Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Menghilangkan Kebiasaan Mengempeng Pada Anak

Posted on by in , , with 2 Comments

informasitips.com – Kebiasaan mengempeng pada umumnya dimiliki oleh anak-anak yang berusia di bawah usia 3 tahun. Ada pula sebagian anak yang sejak lahir tidak pernah tertarik dengan empeng. Kebiasaan mengempeng didasari oleh rasa ingin mengisap yang mereka miliki sejak bayi, bahkan sejak ia masih dalam kandungan seperti mengisap jempol atau jari mungilnya.

Aktivitas mengemut empeng atau mengisap jempol bagi anak kecil adalah dorongan alami yang berhubungan dengan rasa kenyamanan yang mereka dapat. Meskipun hal ini terkesan wajar, kebiasaan mengempeng sebaiknya dihindari oleh anak sesegera mungkin.

Hal ini dikarenakan kebiasaan mengempeng kemungkinan dapat menimbulkan beberapa masalah, antara lain sebagai berikut:

  1. Mempengaruhi struktur gigi dan pertumbuhan rahang yang diduga dapat berpengaruh pada kemampuan bicara anak kelak
  2. Menyebabkan anak terlambat bicara, hal ini dikarenakan anak sulit belajar berbicara dengan empeng terus menempel dimulutnya
  3. Mempengaruhi pola makan, bayi jadi malas menyusui dan bisa menyebabkan bingung puting
  4. Menyebabkan anak menderita diare karena anak mengemut empeng yang kotor, misalnya saja karena orang tua tidak pernah membersihkan dan mensterilkan empeng anak
  5. Menyebabkan anak mengalami ruam yakni kulit kemerahan dan menyebabkan gatal di sekitar mulutnya. Hal ini biasanya dikarenakan air liur yang keluar dari mulut anak bergesekan dengan empeng dalam jangka waktu yang lama.
  6. Memiliki rasa tidak percaya diri, terutama bila kebiasaan mengempeng dibawa sampai anak besar atau ketika ia memasuki usia sekolah. Selain itu anak akan sering menjadi bahan ejekan dan mengalami masalah bersosialisasi dengan teman-teman sekolahnya.

Oleh karena beberapa alasan tersebut, sangat disarankan kepada para orang tua untuk segera menghentikan kebiasaan mengempeng anak. Bila dilakukan secara bertahap, sabar dan telaten maka anak diharapkan dapat lepas dari empengnya sebelum usianya menginjak satu tahun.

Kebiasaan mengempeng pada anak umumnya dapat berhenti dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 1 tahun. Biasanya anak mulai kehilangan rasa ketertarikannya kepada empeng ketika ia mulai belajar merangkak, berdiri dan berjalan karena ia lebih tertarik pada hal-hal baru yang dikuasainya. Masalahnya pada sebagian anak kebiasaan buruk ini sulit sekali dihentikan dan bisa terbawa sampai anak menginjak usia sekolah.

Tips Mengatasi Kebiasaan Suka Mengempeng Pada Anak

Berikut beberapa tips dan cara yang dapat dilakukan orang tua untuk menghentikan kebiasaan mengempeng pada anak:

  1. Orang tua sebaiknya tidak membiarkan empeng menempel di mulut anak saat anak sedang bermain dan menonton TV. Sebagai ganti empeng, sebaiknya Anda membuat mulut anak sibuk mengkonsumsi potongan buah atau biskuit yang Anda berikan kepadanya. Bila anak suka mengisap jempolnya ketika ia tidak dapat menemukan empengnya, buat jempol dan jari-jari anak untuk selalu sibuk. Misalnya saja menggambar, mewarnai, melipat kertas, dan lain sebagainya.
  2. Orang tua sebaiknya tidak tergesa-gesa memberikan empeng ketika anak rewel atau merasa gelisah. Segera cari penyebabnya terlebih dahulu, apakah anak merasa lelah, lapar, bosan atau karena popoknya basah.

    Bila anak rewel karena lapar, segera susui. Sebaiknya ibu tidak pernah menunda menyusui anak ketika anak merasa lapar dengan memberikan empeng sebagai pengganti untuk sementara. Selain dapat menyebabkan bayi mengalami bingung puting, hal ini juga dapat menggangu produksi ASI. Jumlah ASI semakin berkurang karena jarang dikeluarkan akibat Ibu sering menunda menyusui karena anak sering mengempeng.

    Tips mengatasi Kebiasaan Mengempeng pada Anak

    sumber gambar: www.lifetimemoms.com

  3. Secara bertahap, kurangi frekuensi anak menggunakan empeng misalnya saat anak ingin tidur saja. Jangan biarkan empeng menempel sepanjang malam di mulut anak, segera lepas empeng dari mulutnya setelah anak tertidur.
  4. Bila empeng anak rusak, jangan tergoda untuk membeli empeng yang baru walaupun anak menangis. Pada awalnya memang akan terasa berat. Anak akan menangis cukup lama di hari pertama, hari kedua lama tangisan akan berkurang, dan terus berkurang beberapa hari kemudian. Kuncinya adalah orang tua harus konsisten. Jangan mengalah hanya karena Anda tidak tega mendengar rengekan anak.
  5. Bila anak sedang dalam masa tumbuh gigi, Anda bisa mengganti empengnya dengan memberikan mainan yang bisa digigit. Salah satu tandanya biasanya adalah empeng yang anak emut robek karena digigitnya. Jangan lupa bila Anda memutuskan untuk memberikan mainan yang bisa digigitnya rajin-rajinlah membersihkan mainan tersebut.
  6. Bila anak sudah bisa diajak bicara, katakan kepadanya bahwa ia bukan anak kecil lagi dan sebaiknya mulai berusaha untuk melepaskan kebiasan mengempengnya. Bila perlu sampaikan kepadanya beberapa hal tidak baik yang dapat terjadi karena anak sering mengempeng. Bila akhirnya anak memutuskan untuk berhenti mengempeng dan menyerahkan empengnya ke Anda, peluk anak dengan erat, cium dan katakan betapa bangganya Anda kepadanya.
  7. Sering-seringlah mengingatkan anak untuk melepaskan empeng dari mulutnya secara baik-baik dan minta ia untuk menyerahkannya ke Anda. Sebaiknya orang tua tidak merebut empeng atau melepaskan empeng secara paksa dari mulut anak. Bila Anda memaksa anak, maka yang timbul adalah rasa frustasi, anak marah karena keinginannya tidak terpenuhi dan anak biasanya akan berusaha kuat untuk menggigit empengnya agar terus menempel di mulutnya.
  8. Berikan pujian kepada anak bila ia melepaskan empengnya saat bermain dan memberikannya ke Anda. Segera simpan di tempat yang tidak bisa dilihatnya dan jangan pernah ingatkan atau tawarkan empengnya tersebut kembali ke anak.
  9. Untuk membuat anak semangat atau termovitivasi melepaskan kebiasaan buruknya, Anda bisa memberikan stiker di kalender di hari dimana anak tidak mengempang. Cara lainnya janjikan kepada anak bahwa bila ia mampu untuk tidak mengempeng dalam beberapa hari Anda akan membelikan mainan atau buku cerita baru untuknya.
  10. Untuk memudahkan anak melepaskan kebiasaan buruk mengempengnya Anda bisa menunggu dengan sabar dan memilih hari yang tepat, yakni memilih hari ulang tahun anak yang pertama atau ke dua sebagai momentum.

    Bila anak bersikeras masih ingin mengempeng, Anda bisa menawarkan ide kepada anak untuk menukar empeng dengan hadiah yang diinginkannya saat hari ulang tahunnya tersebut. Bisa juga dengan memanfaatkan kehamilan tetangga atau teman dengan alasan akan memberikan empeng yang anak miliki ke adik bayi yang akan lahir.

  11. Anda juga bisa meminta anak memasukan empengnya ke dalam kantung kecil dan meletakannya dibawah bantal sebagai hadiah untuk “ibu peri”. Ketika anak sudah tertidur pulas, ambil empeng anak dan segera tukar dengan mainan yang telah Anda belikan untuk anak. Esok pagi anak terbangun dan mendapati mainan baru hadiah dari sang “ibu peri” karena ia mau menukar empengnya.
  12. Bila empeng anak sudah terlihat rusak karena gigitan, bolong dan kotor katakan kepada anak bahwa empengnya tidak baik untuknya karena dapat menyebabkan anak sakit perut. Tentu anak tidak mau sakit, kan ? Jadi sebaiknya empeng anak perlu dibuang. Minta persetujuan anak, bahkan bila perlu biarkan anak untuk membuang empengnya di tempat sampah.
  13. Bila anak kangen dengan empengnya dan mulai merengek atau menangis sebaiknya orang tua mencoba untuk mengalihkan perhatiannya pada hal-hal lain seperti melakukan aktivitas menyenangkan bersamanya, membacakan buku cerita atau mengajaknya ke taman bermain apabila rewel. Biasanya setelah beberapa hari tanpa empeng, anak akan mulai terbiasa dan akhirnya lupa akan empengnya.
  14. Minta seluruh anggota keluarga lain di rumah seperti suami, kakak, nenek, kakek dan pengasuh anak untuk bekerjasama membantu anak menghentikan kebiasaan mengempengnya. walaupun Ibu tidak berada di rumah dan anak terus menangis meminta empengnya, sebaiknya anggota keluarga lain harus tegas kepada anak.

Konsisten dan bersabarlah. Anak pada umumnya tidak akan mampu menghentikan kebiasaannya dalam waktu semalam, butuh waktu dan ketekunan dalam memberikan dorongan kepada anak bahwa ia mampu melepaskan kebiasaan buruknya tersebut. Bila Anda merasa khawatir dengan perkembangan bicara anak atau struktur gigi anak Anda segera hubungi ahli terapi wicara atau dokter gigi setempat dimana Anda tinggal.

Semoga bermanfaat!

2 thoughts on “Tips Menghilangkan Kebiasaan Mengempeng Pada Anak

  1. Rahmi Yulita

    Semoga bisa bermamfaat buat pembaca terutama yang sdg memiliki batita….
    Tips nya penting banget buat dibaca Ortu yang blm tau akan efek samping dr memberikan kempeng kpd anaknya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih

OUR FRIEND