Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips dan Trik Mengatasi Anak (Bayi) Susah Makan

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Perkembangan anak dari hari ke hari amat sangat menabjubkan. Dari bayi lemah yang menggantungkan seluruh hidupnya kepada orang tua, menjelma menjadi si kecil yang sangat pintar. Lika-liku proses perkembangan anak tersebut tidaklah diraih dengan begitu saja, akan tetapi harus diimbangi nutrisi yang bisa mendukung pertumbuhannya. Bayangkan saja, jika harapan bunda yang ingin memiliki anak pintar tidak didukung dengan nutrisi yang baik, tentunya harapan sang bunda itu hanya akan menjadi angan-angan semata, apalagi pada usia bayi 0-3 tahun yang merupakan masa Golden Age atau masa keemasan bagi pertumbuhan buah hati. Akan tetapi, bagaimana jika dalam memberikan nutrisi anak tersebut, Bunda mengalami hambatan yaitu sang anak (bayi) susah makan?

tips dan trik mengatasi anak susah makan

Biasanya perilaku susah makan pada anak (bayi) ditandai dengan hal-hal sebagaimana berikut:

  1. Anak (bayi) mengeluarkan kembali makanannya, hal itu dikarenakan anak (bayi) masih merasa aneh dan belum terampil mengolah makanannya
  2. Anak (bayi) menyembur makanannya ketika disuapi
  3. Anak (bayi) menutup rapat rapat mulutnya ketika bunda menyuapinya
  4. Anak (bayi) menolak makanan yang disuapkan kepadanya dengan menepis makanan tersebut
  5. Anak (bayi) tidak mengunyah makanannya dan tidak menelannya (mengemutnya)

Dengan tingkah polah anak (bayi) yang demikian, tentunya bunda pun panik dan khawatir bukan? Jangan keburu kesal dulu ya bunda jika mendapati sang buah hati susah makan. Cari tahu dulu kenapa anak (bayi) susah makan, kemungkinan anak lagi sakit, sariawan, sedang tumbuh gigi, sakit tenggorokan atau ada gangguan pencernaan. Jika bunda sudah mencari tahu penyebabnya, barulah bunda bisa mencari solusi untuk mengatasinya.

Sebagai seorang Bunda, saya pun pernah mengalami kekhawatiran sebagaimana yang dirasakan para Bunda lainnya. Saat usia 0-6 bulan, saya hanya memberinya ASI ekslusif, setelah menginjak usia 6 bulan, saya berkeinginan untuk memperkenalkan MPASI kepada anak saya. Pada usia 6 bulan, saya hanya memberikannya 1-2 jenis makanan saja seperti buah lumat / bubur beras putih / merah yang dicampur dengan margarin dan telur. Ketika usianya 7 bulan, saya memberinya makanan bubur saring yang terdiri dari bubur beras, margarin, telur, wortel & jagung / kentang, saya memberinya bubur saring sampai dengan usia 9 bulan. Setelah usia 9 bulan, saya mengganti bubur berasnya dengan nasi tim dengan berbagai macam sayur-sayuran, telur/ hati ayam/ kaldu ceker ayam, margarin, tahu/ tempe dengan 3x pemberian dalam sehari. Selain itu saya juga memberikannya makanan selingan yakni puree buah yang diblender atau agar-agar yang dicampur dengan susu formula (sufor) dengan sedikit tambahan gula dan diberikan sebanyak 2x dalam sehari. Tidak hanya nasi tim yang saya berikan, kadang saya menggantinyanya dengan nasi lemes + sayur kuah seperti bening dan sayur bobor yang terdiri dari daun bayam, jagung sisir agak kasar dikit, tempe goreng yang saya lumatkan dan kuning telur rebus / lele goreng yang diambil daging dalamnya. Alhamdulilah dengan menu yang bervariasi tersebut, bayi saya lahap makan walau sempat sulit makan beberapa hari pasca sakit di usia 9 bulan.

Pengalaman saya tadi semoga dapat memotivasi Bunda untuk tetap bersabar dalam memberikan makanan untuk buah hati anda yang susah makan. Berikut tips dan trik dari saya dalam mengatasi masalah susah makan pada anak:

  1. Jangan memberikan makanan kudapan diwaktu jam makan buah hati anda
    Memberikan makan selingan seperti jus buah, puree buah, biskuit bubur, biskuit sari buah, sari kedelai, penting diberikan kepada sang buah hati untuk memperkenalkan bayi dengan berbagai rasa dan tekstur sejak dini. Dengan memperkenalkan variasi rasa sejak dini, maka kemungkinan anak akan terhindar dari pilih-pilih makanan atau Picky Eater.

    Walau demikian, aturlah pemberian makanan selingan tersebut sesuai dengan jadwal secara teratur, jangan memberikan makanan selingan atau kudapan di waktu jam makan anak atau bayi anda jika tidak ingin anak anda menolak makanan karena kenyang sebelum makan.

    Berikut contoh jadwal makan anak (Bayi) usia 9 bulan:
    06.00 : Asi
    07.00 : Bubur Tim dengan aneka sayuran dan lauk
    10.00 : Selingan berupa jus buah / puree buah
    11.00 : ASI sekehendak
    12.00 : Makan siang (Nasi lembek + sayur kuah + lauk)
    02.00 : Makanan Selingan (agar-agar susu)
    04.00 : ASI
    18.00 : Makan Sore ( Nasi lembek + sayur kuah + lauk)
    20.00 : ASI

  2. Sajikan menu bervariasi agar anak tidak bosan
    Bukan hanya orang dewasa yang merasakan bosan terhadap apa yang ia makan. Anak pun merasakan hal yang sama. Sajikan menu yang variatif agar anak tidak mudah bosan. Jika hari ini bayi (usia 6-7 bulan) makan bubur beras berikan bubur kacang hijau keesokan harinya, jika hari anak makan nasi tim dengan sayur buncis-wortel berlaukkan telur, maka keesokan harinya berikan nasi tim dengan sayur jagung – bayam berlaukkan daging sapi giling dan seterusnya.

    Ingat! pemberian makan kepada anak (bayi) dilakukan secara bertahap dari buah lumat, bubur beras dilanjutkan dengan pemberian nasi tim saring lalu dilanjutkan dengan nasi tim dan seterusnya.

  3. Ciptakan suasana menyenangkan
    Jika sang buah hati saya lagi tidak mood makan, biasanya saya mencarikan teman yang sebaya untuknya lalu mengajaknya makan bersama dengan ikut menyuapinya, alhasil anak saya pun semangat makan karena memiliki teman untuk makan. Hal lain yang saya lakukan adalah dengan memanggil hewan kesukaannya seperti kucing, ayam sambil berkata “ yam / kucing, sudah makan belum? Nich dedek lagi makan, kamu sudah makan apa belum?. Selain untuk menciptakan suasana menyenangkan, hal itu pun akan menumbuhkan sikap emapti sang anak terhadap lingkungannya.
  4. Berikan tampilan makanan yang menarik
    Makanan yang disajikan dengan kreatif dan secantik mungkin akan dapat menggugah selera makan sang anak sehingga anak tertarik untuk mencicipi makanan yang tampak enak. Kreativitas yang dapat dilakukan oleh Bunda untuk menarik selera makan anak yaitu dengan membentuk makanan seperti muka boneka atau mempercantiknya dengan hiasan-hiasan yang berasal dari sayuran atau buah sehingga tampil lebih menarik. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan meletakkan makanan anak/bayi pada wadah makan kesayangannya. Jika anak sudah sedikit besar, contoh lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengikutsertakannya dalam kegiatan memasak dan menyiapkan makanannya sambil memberikan informasi berbagai manfaat dari masing-masing makanan bagi tubuh kita.
  5. Perkenalkan makanan sesuai dengan usia sang anak (bayi) dengan rasa dan tekstur makanan berbeda
    Saat memberikan makan kepada anak (bayi) terutama diawal pengenalan makanan, beri makan sesuai dengan usia mereka. Untuk bayi yang berusia 6 bulan, berikan buah lumat, sari buah atau bubur beras. Buah untuk awal MPASI bisa pepaya, pisang, sari jeruk, sari tomat. Usia 7-8 bulan bayi dapat diberikan nasi tim saring, sedang bayi usia 9 bulan dapat diberikan nasi tim. Jangan memberikan makanan bayi yang tidak sesuai dengan usia mereka, misalnya bayi usia 6 bulan diberikan makanan yang kasar. Anda tidak ingin sang buah hati tercinta tersedak gara-gara salah pilih makanan, ya kan?

Nah Bunda, silahkan mencoba tips dan trik mengatasi anak susah makan dari saya ya bunda. Semoga bermanfaat.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkannya. Terimakasih

OUR FRIEND