Informasi dan Tips – informasitips.com

Teori Asam Basa

informasitips.comPengertian asam basa

Pengertian atau istilah asam basa masing-masing berasal dari dua bahasa yang berbeda. Di dalam reaksi-reaksi kimia, kondisi asam basa mutlak diperlukan untuk mendukung terjadinya sebuah reaksi kimia. Pengertian asam berasal dari Latin yakni kata ‘acidus’ yang artinya asam atau masam. Sedangkan basa berasal dari bahasa Arab, yakni kata ‘alqili’ yang berarti abu dari tanaman.

Konsep teori asam basa

Menyangkut definisi secara lebih terperinci mengenai asam basa, terdapat perbedaan pendapat oleh para ahli kimia, berikut ini disajikan beberapa macam teori asam basa yang cukup dikenal dan disajikan secara lebih lengkap:

  1. Teori Boyle mengenai asam

    Boyle mendefinisikan beberapa hal terkait pengertian asam, beberapa diantaranya adalah asam merupakan zat yang mempunyai kemampuan daya larut yang tinggi, memiliki kemampuan merubah warna tertentu pada tanaman serta dapat mengendapkan larutan belerang dalam alkali. Definis asam yang disajikan masih sangat sederhana, hanya didasarkan pada hal-hal fisik kemampuan yang dihasilkan oleh senyawa asam tersebut. Boyle hanya mengungkapkan mengenai teori asam, sementara basa belum ada.

  2. Teori Roult mengenai basa

    Teori basa diungkapkan oleh roult yang menyebutkan bahwa basa merupakan setiap zat yang bisa bereaksi dengan asam dan akan membentuk garam.

  3. Teori Liebig mengenai asam

    Teori Liebig (1838) menyebutkan definis asam yaitu senyawa yang mengandung unsur H (hidrogen) yang dapat digantikan oleh logam, dan selanjutnya akan menghasilkan senyawa garam. Sebagai contoh adalah apa yang terjadi pada reaksi senyawa asam klorida (HCl) yang bereaksi dengan logam natrium untuk selanjutnya menghasilkan garam (NaCl).

  4. Teori asam basa menurut Arhenius mengenai

    Svante Arhenius (1887) yang merupakan seorang ilmuan kimia yang bergerak di bidang tekanan listrik menyebutkan konsep mengenai asam basa secara lebih utuh dan lengkap. Svante Arhenius sendiri adalah seorang ilmuan berkebangsaan Swedia. Berikut ini konsep teori asam basa yang disebutkan Arhenius:

    Teori Asam Basa

    Teori asam menurut Arhenius yakni, asam merupakan senyawa yang mengandung ion H saat berada di dalam air. Senyawa ini akan terionisasi di dalam air dan menghasilkan ion H+. sementara basa merupakan senyawa yang mengandung ion OH saat berada di dalam air dan akan terionisasi menghasilkan ion OH. Inilah konsep teori asam basa yang dinyatakan oleh Arhenius yang saat ini banyak digunakan orang untuk menjadi panduan dalam berbagai aktivitas di laboratorium kimia.

    Contoh reaksi:

    Senyawa HCl di dalam air akan terurai menjadi ion H+ dan Cl

    HCl —> H+ + Cl (senyawa asam)

    Senyawa NaOH di dalam air akan terurai menjadi ion Na+ dan OH

    NaOH —> Na+ + OH
  5. Teori asam basa menurut Bronsted dan Lowry (1923)

    Bronsted dan Lowry merupakan ilmuan yang masing-masing berkebangsaan Denmark dan Inggris. Konsep teori asam basa menurut Bronsted dan Lowry adalah, asam merupakan zat yang mampu melepaskan (menjadi donor) proton atau H+ sementara untuk basa adalah zat yang dapat menjadi penerima (akseptor) dari proton atau H+ tersebut, baik satu atau lebih jumlah proton.

    Contoh reaksi:

    HCl + H2O —> H3O+ + Cl

    Asam HCl berpasangan dengan basa konjugasi Cl dan basa H2O berpasangan dengan asam H3O+

  6. Teori asam basa menurut Lewis

    Teori asam basa menurut Lewis didasarkan pada konsep donor atau akseptor pasangan-pasangan elektron. Asam menurut Lewis adalah setiap zat atau senyawa yang menerima pasangan-pasangan elektron untuk kemudian membentuk sebuah ikatan kovalen koordinasi. Sedangkan pengertian basa menuru Lewis adalah setiap senyawa yang mempunyai pasangan-pasangan elektron yang dapat disumbangkan ke zat lainnya dalam pembentukan sebuah ikatan koordinasi. Aplikasi contoh konsep asam basa menurut Lewis tersebut dapat kita lihat pada bentuk ikatan senyawa koordinasi yang terdapat pada senyawa kompleks. Ikatan yang dihasilkan antara atom pusat sebuah senyawa kompleks terhadap ligan yang mengelilinya merupakan contoh aplikasi dari konsep tersebut dimana atom pusat bertindak sebagai asam lewis sedangkan ligan yang merupakan basa lemah bertindak sebagai basa lewis.

Nah, cukup jelas bukan materi konsep teori asam basa yang disajikan dari berbagai ilmuan? Untuk dapat mengingat definisi dari masing-masing konsep teori, akan lebih mudah jika memahami contoh aplikasi dari masing-masing konsep teori yang ada. Teori asam basa yang masih banyak dipakai orang adalah teori Bronsted Lowry, teori Arhenius serta teori Lewis yang cukup populer dan masih diakui.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: