Informasi dan Tips – informasitips.com

Teknik Perlekatan dan Beberapa Posisi yang Disarankan Untuk Menyusui Bayi

informasitips.com – Mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) merupakan hak setiap bayi dari sejak lahir sampai minimal 6 bulan pertama usianya. ASI bisa terus diberikan sampai usia anak 2 tahun sambil diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). ASI adalah hal yang terbaik bagi bayi Anda karena kandungan gizinya lengkap dan mengandung antibodi yang dapat memberikan perlindungan kepada bayi dari berbagai macam penyakit. Selain itu proses menyusui dapat memperkuat ikatan batin antara Anda dengan bayi.

Ada berbagai macam posisi menyusui yang baik dan perlu diketahui oleh para ibu. Hal ini penting karena berkaitan dengan kenyamanan yang didapat baik oleh ibu maupun bayi. Posisi menyusui yang baik dapat menjaga kesehatan puting susu, menghindarkan luka lecet pada puting sehingga memungkinkan bayi menyusu (mendapatkan susu) secara efisien.

Di minggu-minggu awal setelah kelahiran si kecil, terutama pada ibu yang baru saja melahirkan anak pertamanya, proses menyusui mungkin terlihat agak rumit. Bila tidak mengetahui teknik dasar perlekatan/latch-on yang tepat maka akan menyebabkan ibu merasa tidak nyaman karena puting susunya luka sehingga menyebabkan rasa takut untuk menyusui. Semua ini tentu bisa diatasi dengan pengetahuan teknik perlekatan yang benar dan sedikit persiapan yang dapat membantu Anda untuk merasa lebih nyaman.

Berikut teknik dasar perlekatan menyusui bayi:

  1. Letakan bayi dekat perut dan pay*d*ra Anda.

  2. Posisikan diri Anda dengan santai, misalnya dalam posisi duduk di kursi Anda bisa menggunakan bantal bantuan untuk menyangga tangan dan kaki Anda. Usahakan kaki tidak menggantung dan punggung bersandar pada sandaran kursi. Bila diperlukan Anda bisa gunakan bantal biasa atau bantal menyusui (nursing pillow) yang bisa diletakkan di bawah tubuh bayi untuk mengangkat/menyangga badan bayi sejajar dengan posisi pay*d*ra Anda. Jangan sampai Anda harus membungkuk ketika menyusui.
  3. Sangga punggung/bahu belakang bayi dengan satu lengan, dan pastikan kepalanya terletak pada lengkung siku lengan Anda dan tahan bokongnya dengan telapak tangan.
  4. Satu tangan bayi letakkan di belakang tubuh Anda dan yang satu lagi berada di depan.
  5. Posisikan tubuh bayi dengan perut bayi menempel pada badan Anda dan kepalanya menghadap ke pay*d*ra.
  6. Pastikan lengan dan telinga bayi berada pada satu garis lurus (jangan membelokkan kepala bayi).
  7. Posisikan mulut dan hidung bayi menghadap pay*d*ra Anda.
  8. Beri rangsangan kepada bayi untuk membuka mulutnya dengan cara menyentuhkan puting Anda ke pipinya atau dengan menyentuh ujung bibir bayi dengan jari kelingking Anda.
  9. Keluarkan sedikit ASI sebelum menyusui, kemudian oleskan pada puting dan di sekitar areola pay*d*ra. Cara ini dilakukan sebagai desinfektan dan untuk menjaga kelembaban puting susu.
  10. Setelah bayi membuka mulutnya dengan lebar, segera dekatkan kepala bayi ke pay*d*ra Anda dan puting serta areola (lingkaran berwarna lebih gelap dari pay*d*ra disekitar puting) dimasukkan ke mulut bayi. Pastikan sebagian areola masuk ke mulut bayi, puting Anda berada di langit – langit mulutnya, sehingga lidah bayi menekan ASI untuk keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah areola pay*d*ra. Anda juga bisa memegang pay*d*ra dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah.
  11. Posisi dagu dan hidungnya menghadap pay*d*ra dan mungkin bersentuhan dengan pay*d*ra Anda. Jangan khawatir karena bayi tetap bisa bernapas dalam posisi ini. Bila bayi merasa tidak nyaman dengan posisi menyusui karena tidak bisa bernapas tentu bayi akan melepaskan isapannya. Bila Anda merasa hidung bayi tertutup penuh dengan pay*d*ra Anda, ganti posisi dengan mengarahkan kaki dan badan bayi untuk lebih dekat atau angkat sedikit pay*d*ra Anda, bukan memencet areola dengan jari-jari Anda. Jangan lupa untuk menatap bayi dengan penuh kasih sayang selama proses menyusui, nikmatilah momen indah ini.
  12. Bila puting susu terasa sakit, lepaskan bayi dari pay*d*ra dan posisikan kembali. Puting susu yang terasa sakit disebabkan karena perlekatan atau posisi menyusui yang salah sehingga bayi hanya menghisap puting susu saja. Hal ini akan mengakibatkan puting Anda lecet dan bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Lepaskan isapan bayi dengan cara memasukkan jari kelingking Anda ke mulut bayi melalui ujung mulutnya atau menekan dagu bayi ke arah bawah.
  13. Setelah salah satu pay*d*ra tempat bayi menyusu terasa ringan dan kosong, sebaiknya ganti dan berikan pay*d*ra satunya yang masih penuh ASI agar produksi ASI menjadi lebih baik.
  14. Setiap selesai memberikan ASI kepada si kecil, keluarkan sedikit ASI dan oleskan pada puting dan sekitar pay*d*ra dan biarkan kering dengan sendirinya.
  15. Untuk mencegah agar bayi tidak muntah setelah menyusui sendawakan bayi yang dapat membantunya mengeluarkan udara dari lambungnya. Caranya dengan menggendong tegak bayi yang bersandar pada bahu Anda. Tepuk punggungnya perlahan – lahan. Atau posisikan bayi untuk tengkurap di pangkuan Anda dan tepuk perlahan punggungnya.

Ada berbagai macam posisi menyusui yang bisa dilakukan seperti dalam keadaan duduk, berdiri atau berbaring. Gunakan posisi menyusui yang nyaman untuk Anda dan bayi dapat menyusu dengan baik.

Berikut beberapa posisi menyusui yang disarankan untuk menyusui :

Cradle hold
Gendong bayi dengan posisi menyamping. Kepala, leher, dan bahu bayi berada dalam lekukan siku lengan menghadap ke arah Anda. Sebagian wajah, perut dan lutut bayi bersentuhan pada dada dan perut Anda. Gunakan tangan Anda untuk menyangga punggungnya. Posisi natural ini nyaman untuk dilakukan bayi yang sudah bisa mengontrol kepalanya.



Cross-cradle hold
Posisi ini baik untuk bayi yang baru lahir karena memudahkannya mendapatkan sebagian besar areola dan puting dengan mudah. Posisi ini mirip dengan cradle hold, yang berbeda hanyalah posisi tangan Anda. Pada posisi ini tangan Anda menyangga Kepala bayi. Posisi kepala, bahu dan perut bayi menghadap Anda. Bayi dipegang dengan tangan kanan jika Anda menyusui dengan pay*d*ra kiri dan sebaliknya.


Side – Lying down
Posisi tiduran ketika menyusui bayi Anda. Baringkan bayi di sisi Anda, agar lebih nyaman Anda bisa menyangga kepalanya. Sangga juga kepala, bahu dan kedua lutut Anda dengan bantal agar punggung dan panggul dalam satu garis lurus. Posisi ini baik untuk dilakukan ketika Anda merasa kelelahan saat menyusui bayi atau menyusui ketika bayi terbangun saat malam hari. Posisi ini juga baik dilakukan oleh ibu yang mengalami persalinan dengan operasi caesar karena di beberapa hari pertama Anda belum bisa duduk dengan nyaman.


Football hold
Bayi digendong oleh Anda seperti posisi bola yang dipegang oleh pemain olah raga sepak bola. Letakkan bayi di bawah tangan Anda, kepala, leher dan bahu bayi disangga dengan telapak tangan. Sangga tangan dengan bantal yang diletakkan di atas pangkuan agar Anda lebih merasa nyaman menyusui. Posisi ini baik dilakukan oleh ibu yang melahirkan melalui operasi, ibu yang memiliki pay*d*ra besar dan memiliki puting datar.

Bagi Anda yang sedang hamil sebaiknya cari informasi lebih lanjut dari sekarang mengenai berbagai jenis posisi menyusui dan teknik perlekatan yang benar dengan mengikuti kelas persiapan menyusui di klinik-klinik ASI. Sehingga Anda lebih percaya diri dan tidak mengalami hambatan dalam menyusui ketika sang buah hati nanti lahir.

Bila tahapan dasar perlekatan dan posisi menyusui di atas dilakukan dengan benar maka bayi akan tenang saat menyusu, menghisap ASI kuat dengan perlahan dan Anda merasa nyaman karena puting susu Anda tidak terasa nyeri. Pada awalnya mungkin akan terasa sulit bagi Anda, namun seiring dengan waktu Anda dan bayi dapat menemukan cara yang paling sesuai dan nyaman.

Bila Anda merasa kurang yakin dengan posisi perlekatan dan mengalami kesulitan/kesakitan dalam menyusui, Anda bisa menghubungi konselor laktasi di rumah sakit, klinik bersalin, atau Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang bisa membantu Anda untuk memperoleh arahan tentang cara menyusui bayi yang tepat.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: