinga ini bisa terjadi karena :

    1. Telinga di bagian dalam memiliki suatu kanalis semisirkularis yang berfungsi untuk menerima gelombang suara yang masuk ke gendang telinga. Apabila terdapat endapan kalsium yang berlebihan dalam kanalis itu, akan menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo
    2. Penyakit meniere
    3. Herpes zoster
    4. Infeksi telinga bagian dalam karena infeksi
    5. Labirintitis atau infeksi labirin di dalam telinga
    6. Peradangan saraf vestibuler
  • Keadaan lingkungan
    Kondisi ini bisa disebabkan oleh mabuk laut atau darat, ketika sedang dalam perjalanan jauh menggunakan kendaraan.
  • Kelainan neurologis
    Faktor yang menyebabkan kelainan neurologis ini adalah:
    1. Tumor otak
    2. Patah tulang tengkorak yang disertai cidera pada labirin, persarafannya, atau keduanya
    3. Tumor yang menekan saraf vestibularis
    4. Sklerosis multiple
  • Kelaianan sirkulasi
    Kelainan ini disebabkan oleh transient ischemic attack atau gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke satu bagian otak. Kondisi ini biasanya menyerang arteri vertebral dan arteri basiler.

Gejala
Perhatikan gejala berikut yang menandakan bahwa Anda terkena vertigo:

  1. Kepala pusing serasa tubuh Anda atau lingkungan berputar
  2. Mual, seakan mau muntah
  3. Tubuh menjadi berkeringat
  4. Gerakan mata yang abnormal
  5. Telinga berdengung
  6. Penglihatan menjadi terganggu
  7. Tubuh menjadi lemah tidak bertenaga
  8. Tiba-tiba sulit bicara
  9. Kaki menjadi sulit berjalan

Semua gejala tersebut biasanya dialami dalam kisaran menit atau jam. Kondisi yang parah bisa dialami bila gejala terjadi hingga mencapai hitungan hari. Selain itu, gejala dapat terjadi secara konstan ataupun periodik.

Diagnosa
Setelah mengetahui gejala yang biasanya timbul saat terserang vertigo, harus dilihat terlebih dahulu sifat dari penyebab vertigo itu sendiri. Jangan terburu-buru mengambil tindakan medis. Karena, bisa menyebabkan kesalahan diagnosa.

Gejala berupa gerakan mata yang abnormal biasanya menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam, atau saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Coba lakukan nistagmus, yaitu gerakan mata yang cepat dari arah kiri ke kanan, dan dari atas ke bawah. Arah gerakan bisa membantu dalam penegasan diagnosa.

Nistagmus dapat dirangsang dengan cara menggerakkan kepala penderita vertigo secara tiba-tiba, atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga. Lakukan pula uji keseimbangan penderita dengan cara berjalan di satu garis lurus. Usahakan agar dilakukan dengan mata terbuka pada saat awal, lalu minta penderita vertigo untuk berjalan dengan menutup matanya.

Setelah itu, lakukan tes pendengaran. Ini akan membantu menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran penderita vertigo. Pemeriksaan lain dilakukan dengan cara CT scan atau MRI kepala, untuk melihat kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf.

Bila diduga terjadinya infeksi, ambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau tulang belakang. Pendugaan terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka tindakan yang dilakukan adalah pemeriksaan angiogram, untuk melihat apakah terjadinya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.


Pengobatan
Penderita yang mengalami vertigo bisa ditangani dengan pengobatan berupa pemberian obat. Namun, harus dilihat terlebih dahulu apa penyebabnya. Obat yang bisa mengurangi serangan vertigo antara lain : meclizine hydrochloride (Antivert), diphenhydramine (Benadryl), promethazine hydrochloride (Phenergan), dan diazepam (Valium). Bila terjadi infeksi bakteri pada telinga bagian dalam, penderita membutuhkan obat antibiotika.

Selain dilakukan pengobatan secara medis, penderita juga bisa melakukan pengobatan secara tradisional. Namun, harus hati-hati saat melakukan pengobatan di luar medis. Dilihat terlebih dahulu, apakah cara pengobatan tersebut cocok atau tidak.

Pengobatan non medis ini dapat berupa terapi alternative, seperti : melakukan akupuntur, pengaturan diet, senam tai chi, meditasi, menggunakan obat-obatan herbal. Bisa juga dengan melakukan terapi spiritual. Semua cara pengobatan itu tergantung kepada keputusan Anda untuk menjalaninya. Pastikan terlebih dahulu keamanan dan keprofesionalan dari pelaku pengobatan yang memberikan terapi non medis tersebut.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *