Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mengajarkan Bahasa Asing ke Anak (Usia Balita)

informasitips.com – Saat jalan-jalan ke mall, tanpa sengaja kita memperhatikan seorang balita yang dengan cas-cis-cusnya ngobrol dengan sang ibu menggunakan bahasa Inggris. Namun bukan hanya itu. Ternyata si anak juga mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Tak berapa lama kemudian, datang sang ayah yang ternyata berkewarganegaraan asing. Mungkin dalam hati kita berkata, “pantas saja si anak jago berbahasa Inggris!”

Eits, meskipun kita tidak menikah dengan seseorang yang berkewarganegaraan asing, bukan berarti kita tidak dapat mengajarkan bahasa asing kepada anak. Anak-anak, khususnya di usia 2-3 tahun, tidak hanya mampu menangkap pola kalimat yang pernah didengarnya sejak lahir, namun ia juga sedang ‘meningkatkan’ kosa-katanya.

Oleh karena itu, mengajarkan bahasa asing kepada anak di usia balita bukanlah hal yang rumit, tentunya jika kita sungguh-sungguh serius menerapkan teknik pengajaran yang akan menunjang kemampuan bahasa asingnya.

Memang ada anggapan bahwa anak-anak sebaiknya tidak langsung diajarkan dua bahasa sekaligus. Dikhawatirkan hal tersebut akan membuat anak bingung sehingga menghambat perkembangan bahasa “ibu” nya (bahasa aslinya), yaitu Bahasa Indonesia. Kekhawatiran tersebut memang beralasan karena bagaimanapun juga sebagai orang Indonesia sudah seyogyanya anak mahir dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Namun, jangan terlalu “takut” anak akan menjadi bingung karena sejak dini telah diperkenalkan dua bahasa sekaligus. Karena menurut Dr. Yvonne Freeman, seorang profesor Bilingual Education dari Amerika, mengajarkan bahasa asing sejak dini kepada anak adalah hal yang penting, mengingat usia balita merupakan periode emas otak dimana anak bisa menyerap dan mengingat banyak hal dan kemampuan termasuk kemampuan berbahasa. Yang perlu dicermati adalah teknik pengajarannya yang benar, bertahap dan tidak memaksa anak.

Nah, berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan jika kita ingin mengajarkan bahasa asing kepada anak:

  1. Pilih Bahasa yang Kita Kuasai
    Bagaimana mungkin kita bisa mengajarkan bahasa asing bila kita sendiri tidak begitu menguasainya? Oleh sebab itu, pilihlah bahasa asing yang sungguh-sungguh kita kuasi untuk dapat diajarkan kepada anak. Setidaknya kita tahu bagaimana mengucapkan kata-kata dalam bahasa tersebut. Lebih baik lagi jika kita mampu berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa tersebut.

  2. Berkomunikasi dengan Anak Menggunakan Bahasa Asing
    Cara terbaik dan tercepat untuk dapat menanamkan bahasa asing kepada anak yaitu dengan berkomunikasi secara langsung menggunakan bahasa asing tersebut. Sebagai contoh, kita bisa memberikan instruksi dalam bahasa tersebut, misalnya ketika meminta anak untuk duduk. Alih-alih berkata, “Duduk,” kita bisa berkata “Sit down” atau kata dalam bahasa asing lainnya. Selain itu, kita pun bisa membacakan cerita dalam bahasa tersebut kepada anak sebelum tidur, sehingga sang anak semakin terbiasa mendengarkan kata-kata berbahasa asing dan juga mempelajari struktur kalimat bahasa tersebut secara tidak langsung.

    Meski diperbolehkan langsung berkomunikasi menggunakan bahasa asing dengan anak, untuk tahap awal tentu sifatnya baru sebatas pengenalan terlebih dahulu. Lakukan komunikasi dalam bahasa asing kepada anak secara bertahap, pelan-pelan dari tingkat yang paling mudah terlebih dahulu. Misalnya mulai berkomunikasi dengan memperkenalkan satu demi satu kata dalam bahasa asing. Jangan langsung memaksa anak untuk bisa mengerti kalimat panjang yang Anda ucapkan dalam bahasa asing tersebut.

  3. Gerak Tubuh
    Ketika mengajarkan kata kerja berbahasa asing, kita dapat menggunakan gerak tubuh atau gesture. Sebagai contoh, ketika meminta anak untuk tidur, kita dapat berkata, “Let’s sleep.” Buatlah gerak tubuh ketika kita mengucapkan kata ‘sleep’, misalnya dengan menangkupkan kedua tangan, lalu meletakkannya di pipi sambil memiringkan kepada dan menutup mata. Ajak anak untuk ikut mencontoh gerak tubuh kita sehingga ia pun dapat lebih jelas menangkap maksud kita.

  4. Program Televisi Berbahasa Asing
    Sesekali, putarlah program favorit anak atau film kesukaan anak dalam bahasa asing. Lama kelamaan sang anak pasti terbiasa mendengarkan kalimat-kalimat yang dilontarkan dalam program atau film tersebut. Ketika anak mendengarkan kosa-kata baru, pelajari kata tersebut dan gunakanlah ketika kita berbicara pada anak. Dengan demikian sang anak tidak begitu saja melupakan kosa-kata yang baru saja diketahuinya.

    tips mengajarkan bahasa asing kepada anak

    Untuk hal ini, tentunya orang tua perlu mendampingi anak saat anak sedang menonton acara televisi. Sambil menemani anak menonton TV, Anda bisa mengenalkan dan mengulangi kata-kata yang diucapkan di televisi. Misalnya untuk bahasa Inggris, saat melihat hewan kucing dan di TV disebutkan “cat” Anda bisa langsung menegaskan kembali kepada anak bahwa kucing dalam bahasa Inggris disebut “cat”. Cara ini efektif digunakan untuk mulai mengajarkan bahasa asing kepada anak karena anak menjadi lebih ingat dan mengerti dengan apa yang ditontonnya.

  5. Permainan dalam Bahasa Asing
    Cobalah membeli educational toys dengan bahasa asing tersebut, seperti kartu-kartu angka, huruf, binatang, makanan, dan sebagainya. Jika kartu-kartu tersebut tidak tersedia di kota tempat kita tinggal, kita bisa membuatnya sendiri dengan bantuan komputer dan Internet. Ajaklah si anak bermain menggunakan kartu-kartu tersebut. Dengan sendirinya si anak akan mengetahui makna dari gambar-gambar yang dilihatnya. Selain kartu, kita juga bisa menggunakan lagu-lagu berbahasa asing. Kenalkanlah lagu-lagu anak yang biasa dinyanyikan. Kita bisa menyanyikannya sebelum tidur atau sambil menyuapi anak. Atau kita juga bisa memutarkan kaset/CD yang berisi lagu-lagu tersebut.

  6. Ajarkan Satu Kata dalam Sekali Waktu
    Ketika mengajarkan bahasa asing kepada anak usia balita, jangan langsung memberinya daftar kosa-kata yang harus dipelajarinya. Ajarilah satu kata dalam sekali waktu sampai ia benar-benar memahami dan bisa mengucapkan kata tersebut dengan baik (tentu dengan logat anak usia balita).

    Tak perlu kita mengajari bagaimana mengeja kata tersebut, apalagi memintanya untuk menuliskannya. Yang diperlukan anak usia balita adalah pengenalan kata. Cobalah untuk menunjukkan suatu gambar, misalnya gambar kelinci, dan mengucapkannya dalam bahasa asing. Minta sang anak untuk mengulanginya. Tunjukkan lagi gambar yang sama keesokan harinya dan lihat apakah sang anak masih mengingat bagaimana benda tersebut disebut dalam bahasa asing.

  7. Kursus Bahasa Asing
    Saat ini banyak ditawarkan kursus bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, bagi anak-anak usia balita, playgroup atau TK. Selagi kita memiliki dana, kita pun bisa mengikutsertakan sang anak ke kursus tersebut. Tak hanya memiliki teman bermain baru, anak-anak pun belajar untuk berinteraksi dengan orang lain menggunakan bahasa asing. Sang guru pun bisa membantu menambah kosa-kata baru maupun kalimat-kalimat yang umum diucapkan, seperti bagaimana caranya meminta izin ke kamar kecil, bagaimana caranya menyapa orang lain, dan sebagainya. Program-program yang ditawarkan pun biasanya sangat menarik. Anak tak hanya belajar bahasa asing, namun juga berkreasi dengan seni melalui art project.

Tips di atas merupakan cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mulai mengajarkan bahasa asing kepada anak. Lakukan secara pelan-pelan, dalam suasana yang menyenangkan dan tidak “memaksa” anak. Karena, meski penting untuk dilakukan, mengajarkan bahasa asing kepada anak usia balita sifatnya masih sebatas pengenalan terlebih dahulu agar anak terbiasa mendengar kosa kata baru dalam bahasa asing dan perlahan-lahan bisa akrab dengan bahasa asing yang diajarkan kepadanya itu.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *