Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mendongeng Atau Membacakan Cerita Untuk Anak

informasitips.comMendongeng atau membacakan cerita memiliki begitu banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. Walaupun orang tua sibuk dan kelelahan karena tekanan pekerjaan demi kebutuhan hidup, sebaiknya tetap harus menyisihkan waktu untuk membacakan cerita (mendongeng ) bagi buah hati tercinta. Mendongeng adalah salah satu cara mendapatkan waktu santai bersama antara orang tua dan anak. Nikmatilah setiap menitnya!

Berikut beberapa tips dan langkah yang perlu diperhatikan orang tua dalam mendongeng atau membacakan cerita kepada anak :

  1. Mulailah kebiasaan mendongeng (membacakan cerita) sejak awal sedini mungkin bahkan sejak selagi anak masih dalam kandungan. Banyak manfaat yang akan dirasakan dari kebiasaan ini sejak masih dalam kandungan.
  2. Untuk anak yang masih kecil (di bawah usia 3 tahun), Anda sebaiknya memilih buku cerita yang lebih banyak gambar dan warna-warna menariknya daripada teks.
  3. Sebaiknya orang tua menguasai dongeng secara utuh atau membaca buku cerita tersebut terlebih dahulu sebelum membacakannya untuk anak agar orang tua tahu seperti apa cerita yang akan disampaikan kepada anak. Hal ini penting agar orang tua bisa memberikan penekanan-penekanan pada bagian-bagian penting yang sebaiknya diketahui anak, mana yang perlu mendapatkan variasi suara, intonasi dan sebagainya.
  4. Bacakan cerita saat rileks atau santai bersama anak dan minimalkan gangguan yang mungkin terjadi, seperti tidak sambil memasak atau sambil menonton TV. Ini juga penting agar anak bisa belajar lebih fokus pada aktivitas yang sedang dilakukannya, mampu mencerna cerita yang disampaikan dan manfaat dongeng akan benar-benar sampai ke anak.
  5. Tips mendongeng atau membacakan cerita untuk anak

  6. Mulailah mendongeng dengan cara yang indah secara kreatif. Hal ini akan membuat anak menjadi semakin tertarik untuk mendengarkan cerita yang Anda sampaikan karena pada usia anak-anak biasanya mereka memiliki rentang perhatian yang masih sedikit (pendek) sehingga menjadi mudah bosan dan beralih ke aktivitas lain.
  7. Bila mendongeng lewat buku, orang tua bisa menggunakan aneka variasi suara disesuaikan dengan tokoh yang ada dalam dongeng. Misalnya suara besar untuk suara beruang, suara kecil untuk suara kelinci. Ikut juga menggunakan intonasi dan suara-suara yang pas dan sesuai dengan kejadian yang ada di cerita. Misalnya untuk kejadian yang menyedihkan orang tua bisa menggunakan suara yang juga agak murung dan sedih. Begitu pula sebaliknya, untuk kisah atau kejadian yang menyenangkan.

    Jangan segan untuk membuat suara yang bervariasi sesuai dengan watak tokoh cerita dan suasana yang terjadi. Dongeng yang disajikan dengan suara bervariasi akan terasa lebih hidup dan memberikan kesan lucu yang akan diingat terus oleh anak. Buatlah suara yang bernada geram saat tokoh cerita kecewa atau senang karena mendengar berita bahagia. Begitu juga halnya dengan membuat suara seorang nenek tua yang kelelahan mencari kayu bakar atau seorang raksasa yang sedang mencari mangsa.

    Bila mendongeng tanpa buku, orang tua bisa menggunakan aneka boneka tangan agar dongeng menjadi lebih menarik. Bisa juga sambil menyanyikan lagu-lagu sajak atau syair anak bila memang diperlukan.

  8. Penggunaan mata dan mimik wajah yang sesuai dengan suasana cerita. Misalnya mata yang membelalak karena marah atau terlihat sedih digunakan untuk berkomunikasi kepada anak sebagai pendengar sekaligus mengajarkan anak mengembangkan emosi.
  9. Bacakan cerita dengan tempo yang tidak terlalu cepat dan suara yang jelas agar anak bisa mendengar dengan jelas kata-kata atau kalimat baru yang didengarnya.
  10. Dongeng atau cerita yang dibacakan sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. Dengan begitu penggunaan kata-kata yang tepat harus diperhatikan. Orang tua diharapkan mampu menggunakan lafal dan intonasi yang benar sehingga bisa membuat anak berimajinasi.
  11. Gerakan atau akting terkadang juga diperlukan oleh orang tua dalam mendongeng agar bisa ebih menghayati peran dan situasi yang terjadi pada cerita. Jadi jangan segan untuk bertepuk tangan, menggelengkan kepala, berkacak pinggang misalnya ketika bercerita kepada anak.
  12. Ada kalanya orang tua perlu meminta anak untuk menebak seperti apa kejadian yang akan terjadi selanjutnya, khususnya pada bagian-bagian yang mudah ditebak misalnya dengan menutup sebagian gambar atau berhenti sejenak dan tidak langsung membalik halaman buku ke halaman selanjutnya. Hal ini tujuannya untuk merangsang anak agar berpikir dan berani mengemukakan pendapat saat mendengarkan cerita.
  13. Simpulkan pesan moral cerita yang didapat dari dongeng tersebut di akhir cerita. Orang tua juga bisa menanyakan ke anak mengenai makna cerita yang didapat dari dongeng tersebut dikaitkan dengan budi pekerti yang bisa diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.
  14. Akhiri dongeng pengantar tidur dengan cara yang indah, sambil memberikan pelukan dan ciuman hangat untuk anak.

Selamat mendongeng!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: