Informasi dan Tips – informasitips.com

Ukuran Lingkar Kepala Normal Bayi

informasitips.com – Parameter pertumbuhan yang seringkali diperhatikan dan dipantau orang tua terhadap bayi mereka adalah tinggi badan dan berat badan. Tak banyak orang tua yang menyadari bahwa ukuran lingkar kepala yang juga mencerminkan volume otak juga merupakan hal penting yang perlu selalu dipantau pertumbuhannya untuk melihat apakah otak bayi tumbuh dan berkembang normal atau tidak.

Dengan mengukur dan memantau pertumbuhan ukuran lingkar kepala bayi, kelainan-kelainan yang mungkin saja terjadi pada otak akan segera bisa dideteksi, seperti mikrosefali yaitu ukuran lingkar kepala lebih kecil dari ukuran lingkar kepala normal atau makrosefali ukuran lingkar kepala lebih besar daripada ukuran lingkar kepala normalnya.

Seperti apa ukuran lingkar kepala normal bayi?

  • Pada bayi baru lahir (0 bulan) : ukuran lingkar kepala normal adalah 34 – 35 cm
  • Pada bayi usia 0 – 3 bulan : akan terjadi penambahan ukuran lingkar kepala sebesar 2 cm per bulannya
  • Pada bayi usia 4 – 6 bulan : akan bertambah 1 cm per bulannya
  • Pada bayi usia 6 – 12 bulan : ukuran lingkar kepala akan bertambah 0,5 cm per bulan
  • Pada bayi usia 12 – 24 bulan (1 – 2 tahun) : ukuran lingkar kepala akan bertambah 2 cm per tahun

Sementara ukuran lingkar kepala normal untuk orang dewasa adalah 54 cm.

ukuran lingkar kepala bayi normal

Bila berbeda dari ukuran lingkar kepala normal (perbedaannya sebesar 2 standar deviasi dari ukuran normal), maka ada kemungkinan bayi mengalami mikrosefali (lebih kecil dari ukuran normal) atau makrosefali (lebih besar dari ukuran normal) yang biasanya merupakan kelainan yang sudah dibawa sejak lahir. Namun, jangan langsung merasa cemas bila mendapati ukuran lingkar kepala anak lebih besar atau lebih kecil dari ukuran normal.

Perlu dilihat juga apakah ukuran lingkar kepala orang tuanya juga besar atau kecil. Bila seorang bayi mengalami ukuran lingkar kepala yang lebih besar dari ukuran normal (makrosefali) coba dicek (dilihat) apakah orang tuanya juga memang memiliki ukuran lingkar kepala yang besar. Bila memang demikian, maka kasus makrosefali yang terjadi pada bayi masih dikatakan normal. Begitu pula sebaliknya untuk kasus mikrosefali, harus dilihat juga bagaimana ukuran lingkar kepala orang tua.

Satu hal yang perlu segera diwaspadai, bila memang terjadi kelainan pada ukuran lingkar kepala bayi dan kelaianan tersebut tidak termasuk normal (tidak sesuai dengan ukuran kepala orang tua bayi) maka orang tua sebaiknya perlu segera membawa bayi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Karena hal itu menandakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan otak bayi tidak berjalan dengan normal.

Kelainan makrosefali atau mikrosefali yang tidak normal mungkin saja disebabkan karena adanya kelainan saraf pada otak bayi, terjadinya hidrosefalus (kepala bayi membesar karena adanya penumpukan cairan di otak), atau akibat adanya tumor. Hal inilah yang perlu segera mendapatkan penanganan serius dari tim medis. Kelainan yang tidak segera ditangani dikhawatirkan akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi kedepannya karena kelainan pada kepala merupakan kelainan yang terjadi pada otak, dimana otak merupakan organ vital yang paling penting bagi manusia untuk melakukan berbagai fungsi dalam kehidupan seperti kemampuan berpikir, kemampuan motorik, kemampuan bahasa, emosi dan sosial serta fungsi-fungsi penting lainnya.

Sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan otak bayi terjadi pada tiga tahun pertama usianya. Oleh karena itu, pada masa-masa 3 tahun pertama ini disebut “golden age” yaitu masa-masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada saat lahir, berat otak bayi sekitar 350 gram (25 % ukuran otak orang dewasa) dan akan terus bertambah beratnya pada usia 1 tahun mencapai 1000 gram, usia 2 tahun mencapai 1200 gram dan pada usia 3 tahun sudah mencapai sekitar 80 % dan ukuran otak orang dewasa. Sementara pada orang dewasa, berat otaknya 1400 gram untuk pria dan 1250 gram untuk wanita.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND