Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri

informasitips.com – Biaya sekolah maupun kuliah yang membengkak tentu membuat banyak orang berpikir ulang jika harus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, dengan beasiswa, kita bisa tetap menjutkan studi tanpa perlu khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan selama studi tersebut. Beberapa beasiswa bahkan menawarkan studi ke luar negeri, yang tentunya menjadi nilai plus tersendiri bagi lulusannya.

Memenangkan sebuah beasiswa sebenarnya gampang-gampang susah. Tentu kita tidak mungkin bisa memenangkan beasiswa bila kita tidak memiliki persiapan yang matang. Nah, bila kita ingin mendapatkan beasiswa baik dalam dan luar negeri, berikut beberapa tips yang bisa kita ikuti:



1. Berburu Beasiswa
Ada banyak universitas di dalam dan luar negeri yang menawarkan beasiswa, baik itu beasiswa untuk studi S1, S2 maupun S3. Sering-seringlah mencari informasi beasiswa yang ditawarkan. Informasi ini bisa kita peroleh di kampus, di surat kabar, maupun di situs-situs beasiswa dalam dan luar negeri. Jika kita ingin mendaftarkan aplikasi sebuah beasiswa, ada baiknya kita mempersiapkan diri sejak dini. Beasiswa biasanya banyak ditawarkan 6 bulan sebelum tahun akademik baru dan memiliki tenggat waktu pengumpulan aplikasi selama beberapa bulan. Oleh karena itu, gunakan waktu tersebut untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta sehingga kita tidak perlu mengumpulkan aplikasi terlalu dekat dengan tenggat waktu yang ditentukan.


Tips Mendapatkan Beasiswa dalam dan luar negeri

2. Penguasaan Bahasa Asing
Tidak bisa ditawar lagi, jika kita ingin mendapatkan beasiswa, kita harus menunjukkan kemampuan kita berbahasa asing, minimal bahasa Inggris. Mengapa demikian? Ketika kita memasukkan aplikasi untuk sebuah beasiswa, kita diminta untuk menyertakan sebuah essay atau karangan yang bersifat akademik. Nah, karangan ini tentunya ditulis dalam bahasa Inggris yang baik dan benar.

Beberapa universitas di Eropa, Australia dan Amerika mengharuskan para pelamar beasiswa untuk memiliki nilai TOEFL minimal 550 (paper-based TOEFL), sedangkan universitas-universitas di Inggris biasanya mengharuskan kita untuk memiliki nilai IELTS minimal 6.5. Maka dari itu, mau tak mau kita harus menguasai bahasa Inggris dengan baik karena untuk melamar sebuah beasiswa kita harus menunjukkan bukti tes, baik TOEFL maupun IELTS. Ada baiknya pula kita menguasai bahasa asing negara yang dituju, misalnya bila kita mendaftar untuk beasiswa ke Jerman, maka kita setidaknya bisa berbahasa Jerman dengan baik.


3. Prestasi Akademik
Bukan rahasia lagi bila prestasi akademik menentukan apakah kita akan memenangkan beasiswa yang kita lamar atau tidak. Bagi yang ingin mendapatkan beasiswa Master atau S2, sebaiknya IPK kita semasa kuliah S1 dulu tidak kurang dari 3. Bila pun kurang, jangan berkecil hati. Kita bisa menutupi kekurangan kita dengan menyertakan artikel-artikel yang pernah kita publikasi atau tulisan-tulisan ilmiah kita (paper).


4. Prestasi Non-Akademik
Prestasi non-akademik mungkin bukan menjadi faktor utama yang menentukan apakah nantinya kita akan memenangkan beasiswa yang kita daftar atau tidak, namun tentu prestasi non-akademik bisa memberi nilai tambah tersendiri. Organisasi apa yang kita ikuti semasa kuliah atau sekolah dulu? Kegiatan-kegiatan apa saja yang kita lakukan? Lomba-lomba apa yang pernah kita menangkan atau ikuti? Atau, bila kita senang menulis, artikel atau cerita apa yang pernah kita publikasikan? Dengan menyertakan daftar kegiatan non-akademik kita, secara tak langsung menunjukkan keaktifan kita.


5. Belajar Menulis Essay
Seperti disinggung di atas, kita diharuskan untuk menulis sebuah essay ketika melakukan aplikasi sebuah beasiswa. Essay atau karangan seperti apa yang sebaiknya kita tulis? Tulislah essay yang sesuai dengan topik yang diminta, tetaplah fokus pada topik tersebut (jangan melebar) dan buatlah tulisan yang semenarik mungkin. Para juri tentu akan membaca ratusan, bahkan ribuan, essay dengan topik yang sama, dan bukan tak mungkin mereka akan bosan membaca essay yang isinya begitu-begitu saja. Oleh karena itu, jika karangan kita unik dan menarik, kita memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan beasiswa tersebut. Banyak-banyaklah membaca cara menulis essay untuk beasiswa (how to write a scholarship essay) untuk menambah pengetahuan kita.


6. Kelengkapan Administrasi
Ketika melamar beasiswa, beberapa hal di bawah ini perlu kita siapkan sebelumnya. Oleh karena itu, usahakan kita melengkapi syarat-syarat administrasi tersebut secepatnya sebelum tenggat waktu pendaftaran ditutup.

Berikut beberapa persyaratan administrasi yang biasa diminta:

  1. CV. Ketika membuat CV, pastikan kita menuliskan hal-hal yang relevan yang dapat membantu kita memenangkan beasiswa yang kita lamar, seperti publikasi ilmiah dan pengalaman kerja.

  2. Kemampuan bahasa, seperti TOEFL, IELTS, maupun tes bahasa asing lainnya.
  3. Transkrip ijasah
  4. Surat rekomendasi dari pembimbing (sebaiknya yang bergelar Doktor atau yang memiliki jabatan strategis, seperti dekan atau kepala jurusan). Rekomendasi ini biasanya dikirim langsung ke institusi yang kita lamar melalui email atau pos oleh si pemberi rekomendasi, meskipun bisa juga dikirim dalam berkas lamaran kita dengan mencantumkan tanda tangan pemberi rekomendasi.
  5. Motivation Letter, berupa karangan yang menjelaskan mengapa kita tertarik mendapatkan beasiswa tersebut, hal-hal apa yang akan kita lakukan setelah kita lulus dari perguruan yang menawarkan beasiswa, dan sebagainya.
  6. Akta kelahiran
  7. Surat keterangan kesehatan
  8. Dan lain-lain



7. Persiapan Wawancara
Jika aplikasi beasiswa lolos ke tahap berikutnya, biasanya kita diundang untuk wawancara secara langsung (face-to-face) dengan finalis lainnya untuk menentukan siapa yang berhak memenangkan beasiswa tersebut. Grogi maupun keringat dingin tentu tak bisa dihindari. Maka dari itu, pastikan kita telah berlatih sebelumnya, apa saja yang akan kita sampaikan selama wawancara, dan sebagainya. Sering kali pula kita diminta untuk menjelaskan kembali essay yang kita tulis sebelumnya. Untuk itu, pastikan kita memiliki salinan karangan kita tersebut supaya kita tidak lupa apa yang telah kita tulis.


8. Berdoa dan Berusaha
Yang terpenting ketika kita melamar suatu beasiswa, kita harus banyak berdoa. Tetaplah berpikir positif dan yakin bahwa aplikasi kita lah yang akan terpilih nantinya. Bagaimana bila ternyata kita tidak lolos? Jangan patah semangat. Ada banyak beasiswa tersebar di luar sana. Jadikan kegagalan sebagai pedoman di masa depan. Pelajari mengapa kita gagal dan perbaiki kegagalan tersebut. Banyak-banyaklah berusaha dan jangan putus asa. Semoga berhasil!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

3 thoughts on “Tips Mendapatkan Beasiswa Dalam dan Luar Negeri

  1. Studi Master Luar Negeri

    salut buat orang” indonesia yang berjaya di luar negeri.. nah buat kamu” semua mungkin ada yang ingin studi S2 / S3 di luar negeri bisa tanya di sini. or :

    Phone: 081385000199 / 021- 57953437
    Pin BB: 31539058
    Web : .www.overseaszone.com
    Facebook: studi.master@yahoo.com
    Twitter: program_master

    temukan pula banyak kemudahan” dalam pencicilan biaya kuliah 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *