Informasi dan Tips – informasitips.com

Trigliserida (Lemak) dan Kaitannya dengan Kolesterol

informasitips.com – Trigliserida merupakan jumlah lemak yang bersirkulasi dalam darah. Dengan kata lain trigliserida sederhananya dapat disebut sebagai lemak. Lemak yang ada dalam makanan dan yang ada dalam tubuh merupakan bentuk dari trigliserida. Nilai trigliserida yang tinggi (hipertrigliseridemia) memiliki kaitan yang erat dengan timbulnya penyakit jantung. Banyak orang dengan penyakit jantung atau diabetes memiliki kadar trigliserida tinggi.

Peningkatan trigliserida dapat disebabkan oleh kelebihan berat badan/obesitas, aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebih, diet tinggi karbohidrat, kelainan genetik dan lain sebagainya. Orang dengan trigliserida tinggi biasanya memiliki nilai LDL (kolesterol jahat) tinggi, nilai HDL (kolesterol baik) rendah dan nilai kolesterol totalnya tinggi.

Lemak/Trilgiserida Dapat Meningkatkan Kolesterol

Trigliserida dalam darah berasal dari lemak yang ada dalam makanan atau dibuat di dalam tubuh dari sumber energi lain seperti karbohidrat. Kalori yang bersumber dari makanan yang tidak digunakan langsung oleh jaringan tubuh diubah menjadi trigliserida/lemak dan selanjutnya disimpan dalam sel-sel lemak tubuh.

Level trigliserida terbagi menjadi :

  • Nilai normal : kurang dari 150 mg/dl
  • Cukup tinggi : 150 – 199 mg/dl
  • Tinggi : 200 – 499 mg/dl
  • Sangat tinggi : 500 mg/dl



Trigliserida dikelompokkan menjadi:

  • Lemak Jenuh (lemak jahat)
    Berbentuk padat pada suhu ruangan dan dikenal sebagai lemak jahat. Umumnya lemak jenuh terdapat dalam produk hewani. Semakin banyak konsumsi lemak jenuh, maka akan semakin tinggi kadar koleseterol dalam darah.

    Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh: susu murni, keju berlemak, cokelat, daging, kelapa, mentega, babi, hati, ayam. Sebaiknya jangan terlalu banyak mengkonsumsi jenis lemak jenuh ini.

  • Lemak Tidak Jenuh (lemak baik)
    Berbentuk cair atau lunak jika berada pada suhu ruangan. Lemak ini dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Jenis lemak tidak jenuh ini merupakan jenis lemak baik. Lemak ini terbagi dua yaitu lemak tidak jenuh tunggal dan lemak tidak jenuh ganda.

    Contoh makanan yang mengandung lemak tidak jenuh tunggal adalah zaitun, minyak kacang tanah, beberapa margarine yang non-dihidrogenasi, almond, kacang mete.

    Sementara lemak tidak jenuh ganda bersumber dari makanan yang mengandung omega 3 dan omega 6. Contoh makanan yang mengandung omega 3 adalah ikan salmon, makarel, dan sarden, biji rami, walnut, dan minyak dan margarin yang non-hidrogenasi dibuat dari kanola, biji rami dan kedelai. Sementara makanan yang kaya omega 6 misalnya bunga matahari, kedelai dan minyak jagung, walnut, almond, biji wijen dan beberapa margarine non-dihidrogenasi



  • Lemak Trans
    Jenis lemak trans akan meningkatkan kolesterol. Lemak ini terbentuk selama proses kimiawi (misalnya proses pemasakan) yang disebut hidrogenasi. Hidrogenasi adalah ketika sebuah lemak cair berubah menjadi lemak yang lebih padat. Kebanyakan margarine mengandung lemak trans. Untuk itu, pilih margarine yang tidak mengandung lemak trans (Anda bisa melihat label yang tertera pada kemasannya).

    Lemak trans berbahaya dan sebaiknya dihindari karena jenis lemak trans bertindak seperti lemak jenuh di dalam tubuh manusia yang akhirnya dapat meningkatkan kolesterol.



Perubahan gaya hidup merupakan terapi utama untuk hipertrigliseridemia (kelebihan trigliserida). Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kadar lemak dalam tubuh adalah:

  1. Jika Anda kelebihan berat badan, kurangi kalori untuk mencapai berat badan ideal Anda. Ini mencakup semua sumber kalori yang berasal dari lemak, protein, karbohidrat dan alkohol.
  2. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol.
  3. Perbanyak makan buah-buahan, sayuran dan produk susu rendah atau tanpa lemak.
  4. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
  5. Orang dengan trigliserida tinggi sebaiknya lebih memilih makanan dengan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.
  6. Kurangi daging dan makanan fast food. Perbanyaklah makan makanan yang mengandung omega 3 seperti ikan.

Itulah sedikit hal yang perlu kita ketahui tentang trigliserida (lemak) dan kaitannya dengan kolesterol. Salam sehat dan semoga bermanfaat. 🙂

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2012


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

2 thoughts on “Trigliserida (Lemak) dan Kaitannya dengan Kolesterol

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *