Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips dan Cara Mengajak Bayi Bicara

informasitips.com – Agar kemampuan bicara dan bahasa bayi dapat berkembang dengan baik, maka orang tua harus banyak memberikan stimulasi, salah satunya adalah dengan sering mengajak bayi bicara. Selain mampu meningkatkan kemampuan bahasanya, sering mengajak bayi bicara ternyata juga memberikan dampak positif bagi kecerdasan otak bayi.

Sejumlah riset menunjukkan bahwa anak-anak yang sejak bayi sering diajak bicara oleh orang tuanya ternyata memiliki IQ yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak atau jarang diajak bicara. Kosakata yang mereka miliki juga lebih kaya, sehingga kemampuannya dalam memahami sesuatu akan jauh lebih baik.

Jangan takut dianggap aneh ketika mengajak bayi bicara. Bayi memang belum bisa berkata-kata, namun bukan berarti ia tidak bisa diajak berbicara.

Sejak usia 2 bulan bayi sudah bisa membedakan suara satu dengan suara lainnya, dan memberikan respon dengan senyuman atau tertawa saat diajak bicara.

Ketika bayi berusia 6 bulan ke atas, maka ia mulai bisa melakukan babbling atau mengeluarkan ocehan (celotehan). Dan, pada usia 8 bulan, bayi sudah mengerti beberapa suara dan kata. Ia pun mulai bisa berteriak untuk mencari perhatian, merespon ketika namanya dipanggil, dan tertarik saat ada orang yang berbicara, meski tak langsung tertuju padanya.

Tips-cara-melatih-mengajak-bayi-bicara-stimulasi-kemampuan-bicara-bayi

Lalu, bagaimana cara mengajak bayi bicara?
Tak perlu pusing-pusing, orang tua dapat mengajak bayi bicara saat melakukan kegiatan rutin sehari-hari, misalnya saat mengganti popok, memberikan makan, memandikan, atau saat sedang bermain dan bercanda dengan bayi. Terangkan pada bayi mengenai kegiatan yang sedang dilakukan, dan sesekali ajukan pertanyaan kepadanya. Tentu respon yang diharapkan bukanlah jawaban berupa kata-kata yang keluar dari mulut bayi, melainkan respon dalam bentuk gumaman atau celotehan dari bayi. Bahkan, respon bayi dalam bentuk tersenyum atau tertawa juga merupakan sesuatu hal yang bagus yang menandakan bahwa ia sudah bisa diajak berinteraksi.

Mengajak bayi bicara merupakan bentuk stimulasi (rangsangan) untuk meningkatkan perkembangan bahasa bayi. Namun, dalam mengajak bayi bicara tentu saja ada aturannya dan tidak boleh sembarangan, agar hasil yang didapat nantinya sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara yang benar dalam mengajak bayi bicara, simak beberapa tips penting berikut ini:

  1. Lakukan dengan sering dan berulang
    Pembelajaran bicara pada bayi dimulai lewat mendengarkan. Biarkan bayi mendengar apa saja yang Anda katakan. Berbicaralah dengan sering dan berulang-ulang agar kemampuan bicaranya lebih cepat berkembang. Semakin banyak bayi mendengar, maka ia akan lebih cepat belajar bicara.

    Tahukah Anda, bahwa kemampuan mendengar suara pada bayi sudah ada sejak bayi masih berada dalam kandungan, yaitu sekitar usia 3 – 4 kehamilan. Bayi sudah bisa mengenal irama, kekerasan suara, frekuensi, dan nada-nada suara. Oleh karena itu, bayi bisa menerima sinyal-sinyal suara (audio) meskipun ia belum mengerti artinya.

  2. Beri respon terhadap ocehan bayi
    Tak hanya suka menirukan suara orang lain, bayi juga sangat senang bila ocehannya direspon dan ditiru orang lain. Di sini bayi belajar bagaimana caranya menjalin suatu interaksi dengan orang lain.
    Saat bayi mengoceh “uuuh…” misalnya, respon balik ocehan bayi tersebut dengan mengucapkan hal yang sama. Begitu pula saat bayi mengeluarkan ocehan “bababa…” misalnya, tirukan dan ulangi lagi ocehannya tersebut. Aktivitas menirukan suara dan ocehan bayi ini juga akan mengajarkan kepada bayi, bagaimana caranya ia menirukan suara Anda kelak.

  3. Gunakan bahasa yang benar dan jelas
    Saat berbicara kepada bayi, gunakanlah bahasa yang benar dan jelas. Jangan terbiasa untuk menggunakan bahasa yang cadel (layaknya bahasa bayi). Jika bayi sering menerima/mendengar sinyal audio (suara) yang cadel dan tidak jelas, maka output yang akan keluar dari mulut bayi juga audio (suara) yang cadel dan tidak jelas, sebagaimana yang sering ia dengar.

    Bila Anda terbiasa untuk berbicara dengan bahasa yang benar dan jelas kepada bayi, maka di kemudian hari, Anda tak perlu repot-repot lagi membetulkan kata-kata cadel yang diucapkan si kecil. Ia pun tidak akan kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain nanti.

  4. Jangan gunakan kata ganti
    Bayi kecil masih sulit memahami arti “aku”, “saya”, “kamu”, atau “dia”. Karena kata-kata tersebut dapat berarti ayah, ibu, kakek, nenek, tergantung dari siapa yang mengajaknya bicara. Akibatnya, bayi bisa mengalami kebingungan arti dan makna.

    Lebih baik, gunakan kata “Mama”, “Bunda”, atau “Ibu”, untuk sebutan Anda sebagai ibunya, dan begitu pula dengan sebutan “ayah”, “kakek”, atau “nenek”. Usahakan juga agar anggota keluarga lain yang mengajak bayi bicara juga mengerti akan hal ini. Jangan sampai, setiap orang yang mengajak bayi bicara menyebut dirinya “Aku”, sehingga menimbulkan kebingungan pada bayi mengenai arti dan maksud dari kata “Aku” itu sendiri.

    Penggunaan kata “Aku” mulai dapat digunakan bila usia bayi sudah lebih besar (di atas 1.5 tahun).

  5. Ajukan banyak pertanyaan
    Berikan kesempatan kepada bayi untuk mengeluarkan suara, apapun jenis suaranya. Salah satunya adalah dengan mengajukan banyak pertanyaan. Misalnya, ajukan pertanyaan ke bayi, “Adek sayang sama bunda, gak?”

    Setelah mengajukan pertanyaan ke bayi, diamkan sebentar dan tunggu responnya. Bayi mungkin akan bereaksi atau berespon dengan mengeluarkan berbagai suara. Ketika bayi sudah merespon, balas kembali respon bayi sehingga terbentuk sebuah interaksi. Andaikan pun bayi hanya merespon dengan senyum dan tawa, atau bahkan tidak memberikan respon sama sekali, tak perlu merasa kecewa, ajukan saja lagi pertanyaan lainnya.

  6. Gunakan kata dan kalimat yang sederhana
    Saat mengajarkan bayi bicara, gunakanlah kata-kata dan kalimat yang sederhana. Hindari pemilihan kata yang cenderung rumit. Selain itu, berbicaralah dengan intonasi yang tidak terlalu cepat dan jelas, sehingga bayi memiliki kesempatan untuk menangkap dan memahami kata-kata yang didengarnya.

  7. Beri rasa nyaman dan tenang
    Bayi memiliki kemampuan instinktual, yaitu secara naluri bisa merasakan dan tahu mana suara-suara kasih sayang atau bukan. Umumnya, ini berhubungan dengan keras-lembutnya suara. Oleh karena itu, jangan bicara pada bayi dengan kalimat-kalimat negatif, seperti mengolok, mengejek, marah, dan kasar. Tetapi, berilah pujian dengan tulus, dan berbicaralah dengan kata-kata, kalimat-kalimat, dan intonasi yang positif.
    Kemampuan instinktual ini sudah ada pada bayi sejak usia 1,5 -2 bulan, yang terbentuk lewat kedekatan, misalnya dalam gendongan ibu, dan suara-suara yang diucapkan secara berulang.

    Selain itu, penting juga untuk membangun suasana berbicara yang menyenangkan dan penuh kasih sayang. Sembari berbicara ke bayi, senyum dan tataplah mata bayi. Dengan begitu, bayi merasa dirinya dicintai dan dihargai. Perasaan tenang dan nyaman dalam diri bayi ini penting untuk mendorong perkembangan bahasa dan bicaranya.

  8. Gunakan kalimat perintah
    Penting bagi bayi untuk belajar mengikuti perintah sederhana. Misalnya, perintah untuk melambaikan tangan, mencium bundanya, dan lain sebagainya. Tentu bayi tak akan langsung mengikuti perintah yang diberikan. Namun, dengan pengulangan sambil memberi contoh, lama-kelamaan ia akan dapat melakukannya.

    Belajar memahami perintah sederhana juga penting untuk mengetahui sejauh mana kecerdasan pemahaman bayi dalam berkomunikasi dan berbahasa.

  9. Gunakan media atau alat
    Anda juga dapat menggunakan berbagai media atau alat agar aktivitas berbicara ke bayi jadi semakin menyenangkan. Penggunaan media dan alat juga akan membantu mempercepat daya tangkap bayi dalam belajar bicara.
    Media atau alat yang bisa digunakan misalnya musik, nyanyian, buku bergambar, dan mainan-mainan lainnya.

    Bila memilih menggunakan media lewat musik dan nyanyian, sering-seringlah mengajak bayi bernyanyi. Umumnya, lagu anak-anak dapat diterima dengan baik oleh bayi. Sambil bernyanyi, sertakan pula gerakan-gerakan, seperti gerakan tangan, kaki, kepala, dan ekspresi muka, sehingga lebih memberikan makna pada kata-kata tertentu. Sering-seringlah mengulang menyanyikan lagu yang disukai bayi, karena bayi suka pengulangan. Pengulangan akan semakin mempercepat bayi dalam belajar bicara.

    Selain musik dan nyanyian, media yang digunakan dapat juga berupa buku bergambar. Sejak usia 3 bulan, bayi sudah dapat diajak membaca cerita yang bergambar dan memiliki banyak warna. Ia akan tertarik dengan gambar dan warna-warni yang ada di buku. Tunjukkan dan jelaskan gambar-gambar tertentu ke bayi, kemudian tanyakan mana gambar yang sudah Anda sebutkan tadi. Perlahan-lahan, bayi akan dapat menjawab dan menunjukkan gambar sesuai yang Anda tanyakan.

    Bila menggunakan mainan, Anda dapat memilih mainan cermin-cerminan (yang bukan terbuat dari kaca). Sejak umur 6 bulan, bayi suka melihat wajahnya di depan cermin, lalu perlahan-lahan ia akan mulai mengeluarkan suara-suara dari mulutnya. Jika sudah mencapai usia 1 tahun (12 bulan), Anda dapat memberikannya mainan berupa telpon-telponan atau boneka yang bisa bicara, untuk mendorong keinginannya untuk berbicara dan bercakap-cakap.

Nah, itulah beberapa tips dan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajak bayi bicara, sebagai bentuk stimulasi kemampuan bahasa bayi. Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *