Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mendapatkan Skor Tinggi dalam Tes TOEFL

Posted on by in , , with 0 Comments

informasitips.com – TOEFL atau Test of English as a Foreign Language merupakan tes kemampuan bahasa Inggris (berupa American English) yang digunakan untuk mendaftar ke perguruan-perguruan tinggi di Amerika, Kanada, dan beberapa universitas di Eropa, baik dalam program undergraduate (S1) maupun graduate (S2 dan S3). Hasil tes TOEFL tak hanya digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk belajar di universitas-universitas tersebut, namun saat ini TOEFL juga banyak digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Macam-Macam Tes TOEFL
1. Internet-based test (iBT)
Sejak tahun 2005, Internet-based test (iBT) sudah menggantikan TOEFL tes yang berupa computer-based test (CBT) maupun paper-based test (PBT), meskipun pada penerapannya, PBT masih sering digunakan di beberapa institusi. Awalnya, mereka yang ingin mengikuti tes TOEFL model ini harus menunggu selama berbulan-bulan sebelum akhirnya bisa mengikuti tes tesebut. Namun, sekarang kita hanya perlu menunggu selama satu hingga empat minggu saja.

Skor TOEFL iBT berupa range poin dari 0 hingga 120. iBT berlangsung selama 4 jam dan terdiri dari 4 bagian, yaitu Reading, Listening, Speaking dan Writing. Dalam iBT, kita diperbolehkan untuk mencatat, tidak seperti dalam PBT di mana para peserta dilarang mencatat selama tes berlangsung.

Tips mendapatkan skor tinggi TOEFL

Pembahasan lanjut bagian-bagian TOEFL iBT adalah sebagai berikut:

a. Reading
Tes Reading berlangsung selama 60 hingga 80 menit. Terdapat 3 hingga 4 bacaan dalam bagian Reading iBT. Setiap bacaan terdiri dari setidaknya 700 kata dan berupa topik yang berhubungan dengan akademik. Bacaan-bacaan tersebut membutuhkan pemahaman retorik, seperti hubungan sebab-akibat, perbandingan dan argumentasi. Jawaban dari tes Reading ini pun bisa berupa mencari ide utama maupun informasi tambahan yang terdapat dalam bacaan tersebut serta pemahaman kosa kata atau vocabulary.

b. Listening
Bagian Listening berlangsung selama 60 hingga 90 menit dan terdiri dari 6 dialog yang berlangsung selama 3 hingga 5 menit, serta pertanyaan-pertanyaan seputar dialog tersebut. Dialog-dialog tersebut terdiri dari dua buah percakapan antara dua orang siswa dan empat buah percakapan berupa lecturing atau diskusi akademik.

c. Speaking
Tes Speaking berlangsung selama 20 menit dan terdiri dari 6 macam tes; 2 tes berupa tes independen di mana peserta menjawab pertanyaan yang berupa opini atas permasalahan umum, dan 4 tes berupa tes terintegrasi, di mana peserta menjawab pertanyaan dari bacaan maupun audio.

d. Writing
Tes Writing berlangsung selama 50 menit serta terdiri dari 1 tes independen dan 1 tes terintegrasi. Pada khususnya, tes Writing mengukur kemampuan peserta dalam menuliskan essay yang menjelaskan serta mendukung opini peserta terhadap bacaan atau audio yang terdapat dalam tes ini.


2. Paper-based test (PBT)
TOEFL paper-based test (PBT) biasanya diberikan ketika tidak terdapat koneksi internet di institusi tersebut untuk melangsungkan tes secara iBT. PBT berlangsung selama 3 jam dan semua bagian dilaksanakan dalam hari yang sama. Skor terendah dalam PBT yaitu 310 dan yang tertinggi yaitu 677. Tidak seperti iBT, skor Writing dihitung terpisah dan biasa disebut sebagai skor TWE atau Test of Written English. Penilaiannya berupa range antara 0 hingga 6.

Bagian-bagian TOEFL PBT yaitu sebagai berikut:
a. Listening
Tes Listening berlangsung selama 30 hingga 40 menit dan terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama berisi 30 pertanyaan yang berupa percakapan singkat antara 2 pembicara. Bagian kedua berisi 8 pertanyaan yang berasal dari 2 percakapan antara 2 pembicara. Percakapan ini lebih panjang daripada 30 percakapan di bagian pertama. Sedangkan bagian terakhir berisi 12 pertanyaan yang berasal dari 3 soal, yang merupakan pembicaraan atau pidato dari 1 orang pembicara.

b. Structure and Written Expression
Tes Structure and Written Expression berlangsung selama 25 menit dan terdiri dari 25 pertanyaan seputar mengidentifikasi kesalahan grammar dalam kalimat.

c. Reading Comprehension
Tes Reading berlangsung selama 50 menit dan terdiri dari 50 pertanyaan seputar bacaan-bacaan yang ditampilkan dalam tes. Bacaan-bacaan tersebut bisa berupa ilmu pengetahuan, sejarah, biografi, maupun topik bacaan pada umumnya.

d. Writing
Tes Writing berlangsung selama 30 menit dan berupa essay sebanyak 250 hingga 300 kata.

Lalu, bagaimana agar mendapatkan skor tinggi dalam tes TOEFL? berikut tipsnya:

Untuk mendapatkan skor tinggi dalam tes TOEFL, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang cukup tentang bahasa Inggris, baik dalam grammar atau tata bahasa, kosa kata, idiom, dan kemampuan mendengarkan dan memahami percakapan dalam bahasa Inggris dengan baik.

Persiapan diri sangatlah penting sebelum memutuskan untuk mengikuti tes TOEFL. Lantas, bagaimana caranya supaya mendapatkan skor tinggi dalam tes TOEFL? Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:

  1. Mengetahui gambaran tes TOEFL. Kamu tidak mungkin langsung mengikuti tes TOEFL tanpa mengetahui seperti apakah bentuk tes TOEFL itu sendiri. Melakukannya sama halnya seperti kalah sebelum berperang. Untuk itu, banyak-banyaklah mencari informasi mengenai bacaan-bacaan atau soal-soal yang biasa dikeluarkan dalam tes TOEFL. Tak ada salahnya membeli buku panduan tes TOEFL yang banyak dijual di toko buku untuk latihan. Semakin sering berlatih, semakin lancar dan bertambah pula kemampuanmu memahami bagian-bagian tes TOEFL.
  2. Pelajari lagi semua aturan grammar dan idiom yang sudah maupun yang belum kamu ketahui. Dalam s*ksi Structure and Written Expressions maupun Writing, kamu dituntut untuk mengetahui aturan-aturan grammar dalam bahasa Inggris jika kamu ingin menyelesaikan bagian ini dengan skor tinggi.
  3. Ikuti kursus persiapan tes TOEFL. Lembaga-lembaga bahasa Inggris biasanya menawarkan kursus persiapan tes TOEFL. Jika kamu memiliki tabungan lebih, ikuti kursus ini dan kamu akan mendapatkan bimbingan serta tips dan trik bagaimana menyelesaikan soal-soal tes TOEFL. Tanyalah pada tutormu mengenai grammar yang belum kamu pahami, sehingga kamu bisa menguasai grammar tersebut lebih baik. Guru yang berpengalaman dalam mengajar TOEFL akan memberitahumu cara tercepat dan termudah menjawab soal-soal tes TEOFL, sebab sering kali kamu tak perlu membaca soal tes atau bacaan seluruhnya hanya untuk menjawab pertanyaan yang ditanyakan.
  4. Tidur cukup sebelum mengikuti tes TOEFL. Untuk menghilangkan grogi sebelum tes, ada baiknya kamu cukup tidur. Persiapkan semua peralatan tulis menulis yang kamu butuhkan sebelumnya (jika kamu mengikuti TOEFL PBT). Bawa lebih dari satu pensil dan rautan, kalau-kalau pensilmu kurang tajam untuk memblok lingkaran jawaban.
  5. Baca instruksi setiap pertanyaan dengan baik. Soal-soal tes TOEFL sering menjebak pesertanya. Jangan memakan waktu terlalu lama hanya untuk membaca soal atau membaca bacaan dalam bagian Reading.

Practice makes perfect. Oleh karena itu, banyak-banyaklah berlatih sebelum kamu mengikuti tes TOEFL yang sebenarnya sehingga kamu menjadi terbiasa menghadapi soal-soal yang mungkin terdapat dalam tes TOEFL tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih