Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Bijak Memilih Ekskul untuk Anak

informasitips.com – Secara umum, kebutuhan manusia mencakup 3 aspek, yaitu Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik. Aspek Kognitif berkaitan dengan daya pikir dan logika, Afektif berkaitan dengan sisi emosi atau perasaan, dan Psikomotorik berkaitan dengan aktivitas fisik. Idealnya, ketiga aspek tersebut harus terpenuhi secara seimbang, terutama pada anak-anak yang masih berada dalam masa tumbuh kembang, karena ketiga aspek tersebut amatlah penting guna membentuk karakter dan kualitas diri Anak.

Aspek kognitif biasanya sudah bisa terpenuhi lewat sekolah. Sementara, untuk memenuhi aspek afektif dan psikomotorik biasanya harus ditambah dengan kegiatan lain, seperti ekskul atau ekstra kulikuler.

Meskipun kegiatan ekskul merupakan sesuatu yang penting bagi anak, namun orangatua sebaiknya pandai dan bijak dalam memilih eksul untuk anak, agar kegiatan tambahan di luar jam sekolah tersebut tidak semakin membebani anak, terlebih bila kegiatan sekolahnya sudah cukup padat.

Hal apa saja yang perlu menjadi pertimbangan orangtua dalam memilih kegiatan ekskul atau les tambahan untuk anak? Simak beberapa tips berikut ini:

  1. Perhatikan jenis dan frekuensi Ekskul

    Dalam mencari kegiatan ekstra, lebih baik pilih jenis kegiatan yang unsur afektif dan psikomotoriknya dominan. Ekskul yang mendukung perkembangan afektif biasanya berkaitan dengan seni, misalnya menari, menyanyi, menggambar, dan lain-lain.

    Sementara ekskul yang mendukung perkembangan psikomotorik lebih ke arah kegiatan olahraga, misalnya basket, renang, futsal, dan lain-lain. Tak hanya mengasah keterampilan gerak, kegiatan olahraga bermanfaat untuk memupuk rasa percaya diri, kekompakan, kerja sama, sportivitas, dan juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh anak. Meskipun begitu, bukan berarti kegiatan ekskul yang bersifat kognitif seperti les bahasa atau matematika tidak diperbolehkan. Selama itu memang diperlukan, anak juga berminat dan mampu mengikutinya, silakan saja dipilih.

    Tips memilih ekskul untuk anak

    Selain mempertimbangkan jenis ekskul, orangtua juga perlu mempertimbangkan frekuensi ekskul. Atur agar ekskul yang diikuti anak jadwalnya tidak terlalu padat. Anak mungkin sudah lelah seharian mengikuti kegiatan di sekolah. Belum lagi ditambah dengan harus menyelesaikan PR atau tugas lainnya dari sekolah. Jangan sampai kegiatan ekstra yang dilakukan anak justru sampai mengganggu aktivitas utama di sekolah, atau semakin membebani anak, apalagi membuat anak jadi stres. Ingat juga bahwa anak butuh bermain. Aktivitas tambahan yang diberikan ke anak sebaiknya jangan sampai merampas hak anak untuk bermain.

  2. Libatkan anak dalam memilih Ekskul
    Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun, jangan juga sampai bersikap otoriter pada anak karena orangtua merasa serba tahu apa yang terbaik untuk anak. Sebaiknya, libatkan juga anak dalam memilih ekskul yang akan diikutinya. Proses mengikutsertakan anak dalam memilih ekskul ini akan melatih kemampuan anak dalam menyuarakan pendapat dan keinginannya, sekaligus juga mendidik anak untuk bisa bertanggung jawab atas pilihannya itu.

  3. Sesuaikan dengan minat anak
    Dalam mengarahkan pemilihan ekskul untuk anak, faktor penting yang amat perlu dipertimbangkan adalah minat anak. Pilihlah ekskul yang sesuai dengan minat dan ketertarikan anak. Orangtua tidak boleh memaksakan keinginannya, yaitu memilih ekskul atau kegiatan tambahan yang tidak disukai anak, apalagi sampai memilih ekskul yang merupakan ambisi tertunda dari orangtua.

    Dengan memilih ekskul atau kegiatan les tambahan yang sesuai dengan minat anak, maka kemampuan dan bakat anak akan lebih berkembang lagi. Anak juga jadi lebih enjoy dan senang dalam menjalani aktivitas tambahannya itu, tidak merasa terbebani, sehingga manfaat dari ekskul tersebut bisa dirasakan.

  4. Sesuaikan dengan kapasitas anak

    Selain harus menyesuaikan dengan minat anak, dalam memilih ekskul orangtua juga perlu menyesuaikannya dengan bakat dan kemampuan anak. Sebagai orangtua, kita harus mengetahui sejauh mana kapasitas dan kemampuan anak kita dalam menangkap semua kegiatan ekskul tersebut.

    Memilih ekskul yang tidak sesuai dengan bakat dan kemampuan anak bukan hanya akan membuat anak kesulitan mengikuti dan menangkap kegiatan ekskul yang diikutinya, namun juga bisa mengganggu keseimbangan emosinya yang ujungnya akan berdampak buruk pada performa anak di sekolah dan interaksi sosialnya dengan teman dan lingkungan sekitar.

  5. Pertimbangkan daya tahan fisik anak

    Sebagai orangtua, Anda juga perlu memerhatikan daya tahan fisik anak dalam menjalani banyak kegiatan. Bila anak rentan sakit, mungkin sebaiknya jangan memilih terlalu banyak ekskul, atau lebih baik lagi bila memilih ekskul yang bisa dilakukan di rumah. Memang akan memakan biaya lebih mahal, karena ekskul atau les tambahannya bersifat privat.

    Untuk mengetahui sejauh mana minat, kapasitas dan daya tahan anak kita dalam menjalankan ekskul nanti, sebaiknya berlakukan sistem uji coba (try out) terlebih dahulu. Dengan demikian, orangtua dan anak bisa mendapatkan gambaran umum bagaimana ekskul yang akan dijalani anak nanti. Apakah anak menyukainya dan mampukah anak dalam menjalankan ekskul tersebut.

Itulah beberapa tips yang perlu diperhatikan orangtua dalam memilih ekskul untuk anak. Saat menjalani ekskul atau kegiatan tambahannya nanti, ada kalanya anak merasa bosan dan jenuh dengan rutinitas ekskul yang diikutinya. Bila anak mulai jenuh dan bosan, berdialoglah dengan anak, tanyakan apa keluhan anak, dan apa yang dirasakan anak. Rasa bosan bisa melanda siapa saja, termasuk anak-anak. Dan, itu merupakan sesuatu yang wajar. Tak perlu memarahi anak. Teruslah memotivasi anak agar ia tetap semangat mengikuti kegiatan ekskulnya.

Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *