Informasi dan Tips – informasitips.com

Tips Agar Anak Mudah Bangun Sahur

informasitips.com – “Aduuhh repotnya membangunkan si kecil ketika sahur.” Begitulah kira-kira keluhan banyak orang tua ketika membangunkan buah hatinya saat sahur. Anak-anak yang baru mengikuti puasa di tahun pertamanya tentu tidak mudah mengubah jam biologisnya. Jika pukul 3-4 pagi adalah waktu nyenyak-nyenyaknya tidur si anak, tentunya di jam-jam tersebut si anak tidak akan mudah bangun tidur meskipun Anda membangunkannya untuk sahur.

Sikap malas-malasan ketika bangun sahur membuat anak menjadi rewel atau uring-uringan ketika duduk di kursi makan. Jangankan untuk menyantap habis menu yang tersedia di piringnya, membuka matanya pun ia akan enggan.

Di sinilah tantangan bagi para orang tua untuk membangunkan anak-anaknya ketika sahur tiba. Anda harus bisa membangunkan si buah hati ketika sahur agar ia bisa ikutan menyantap menu sahurnya. Dengan menyantap menu sahurnya tentu keesokan harinya anak akan bisa menjalankan puasa dengan semangat dan tidak lesu.

Tips Agar Anak Mudah Bangun Sahur

Lantas, bagaimana cara Anda untuk membuat anak-anak Anda agar mudah untuk bangun sahur? Ikuti beberapa tips di bawah ini tentang jurus ampuh agar mudah membangunkan anak saat sahur:

  • Tidur lebih awal
    Jika biasanya anak Anda tidur pada pukul 10 malam setiap harinya, maka untuk moment bulan puasa usahakan ia untuk tidur lebih cepat, misalnya pukul 8 malam. Waktu tidur yang lebih awal membuat anak akan lebih mudah untuk dibangunkan sahur. Jangan biarkan ia tidur siang terlalu lama, karena anak akan jadi susah untuk tidur lebih awal yang pada akhirnya juga akan susah untuk dibangunkan sahur. Biarkan anak menghabiskan banyak waktu di siang hari untuk melakukan banyak aktivitas. Dengan begitu, tubuhnya akan lelah di malam hari dan anak akan mudah untuk tidur lebih awal dari biasanya.

  • Cerita bersambung
    Sebelum anak Anda masuk kamar dan naik ke atas ranjangnya untuk tidur, ceritakan ia dengan cerita-cerita menarik yang memancing rasa ingin tahunya. Bisa cerita dongeng, cerita petualangan, atau cerita-cerita rakyat. Tapi ingat, jangan selesaikan cerita tersebut pada malam itu juga. Beri ia rasa penasaran tentang akhir cerita yang Anda ceritakan tersebut dan berjanjilah padanya bahwa Anda akan menceritakan kelanjutan akhir ceritanya pada subuh esok hari setelah sahur. Katakan pada anak Anda bila ia tidak bangun subuh dan mengikuti sahur ia tidak akan bisa mendengar kelanjutan cerita menarik tersebut.

    Di sini tantangan terberatnya adalah Anda harus mampu mencari dan mengumpulkan cerita-cerita yang membangkitkan rasa penasaran anak Anda. Ceritakan semenarik mungkin hingga anak Anda benar-benar ingin mendengar hasil akhir cerita tersebut. Bila ia tidak tertarik dengan cerita Anda dari awal, sudah pasti ia tidak akan menyesal bila tidak mendengar kelanjutan ceritanya ketika sahur.

  • Pasang alarm dengan nada unik
    Bila biasanya bunyi alarm selalu standar dengan bunyi yang memekakkan telinga, kini ubahlah bunyi alarm tersebut. Anda bisa menyetel bunyi alarm yang menyerupai suara kodok minta hujan, suara Barbie yang membangunkan anak-anak, suara doraemon, hingga suara raksasa yang menyuruh anak Anda bangun. Tidak perlu bingung dimana mendapatkan aneka suara-suara seperti itu. Kini toko jam dan toko aplikasi telepon selular telah menyediakan ragam nada yang bisa dimasukkan dalam perangkat Anda. Bunyi-bunyi yang berbeda dari biasanya tersebut akan memaksa anak Anda membuka matanya dan mencari-cari sumber suara tersebut.

    Selain membunyikan alarm, Anda juga bisa menyalakan TV dengan suara yang agak keras agar anak terbangun.

  • Ciptakan waktu sahur yang berkesan
    Bila waktu sahur biasanya hanya dilalui dengan ritual makan dan minum, shalat subuh lalu tidur kembali seperti biasa, kini saatnya Anda merubah atau membuat pembaharuan dari rutinitas sahur tersebut agar waktu sahur menjadi lebih berkesan dan menyenangkan untuk anak Anda. Selain ritual makan, minum, dan beribadah semata, Anda bisa mnyelipkan kegiatan-kegiatan lain yang menyenangkan agar waktu sahur menjadi waktu yang paling dinanti-nantikan setiap harinya.

    Coba ajak anak Anda membuat cemilan-cemilan kecil di waktu sahur untuk hidangan penutup mulut, bisa berupa coklat paraline, pisang goreng coklat keju, hingga milkshake buah-buahan. Kebanyakan anak-anak menyukai kegiatan masak-memasak. Bentuk kegiatan lainnya seperti mengajak anak-anak bermain di taman depan, seperti bermain kembang api atau bermain sepeda. Subuh di waktu Ramadhan akan lebih semarak dibandingkan subuh di hari-hari biasa yang cendrung senyap.

  • Hidangkan menu kesukaannya
    Banyak anak yang enggan bangun sahur dikarenakan ia enggan menyantap makanan ketika sahur. Ia akan memilih tidur dibandingkan menyantap makanannya. Namun, itu semua bisa Anda siasati dengan cara menghidangkan menu-menu cantik dan menu yang paling ia sukai. Dengan demikian, mau tidak mau ia tetap bersemangat kala waktu sahur tiba.

Tips-tips di atas bisa Anda terapkan ketika Anda menemui kendala saat membangunkan anak Anda ketika sahur. Memang tidak mudah bagi orang tua untuk membangunkan anak yang tengah lelap dalam tidurnya. Namun jangan berputus asa. Bila tips-tips di atas tidak kunjung berhasil pada hari pertama Anda melakukannya, jangan buru-buru untuk menyerah. Lakukan di hari kedua dan ketiga. Setelah berhasil, maka hari-hari selanjutnya anak Anda akan terbiasa dengan sendirinya bangun dikala sahur.

Lalu, bagaimana agar keesokan harinya anak Anda tidak merasakan ngantuk di saat pagi harinya? Caranya gampang saja. Lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Tidur kembali selepas shalat subuh
    Selepas Anda dan anak Anda melaksanakan shalat subuh, ajak anak Anda untuk tidur kembali beberapa jam sebelum pagi tiba. Beberapa jam tersebut akan membantunya untuk mengurangi rasa kantuk di pagi hari.

  • Mandi pagi
    Salah satu yang membuat mata mengantuk di pagi hari selain kurang tidur adalah malas melakukan mandi pagi. Padahal mandi pagi akan membantu mengurangi rasa kantuk anak. Guyuran air yang dingin akan menyegarkan tubuh dan membangkitkan semangat kembali selepas aktivitas tidur.

  • Senam atau olah raga ringan
    Meskipun sedang berpuasa, melakukan senam atau olah raga ringan di pagi hari tidak ada salahnya. Justru menggerak-gerakkan badan sangat baik untuk kesehatan dan membantu anak Anda terbebas dari rasa kantuk di pagi hari. Namun jangan melakukan olah raga yang berat sehingga anak Anda justru merasa lelah dan haus lebih cepat sementara waktu berbuka masih cukup lama dan itu akan menggangu puasa anak Anda.

Semoga bermanfaat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: