Informasi dan Tips – informasitips.com

Tummy Tuck, Cara Instan (Cepat) Mengecilkan dan Mengencangkan Perut

informasitips.com – Setiap orang -baik itu wanita maupun pria- tentu tidak ingin memiliki perut yang buncit, kendur, bergelambir, dengan timbunan lemak yang tebal di sekitar area perut. Selain mengganggu penampilan, kondisi perut yang demikian juga berisiko membahayakan kesehatan. Berbagai ancaman penyakit bisa timbul, mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga stroke. Oleh karenanya, tidaklah mengherankan bila banyak orang yang rela menempuh berbagai cara demi menghilangkan timbunan lemak di perutnya dan mendapatkan perut yang langsing dan rata.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuang timbunan lemak di perut. Mulai dari berolahraga, mengonsumsi obat/ramuan khusus untuk mengecilkan dan meratakan perut, sampai menempuh cara medis yang instan (cepat) yaitu melalui Tummy Tuck.

Apa Itu Tummy Tuck?

Tummy tuck atau dalam istilah medis disebut dengan abdominoplasty merupakan tindakan operasi atau bedah untuk mengurangi lemak dan kulit yang berlebih di daerah perut, biasanya lemak dan kulit di bagian bawah perut atau di bawah pusar. Kegunaannya selain membuang kelebihan lemak di perut, juga dapat mengencangkan otot-otot di sekitar perut. Saat operasi, otot dan kulit yang berlebih dan bergelambir ditarik ke bawah, dan kelebihannya dibuang. Makin banyak timbunan lemak di perut, makin banyak pula jumlah lemak yang harus dibuang.

Apakah Tummy Tuck sama dengan Liposuction?

Tummy tuck tidaklah sama dengan Liposuction. Kedua jenis operasi tersebut (tummy tuck dan liposuction) dapat dikombinasikan, namun keduanya tidaklah sama.

Perbedaan antara Tummy tuck dan Liposuction adalah, pada Tummy Tuck, tak hanya lemak di perut yang dibuang, namun juga kulit yang berlebih di sekitar perut, sekaligus juga mengencangkan otot-otot di perut. Sementara Liposuction atau biasa dikenal dengan istilah sedot lemak tidak mampu mengencangkan kulit dan otot-otot di perut, hanya menyedot (mengeluarkan) lemak dari tubuh saja. Bila menempuh liposuction, lemak yang bergelambir di perut memang dapat dihilangkan, namun kulit dan otot-oto perut tidak ikut dikencangkan, sehingga akibatnya, kulit perut akan tampak seperti menggantung. Namun, keuntungannya adalah operasi liposuction lebih cepat dilakukan (operasinya tidak memakan waktu terlalu lama) dan proses penyembuhan serta pemulihan liposuction juga lebih cepat daripada tummy tuck. Selain itu, dengan liposuction juga tidak ada bekas luka memanjang seperti pada tumy tuck, pasien juga tak harus menginap di rumah sakit, dan bisa lebih cepat beraktivitas kembali setelahnya.

Siapa saja yang boleh melakukan Tummy Tuck?

Baik wanita maupun pria, dua-duanya boleh melakukan Tummy tuck. Namun, umumnya, kaum wanita memang lebih banyak yang tergoda untuk melakukan tummy tuck dibandingkan kaum pria. Rata-rata kaum wanita yang melakukan tummy tuck karena alasan kecantikan, ingin mendapatkan perut yang langsing, kencang, dan rata. Sementara kaum pria yang melakukan tummy tuck lebih sering didasari karena alasan kesehatan. Beberapa di antara kaum wanita yang melakukan tummy tuck adalah ibu-ibu yang memiliki masalah perut besar, kendur, dan berlemak pasca hamil dan melahirkan. Mereka rela menempuh cara mengecilkan perut dengan tummy tuck karena ingin langsing kembali pasca hamil dan melahirkan dengan cara yang instan.

Meski terkesan begitu menggiurkan; mudah dan cepat (instan), tetapi tindakan tummy tuck tidak bisa dilakukan sembarangan. Selain cukup berisiko karena tergolong operasi besar, ada kondisi dan syarat tertentu yang harus dipenuhi agar tindakan tummy tuck bisa dilakukan. Beberapa syarat yang harus dipenuhi di antaranya adalah:

  1. Orang yang akan melakukan tummy tuck adalah orang yang memang benar-benar kesulitan menghilangkan timbunan lemak di perutnya. Itu artinya, orang tersebut sudah mencoba melakukan olahraga dan diet terlebih dahulu untuk mengecilkan dan meratakan perutnya. Saat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan tummy tuck, biasanya dokter terlebih dahulu menyarankan pasien untuk mengecilkan perut dengan olahraga dan diet terlebih dahulu. Jika olahraga dan diet yang dilakukan tidak juga membuahkan hasil, barulah dilakukan operasi tummy tuck.
  2. Orang yang akan melakukan tummy tuck tidak boleh memiliki penyakit yang berat, seperti jantung, diabetes, dan lain-lain.

    Orang yang akan menjalani tummy tuck harus berada dalam kondisi fisik yang baik dan sehat, tidak boleh memiliki penyakit, apa lagi itu tergolong penyakit yang berat.

  3. Wanita yang akan menjalani tummy tuck disarankan adalah wanita yang tidak ingin (tidak berencana) hamil lagi.
    Tummy tuck kebanyakan dilakukan oleh ibu-ibu yang memiliki masalah perut kendur, besar, berlemak pasca melahirkan. Nah, bila ke depannya ibu masih memiliki keinginan untuk hamil lagi, sebaiknya hindari dulu melakukan tummy tuck. Karena, saat dilakukan tummy tuck, otot-otot dan dinding perut sudah ditarik dan dikencangkan. Bila hamil lagi, perut bisa kendur dan membesar kembali sehingga hasil operasi tummy tuck yang sudah dilakukan hanya akan sia-sia.

    Sering juga timbul pertanyaan, “Apakah Tummy tuck bisa dilakukan bersamaan dengan operasi caesar?”

    Secara medis, hal tersebut tidak disarankan, karena:

    – Sangat berisiko tinggi mengalami infeksi, perdarahan, kekurangan darah, kekurangan cairan tubuh, dan tersumbatnya pembuluh darah oleh gumpalan lemak.

    – Pertimbangan lainnya mengapa tummy tuck sebaiknya tidak dilakukan saat atau berdekatan dengan masa persalinan caesar adalah karena setelah melahirkan jaringan perut masih lunak dan mengalami trauma sehingga cukup berisiko tinggi dengan tindakan-tindakan operasi. Bila memang ingin melakukan tummy tuck pasca melahirkan, setidaknya tunggu hingga 1 tahun setelah melahirkan.

    – Bisa menghambat produksi ASI, karena jaringan lemak di perut berhubungan dengan jaringan lemak di pay uda ra yang berfungsi dalam produksi ASI. Selain itu, obat-obatan pereda nyeri dan antibiotik pasca operasi caesar akan jadi lebih banyak, yang nantinya juga akan memengaruhi ASI.

Persiapan Menjalani Operasi Tummy Tuck

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum menjalani tummy tuck:

  1. Langkah persiapan pertama yang harus dilakukan bila Anda ingin melakukan operasi tummy tuck adalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli, yang dalam hal ini adalah dokter spesialis bedah plastik.
  2. Pastikan tindakan tummy tuck dilakukan oleh dokter yang memang benar-benar ahlinya, bukan di sembarang tempat. Jika tidak dilakukan oleh ahlinya, kemungkinan bisa timbul bahaya dari kegagalan operasi, bahkan yang paling fatal adalah dapat menimbulkan kematian akibat pasien mengalami gagal nafas dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar hati-hati memilih dokter yang tepat.
  3. Semua tindakan operasi pasti memiliki risiko. Bila ingin melakukan tummy tuck, pastikan bahwa Anda telah berkonsultasi ke dokter dan mengetahui dengan jelas segala risiko, dan untung ruginya.
  4. Orang yang akan melakukan tummy tuck harus berhenti merokok. Jika sebelumnya Anda adalah perokok aktif, setidaknya 1-2 minggu sebelum dan sesudah hari H operasi, Anda harus benar-benar stop (berhenti) merokok.
  5. Orang yang akan melakukan tummy tuck juga tidak boleh mengonsumsi obat-obatan apapun (termasuk obat herbal). Hentikan konsumsi obat-obatan (termasuk obat herbal) setidaknya 2 minggu sebelum operasi dilakukan.

Sama seperti tindakan operasi lainnya, sebelum melakukan tummy tuck terlebih dahulu juga perlu dilakukan pembiusan. Operasi tummy tuck biasanya membutuhkan waktu 3 – 4 jam.

Pasca Operasi Tummy Tuck

Pasca operasi tummy tuck, pasien diminta untuk mengenakan korset selama 3 minggu atau lebih, bahkan bisa sampai 2 atau 3 bulan, agar hasilnya lebih baik lagi.

Korset tersebut harus terus digunakan setiap hari dan setiap saat untuk membantu proses penyembuhan luka operasi dan perlengketan kembali bagian kulit perut yang baru saja dioperasi.

Untuk beraktivitas seperti berjalan, baru boleh dilakukan 5 hari pasca operasi tummy tuck. Sebelum 5 hari, pasien diharuskan berbaring atau bed rest. Sementara itu, untuk aktivitas fisik lainnya seperti meloncat, baru boleh dilakukan 3 bulan pasca operasi.Setelah operasi, pada bagian perut bawah akan terdapat luka bekas operasi yang cukup besar dan memanjang. Pastikan Anda sudah mengetahui hal tersebut sebelum operasi.

Langkah menempuh tummy tuck untuk mendapatkan perut yang kencang dan rata memang terkesan cepat dan mudah. Namun, biaya yang harus dikeluarkan tentunya tidaklah murah, bisa mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, tindakan ini bukannya tidak berisiko. Beberapa komplikasi akibat operasi mungkin saja timbul, seperti timbul nyeri dan bengkak pada daerah bekas operasi, memar, rasa kebal di perut, keloid, infeksi, dan perdarahan.

Setelah melakukan operasi tummy tuck, kemungkinan perut akan kembali kendur dan buncit juga selalu ada. Terlebih bila setelah operasi, pasien tidak menerapkan pola hidup yang sehat, seperti olahraga dan mengontrol makanan yang dikonsumsinya.

Bila perut kembali kendur, apakah boleh melakukan tummy tuck lagi? Boleh saja, dengan jarak minimal 1 tahun. Namun, alangkah lebih baik dan aman bila tindakan tummy tuck tersebut dilakukan 1 kali saja.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

One thought on “Tummy Tuck, Cara Instan (Cepat) Mengecilkan dan Mengencangkan Perut

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *