Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mengatasi Pacar yang Posesif

informasitips.com – Pacarku Posesif, Aku Harus Bagaimana?
Saat pertama kali menjalin hubungan dengannya, mungkin ia bersikap sangat manis. Ia sering mengirimimu SMS dan menanyakan kabarmu atau apa yang sedang kamu lakukan saat ini. Awalnya kamu tidak keberatan dengan perhatiannya karena kamu merasa dibutuhkan dan diperhatikan. Namun, lama-kelamaan pacarmu mulai meneleponmu ketika kamu sedang bersama teman-temanmu, sering menanyakan dengan siapa kamu akan pergi, atau bahkan melarangmu bergaul dengan orang-orang tertentu.

Di sinilah kamu mulai melihat tanda-tanda keposesifannya. Kamu tidak suka diatur oleh pacar yang senang melarangmu pergi dengan teman priamu, yang tidak memperbolehkanmu memakai rok lipit selulut favoritmu, atau yang selalu meneleponmu satu jam sekali hanya untuk bertanya, “Kamu ada di mana sekarang? Sama siapa?”

tips mengatasi pacar posesif

Berhubungan dengan pacar tukang atur dengan alasan, “Aku peduli sama kamu” memang butuh kerja keras. Kamu butuh kesabaran ekstra membantumu ‘mengendalikan’ keposesifan pacarmu. Berikut tips bagi para wanita untuk mengatasi pacar yang posesif:

  1. Kenalkan ia ke teman-temanmu
    Sikap pacarmu yang posesif biasanya muncul karena kecemburuan, meski itu terhadap teman perempuanmu sekalipun. Kamu pasti bertanya-tanya, “Kenapa dia harus marah ketika aku jalan dengan teman perempuanku? Dia tidak punya alasan untuk cemburu.” Jangan salah. Kecemburuannya bukan karena ia takut kehilanganmu sebagai pacar, namun karena ia merasa asing berada di antara teman-temanmu. Ajaklah dia untuk menemui teman-temanmu dan kenalkan mereka padanya. Biarkan mereka saling mengenal sehingga ia tidak merasa seperti “orang asing” ketika berada di tengah-tengah kalian. Hindari topik pembicaraan yang melibatkan masa lalumu (terlebih masa lalumu dengan mantan pacar) dan cerita-cerita yang bersifat pribadi dimana hanya kamu dan temanmu yang tahu. Awalnya mungkin pacar ataupun teman-temanmu merasa kikuk. Bersabarlah. Lama-kelamaan mereka akan akrab dengan sendirinya.
  2. Biarkan teman-teman priamu mengenalnya
    Sering kali pacarmu malas berkenalan dengan teman-teman priamu padahal kamu sudah mengenal mereka sejak TK, misalnya. Pacarmu mungkin berpikir mereka patut diwaspadai karena bisa menjadi ancaman baginya. Minta teman-teman priamu untuk membuka obrolan dengan pacarmu. Mereka bisa mengajak pacarmu untuk melakukan kegiatan bersama, seperti bermain basket, sepak bola atau hiking bersama. Dengan demikian, pacarmu akan mengenal teman-teman priamu dan tahu bahwa mereka hanyalah sebatas teman bagimu.
  3. Yakinkan ia bahwa ia tak perlu merasa cemburu
    Kecemburuan juga bisa terjadi karena pacarmu tidak percaya diri. Mungkin ia merasa tak cukup baik bagimu, apalagi ketika ia tahu kamu berteman dengan laki-laki yang lebih baik darinya dalam segi materi atau pendidikan, misalnya. Karena itu, yakinkan pacarmu bahwa hatimu hanya miliknya dan ia tak perlu merasa takut kehilanganmu. Seringlah memuji dan menghargai apa yang dilakukannya sehingga ia merasa berguna bagimu. Ketika kamu bersamanya, matikan ponselmu sehingga kamu tak perlu membaca SMS yang baru masuk ataupun menjawab telepon. Dengan demikian, pacarmu akan tahu bahwa kamu sungguh-sungguh memberikan waktumu untuknya.
  4. Buat batasan-batasan
    Ada kalanya kamu perlu juga perlu membuat batasan-batasan di antara kalian. Jika kamu selalu mengenakan tank top atau berteman dengan orang-orang tertentu jauh sebelum kamu mengenalnya, mengapa ia harus cemburu sekarang? Jika ia sungguh-sungguh memahami hubungan kalian, maka pakaian atau teman tidak akan menjadi alasan baginya untuk posesif terhadapmu.
  5. Tahu kapan harus meninggalkannya
    Benarkah ia sungguh-sunggu peduli padamu dengan bersikap posesif? Apakah keposesifannya sudah sangat mengganggu privasimu? Apakah aturan-aturannya sudah melampaui batasan-batasan yang kamu berikan? Apakah kamu takut melakukan sesuatu yang kamu sukai bersama teman-temanmu karena pacarmu akan marah jika ia tahu? Jika pacarmu sudah ‘menyimpanmu’ untuk dirinya sendiri dan melarangmu untuk melihat dunia, sudah saatnya kamu meninggalkannya. Kalian tak lagi menjalani hubungan yang sehat. Pergilah selagi kamu bisa.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: