Home » Parenting » Tips Melindungi Anak Dari Pelecehan Seksual

Tips Melindungi Anak Dari Pelecehan Seksual

Oleh Informasitips.com on December 4, 2011 in Parenting, Tips - No comments

tips melindungi anak dari pelecehan seksualinformasitips.com – Kasus-kasus pelecehan seksual terhadap anak yang sering kita dengar lewat berbagai media massa tentunya membuat kita khawatir. Pemerkosaan anak di bawah umur, sodomi, pedofilia, dan kasus pelecehan seksual lainnya mengintai buah hati kita, kapan dan dimana saja, bahkan di lingkungan terdekat sekalipun.

Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 25-50% anak mengalami beberapa bentuk tindakanan pelecehan seksual. Sungguh mengerikan. Oleh karenanya, orang tua harus lebih berhati-hati dalam mengawasi dan memberikan proteksi terhadap anak. Lindungi anak dari pelecehan seksual sejak dini. Latih anak agar bisa menghindari berbagai kemungkinan timbulnya perilaku yang mengarah ke tindak pelecehan seksual. Dengan memberikan edukasi kepada anak berarti Anda telah mengupayakan tindakan pencegahan terhadap hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Berikut tips bagi orang tua untuk melindungi anak dari pelecehan seksual:

  1. Ajarkan anak rasa malu
    Ajarkan anak rasa malu. Semakin besar usia anak, ia harus sudah mengenal dan memiliki rasa malu. Misalnya, orang tua tidak boleh membiarkan anaknya tidak memakai baju saat berada di depan orang lain, selain orang tuanya. Banyak orang tua yang menganggap anak kecil yang tidak memakai baju (atau hanya memakai kaos dalam saja) adalah hal yang biasa. Padahal seharusnya tidak demikian karena hal tersebut bisa membahayakan anak. Meskipun masih kecil, anak-anak tetap harus dibiasakan untuk merasa malu bila ia berada di dekat orang lain tanpa memakai baju. Terlebih bila anak berada di sekitar orang lain yang berbeda jenis kelamin dengan anak. Meskipun masih kecil, anak pun harus diberi batasan dalam bergaul dengan teman sebayanya yang berbeda jenis kelamin. Orang tua pun perlu menjelaskan kepada anak bahwa tubuhnya adalah hal yang pribadi dan tidak sembarang orang boleh melihatnya.

  2. Ajarkan anak berani bereaksi dan menolak disentuh pipi, perut, dan pantat
    Anak juga perlu diajarkan untuk berani bereaksi dan menolak bila ada orang lain yang memegang-megang pipi, perut, pantat, dan area pribadi lainnya. Banyak anak kecil yang dicium, dipegang pipi, perut, pantat atau bagian tubuh lainnya oleh paman, om, tante atau bahkan orang asing yang tidak terlalu dekat. Setelah anak menginjak usia 7 tahun, latih anak untuk menolak bila ia diperlakukan demikian oleh orang lain selain orang tuanya. Anda sebagai orang tua pun harus mulai melarang dan memberikan pengertian kepada orang lain untuk tidak melakukan hal yang demikian terhadap anak Anda.

  3. Ajarkan anak untuk mewaspadai orang yang berbahaya
    Anak-anak sangat perlu diedukasi untuk bisa waspada terhadap orang yang berbahaya. Anak harus diajarkan agar berhati-hati dengan orang asing yang baru saja di kenalnya. Berikanlah penjelasan kepada anak bahwa tidak semua orang itu baik. Jelaskan kepada anak bahwa orang yang berbahaya itu bisa ada di mana saja. Tak hanya di lingkungan baru namun besar kemungkinan juga ada di lingkungan sekitar kehidupan sehari-hari anak, misalnya di rumah, sekitar rumah, sekolah, dan lain sebagainya. Anak harus mengetahui itu sehingga ia bisa memberikan proteksi terhadap dirinya sendiri.

    Jangan lupa untuk memberitahu kepada anak agar tidak mudah termakan bujuk rayu seseorang yang kesannya baik dan menyenangkan bagi anak. Latih anak cara menolak segala iming-iming yang diberikan padanya, dan tak ada salahnya juga diajarkan untuk membela dan menyelamatkan diri bila keadaan memaksa, misalnya berteriak dan berlari.

  4. Ajarkan anak bersikap, berkata-kata dan berpakaian sopan
    Latih anak agar tidak terbiasa bersikap yang mengundang niat jahat para pelaku pelecehan seksual. Anak yang terlalu lucu dan menggemaskan biasanya mengundang keinginan orang untuk mendekati gemas dan mencubit atau bahkan menciumi anak. Anda juga harus mengajarkan kepada anak agar ia terbiasa berpakaian dan bersikap sopan, misalnya anak tidak boleh duduk sembarangan, bermain sambil berguling-guling di depan orang lain sehingga tanpa sadar memperlihatkan kemolekan tubuhnya. Oleh karena itu latih anak untuk berkata, bersikap dan berpakaian sopan agar mengurangi kemungkinan orang berlaku tidak sopan pada anak.

  5. Jangan dimandikan sembarang orang
    Sebaiknya anak tidak boleh dimandikan oleh sembarangan orang terlebih bila orang tersebut berlainan jenis kelamin dengan anak, meskipun masih keluarga. Setelah anak berusia 5 tahun, anak sudah mulai harus diajarkan untuk mengetahui perbedaan jenis kelamin, perbedaan dirinya dengan orang lain, bahkan sudah bisa mengerti bahwa ada sesuatu yang lain bila disentuh. Oleh karena itu, sejak dini biasakan anak untuk dimandikan oleh orang yang sejenis kelamin dengannya dan perlahan-lahan dilatih agar bisa mandi sendiri. Begitu pula dalam hal berpakaian, anak-anak tidak boleh dibiarkan dipakaikan baju oleh sembarang orang.

  6. Jangan biarkan anak tidur dengan sembarang orang
  7. Anak kecil sebaiknya tidak dibiarkan tidur dengan sembarangan orang. Meskipun keluarga ataupun orang yang sudah Anda kenal sekalipun, Anda tetap harus berhati-hati, karena kita tidak akan pernah tau siapa saja yang mungkin bisa menjadi pelaku pelecehan. Membiarkan anak tidur dengan sembarangan orang akan memperbesar kemungkin timbulnya perilaku pelecehan seksual pada anak.


  8. Awasi anak dalam pergaulannya
    Anak-anak perlu diawasi pergaulannya sehari-hari, baik di lingkungan rumah, sekolah, tempat umum, maupun di dunia maya. Awasi namun tidak over protective agar anak juga tetap dapat berkembang. Berilah pengertian kepada anak untuk selalu berhati-hati terhadap orang lain terutama orang yang baru dikenalnya.

    Di zaman teknologi canggih seperti sekarang ini, banyak anak yang sudah sangat akrab dengan dunia maya seperti facebook, twitter, email, dan lain sebagainya. Di satu sisi kecanggihan teknologi tersebut dapat mempermudah anak dalam mengaskses informasi, namun di sisi lain juga bisa mendatangkan bahaya bagi diri anak sendiri. Awasi anak saat ia bergaul dengan teman-temannya lewat dunia maya. Perhatikan siapa-siapa saja yang menjadi temannya. Anda juga bisa meminta password anak agar Anda bisa mengakses masuk ke akun anak. Ajarkan ia agar bisa menjaga informasi pribadi dan identitas pribadi penting lainnya. Beri penjelasan kepada anak agar ia mengerti bahwa tidak sembarangan orang boleh mengetahui informasi pribadi tentang dirinya, seperti alamat lengkap rumah, nama orang tua, alamat sekolah, foto, video, aktivitas sehari-hari, dan lainnya yang bisa mengundang datangnya pelaku. Karena para pelaku mungkin saja mengincar korbannya lewat identitas diri dan berbagai aktivitas internet yang dilakukan anak lewat facebook, twitter, email, dan lain sebagainya.

Proteksi yang diberikan kepada anak bukanlah suatu bentuk pengekangan, melainkan pemahaman kepada anak agar anak pun bisa memberikan perlindungan terhadap dirinya sendiri saat ia beraktivitas di luar pengawasan orang tuanya.











Tentang Penulis

admin

Kami adalah Admin informasitips.com. Kami harap artikel-artikel di blog ini bisa berguna untuk Anda. Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada pembaca setia informasitips.com

homeWebsite Penulis|archiveArsip Penulis



Untuk Berlangganan Artikel Kami, Tulis Email Anda Pada Form di Bawah ini.

Jangan Lupa Cek Email Anda Setelahnya. Terimakasih



Post Comment

© 2012 Informasi dan Tips oleh Informasitips.com. All rights reserved. Icons by Komodo Media.