Informasi dan Tips – informasitips.com

Ukuran Lingkar Kepala Normal Bayi Usia 0 – 36 Bulan

informasitips.com – Parameter pertumbuhan yang seringkali diperhatikan dan dipantau orang tua terhadap bayi mereka adalah tinggi badan dan berat badan bayi. Tak banyak orang tua yang memerhatikan ukuran lingkar kepala bayi. Padahal, ukuran lingkar kepala juga merupakan parameter pertumbuhan yang penting dan perlu selalu dipantau perkembangannya untuk melihat apakah otak bayi tumbuh dan berkembang dengan normal atau tidak. Dengan memantau ukuran lingkar kepala bayi, maka kelainan-kelainan yang mungkin saja terjadi pada otak bayi dapat segera dideteksi dan ditangani. Misalnya, mikrosefali yaitu ukuran lingkar kepala lebih kecil dari ukuran lingkar kepala normal, makrosefali yaitu ukuran lingkar kepala lebih besar daripada ukuran lingkar kepala normal, atau bahkan hidrosefalus yaitu terjadi pembesaran pada kepala bayi jauh melebihi ukuran normal.

Seperti apa ukuran lingkar kepala normal bayi/anak usia 0 – 36 bulan?

1. Bayi Baru Lahir
Pada bayi baru lahir (usia 0 bulan) yang lahir pada usia kehamilan cukup bulan (38 – 42 minggu), ukuran lingkar kepala rata-rata adalah35 cm, ini merupakan nilai rata-rata. Sementara rentang lingkar kepala bayi baru lahir yang masih dalam batas normal adalah antara 32 – 38 cm.

2. Bayi Usia 0 – 3 Bulan
Pada bayi usia 0 – 3 bulan, akan terjadi penambahan ukuran lingkar kepala sekitar 2 cm per bulannya.

Dan, rentang lingkar kepala normal untuk bayi usia 0 – 3 bulan adalah:

  • 34 – 41 cm untuk bayi usia 1 bulan
  • 36 – 42.5 cm untuk bayi usia 2 bulan
  • 37.5 – 44 cm untuk bayi usia 3 bulan

3. Bayi Usia 3 – 6 Bulan
Pada bayi usia 3 – 6 bulan, ukuran lingkar kepala akan bertambah sekitar 1 cm per bulannya.

Dan, rentang lingkar kepala normal untuk bayi usia 3 – 6 bulan adalah:

  • 38.5 – 45 cm untuk bayi usia 4 bulan
  • 39.5 – 45.5 cm untuk bayi usia 5 bulan
  • 40 – 46 cm untuk bayi usia 6 bulan

4. Bayi Usia 6 – 12 Bulan
Pada bayi usia 6 – 12 bulan, ukuran lingkar kepala akan bertambah sekitar 0,5 cm per bulan.

Dan, rentang lingkar kepala normal untuk bayi usia 6 – 12 bulan adalah:

  • 40.5 – 47 cm untuk bayi usia 7 bulan
  • 41 – 47.5 cm untuk bayi usia 8 bulan
  • 41.5 – 48 cm untuk bayi usia 9 bulan
  • 42 – 48.5 cm untuk bayi usia 10 bulan
  • 42.5 – 49 cm untuk bayi usia 11 bulan
  • 43 – 49.5 cm untuk bayi usia 12 bulan

5. Bayi Usia 12 – 24 Bulan (1 – 2 Tahun)

Ukuran lingkar kepala normal bayi usia 12 – 24 bulan (1 – 2 tahun) adalah:

  • 43 – 49.5 cm untuk bayi usia 12 bulan
  • 43.5 – 49.5 cm untuk bayi usia 15 bulan
  • 44 – 50.5 cm untuk bayi usia 18 bulan
  • 44.5 – 51 cm untuk usia 21 bulan
  • 45 – 51.5 cm untuk bayi usia 24 bulan (2 tahun)

ukuran lingkar kepala bayi normal

6. Anak Usia 24 – 36 Bulan (2 – 3 Tahun)

Ukuran lingkar kepala normal untuk anak usia 24 – 36 bulan adalah:

  • 45 – 51.5 cm saat usia 24 bulan (2 tahun)
  • 45.5 – 52 cm saat usia 30 bulan (2.5 tahun)
  • 45.5 – 52.5 cm saat usia 36 bulan (3 tahun)

Bila ukuran lingkar kepala bayi/anak kurang dari atau lebih dari rentang (batas) lingkar kepala normal (seperti yang sudah dijabarkan di atas), maka ada kemungkinan bayi/anak mengalami mikrosefali (bila lingkar kepala lebih kecil dari ukuran lingkar kepala normal) atau makrosefali (bila lingkar kepala lebih besar dari ukuran lingkar kepala normal). Kelainan-kelainan ini biasanya merupakan kelainan yang sudah dibawa sejak lahir.

Namun, jangan langsung merasa cemas bila mendapati ukuran lingkar kepala anak lebih besar atau lebih kecil dari ukuran normal. Perlu dilihat juga bagaimana ukuran lingkar kepala orang tuanya, apakah juga besar atau kecil. Bila seorang bayi memiliki ukuran lingkar kepala yang lebih besar dari ukuran normal (makrosefali) coba dicek (dilihat) apakah orang tuanya juga memang memiliki ukuran lingkar kepala yang besar. Bila memang demikian, maka kasus makrosefali yang terjadi pada bayi/anak masih dikatakan normal. Begitu pula sebaliknya untuk kasus mikrosefali, harus dilihat juga bagaimana ukuran lingkar kepala orang tuanya.

Satu hal yang perlu segera diwaspadai, bila memang terjadi kelainan pada ukuran lingkar kepala bayi/anak jauh melebihi batas normal atau terjadi mikrosefali dan
makrosefali yang tidak berkaitan dengan ukuran kepala orang tua bayi, maka orang tua sebaiknya perlu waspada dan segera membawa bayi/anak ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Karena, hal tersebut menandakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan otak bayi tidak berjalan dengan normal.

Kelainan makrosefali atau mikrosefali yang tidak normal mungkin saja disebabkan karena adanya kelainan saraf pada otak bayi, terjadinya hidrosefalus (kepala bayi membesar karena adanya penumpukan cairan di otak), atau akibat adanya tumor. Hal inilah yang perlu segera mendapatkan penanganan yang serius. Kelainan yang tidak segera ditangani dikhawatirkan akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak kedepannya karena kelainan pada kepala merupakan kelainan yang terjadi pada otak, dimana otak merupakan organ vital yang paling penting bagi manusia untuk melakukan berbagai fungsi dalam kehidupan seperti kemampuan berpikir, kemampuan motorik, kemampuan bahasa, emosi dan sosial serta fungsi-fungsi penting lainnya.

———

*Info:

Sebagian besar pertumbuhan dan perkembangan otak bayi terjadi pada tiga tahun pertama usianya. Masa 3 tahun pertama ini disebut “golden age” yaitu masa-masa yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan otak bayi. Oleh karena itu, selain memantau ukuran lingkar kepala, sangatlah penting pula untuk memberikan rangsangan/stimulasi yang tepat agar tumbuh kembang otak dapat berjalan baik dan optimal.

Pada saat lahir, berat otak bayi sekitar 350 gram (25% ukuran otak orang dewasa). Otak bayi akan terus bertumbuh dan bertambah beratnya, dimana pada usia 1 tahun berat otak mencapai 1000 gram, usia 2 tahun mencapai 1200 gram, dan pada usia 3 tahun sudah mencapai sekitar 80% ukuran otak orang dewasa (berat otak orang dewasa sekitar 1400 gram untuk pria dan 1250 gram untuk wanita).

——————

*Sumber data: cdc.gov/growchart

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

ARTIKEL TERBARU

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND