Informasi dan Tips – informasitips.com

Tahap Perkembangan Bayi yang Wajib Diperhatikan Orang Tua

informasitips.com – Mulai dari lahir, kehidupan setiap bayi dipenuhi dengan proses belajar. Tidak kenal letih mereka selalu berusaha untuk bisa menguasai setiap kemampuan yang harus dimiliki sebagai dasar penting bagi kehidupan mereka ke depan. Dalam hal tersebut, orang tua harus mengambil peran sebagai stimulator yang dapat mempercepat bayi untuk menguasai kemampuan-kemampuan dasarnya. Tidak hanya itu, orang tua juga berkewajiban memantau setiap tahap perkembangan bayi yang disesuaikan dengan usia mereka, mana yang sudah harus dikuasai dan mana yang masih harus ditambah stimulasinya. Hal itu menjadi penting agar bayi dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia mereka. Nah, berikut ini beberapa tahap perkembangan bayi yang wajib untuk diperhatikan oleh orang tua sesuai dengan usia mereka:

  • Tersenyum (paling tidak di usia 8 minggu)

    Untuk tersenyum (sosial) paling tidak sistem saraf bayi yang dikombinasi dengan kemampuan penglihatannya sudah berkembang dengan baik. Tidak heran, karena sebuah senyuman lahir dari hubungan sosial dimana di dalamnya melibatkan emosi pada setiap orang yang terlibat, termasuk bayi itu sendiri.

    Bagi bayi, kemampuannya untuk tersenyum merupakan keahlian sosialnya yang pertama berkembang. Hal tersebut menjadi penting karena dengan tersenyum artinya si bayi mampu melihat bagaimana sebuah hubungan itu bekerja. Dalam hal perkembangan emosi, hal tersebut merupakan sebuah kemajuan, artinya bayi mampu menangkap sinyal senang dari lawan interaksinya, begitu juga dengan rasa tangis yang muncul ketika dia tidak melihat Anda di sekitarnya. Bayi mampu mengenali perbedaan emosi yang dirasakannya.

  • Berguling (2 atau 3 bulan)

    Kemampuan berguling setidaknya dimiliki bayi saat berusia 2 atau 3 bulan. Berguling di sini maksudnya adalah berguling dari posisi tengkurap. Di usia 2 sampai 3 bulan, perbanyaklah kesempatan untuk tengkurap bagi bayi, karena saat berada pada posisi tengkurap banyak hal yang akan dilakukan bayi, seperti mengangkat tubuhnya seolah-olah meniru gerakan push up serta mendorong tubuhnya ke belakang atau mungkin melakukan gerakan menendang-nendang. Nah, jika bayi Anda cukup kuat, dia akan mulai berguling, biasanya dia akan terkejut dan menangis.

    Sebagian bayi mungkin belum mencapainya di usia 2-3 bulan, ada yang baru bisa melakukannya di usia 5 bulan. Bagi bayi, kemampuan berguling dari posisi tengkurap ke telentang membutuhkan kekuatan dan koordinasi yang tidak mudah. Anda tidak perlu menggulingkannya, tetapi perbanyaklah kesempatan bagi buah hati Anda dengan memosisikannya tengkurap dan sediakan tempat yang nyaman baginya, sehingga saat dia sudah bisa berguling kepalanya tidak terbentur permukaan yang keras.

  • Meraih (3-4 bulan)

    Setelah beberapa bulan bayi lahir, bayi mulai bisa mengukur keberadaan benda-benda yang ada di sekitarnya untuk kemudian berencana melakukan sesuatu atas benda-benda tersebut. Ketika bayi menjatuhkan mainan yang digenggamnya, lalu kemudian dia mengambilnya, pada saat itu sebenarnya dia tengah belajar bahwa dia bisa melakukan sesuatu terhadap benda dengan tangannya, termasuk untuk meraih benda-benda di sekitarnya. Dengan menguasai kemampuan ini, bayi bisa lebih mengembangkan cara bermainnya, baik bermain sendiri ataupun bersama Anda.

  • Memeluk (5 bulan)

    Tidak semua bayi mudah untuk memeluk tubuh orang tuanya, ada bayi yang lebih menyukai untuk mengeksplorasi lingkungannya, ada pula bayi penyayang yang mampu untuk menunjukkan rasa sayangnya lewat pelukan. Bila anak Anda tidak mudah untuk memeluk Anda, jangan khawatir dulu, mungkin dia lebih menerima sentuhan Anda yang lain, misalnya saat anda membacakannya cerita sebelum tidur.

  • Bermain Cilukba (6 bulan)

    Apa yang sebenarnya bayi dapat dari permainan cilukba? Dari permainan ini, bayi mengerti keberadaan dari sebuah obyek, yaitu orang yang bermain cilukba bersamanya. Saat Anda bermain cilukba dengan si buah hati, Anda menyembunyikan wajah Anda di balik tangan atau di balik sebuah benda dengan tetap mengeluarkan suara, seperti memanggil nama bayi dengan suara perlahan, lalu kemudian Anda tiba-tiba muncul menampakkan wajah dengan senyuman lebar. Rasa terkejut yang bayi Anda alami merupakan hal yang menyenangkan baginya. Rasa menyenangkan yang dia rasakan saat menanti-nanti kemunculan Anda akan selalu dia rasakan meski Anda berkali-kali bermain cilukba bersamanya.

  • Duduk (8 bulan)

    Untuk bisa duduk sendiri, terlebih dahulu bayi harus memiliki keseimbangan yang cukup baik, kekuatan lengan, serta kontrol kepala, leher dan tubuh bagian bawah. Ketika bayi sudah mampu duduk sendiri, sebuah pandangan baru akan dia dapatkan. Jika selama ini bayi hanya memiliki pandangan segaris, maka ketika dia sudah mulai duduk pandangannya akan lebih luas lagi. Bayi bisa melihat sekelilingnya dengan leluasa dari posisi duduk.

    Agar bayi lebih mantap lagi menjaga posisi duduknya latihlah dia dengan cara meletakkan berbagai mainan di sekitarnya. Dengan begitu dia akan terpancing untuk mencoba meraihnya, saat meraihnya itu buah hati Anda belajar bagaimana untuk tetap menjaga keseimbangan dalam posisi barunya itu.

  • Merangkak (6-10 bulan)

    Saat bayi Anda sudah mampu untuk duduk sendiri, dia kemudian akan mencoba untuk menguji kekuatan lengannya dengan mencoba untuk merangkak. Ketika lengan, tumit dan lututnya mampu untuk menahan tubuhnya, selanjutnya dia akan mencoba untuk maju atau merangkak. Merangkak di sini tidak selalu seperti gambar di bawah ini:

    tipikal bayi merangkak

    Tipe merangkak yang dilakukan bayi bisa bermacam-macam, ada yang seperti tentara tiarap, ada juga yang seperti beruang (tangan dan kakinya lurus) dan sebagainya. Hal yang patut diperhatikan adalah pastikan lingkungan sekelilingnya aman agar bayi bisa merangkak dengan leluasa. Singkirkan barang-barang yang kecil yang dapat menyakitinya kala tertindih tangan atau kaki.

  • Berdiri (Sekitar 8 bulan)

    Saat menginjak usia 8 bulan, otot-otot kaki buah hati Anda sudah mulai kuat untuk bisa menopang dirinya sendiri sehingga bisa berdiri. Ketika dia tahu bahwa dia bisa melakukan hal tersebut, maka pada saat itu kepercayaan dirinya akan meningkat layaknya saat dia bisa berguling, duduk sendiri ataupun merangkak. Kepercayaan diri itu akan menjadi modal baginya agar bisa melangkahkan sendiri kakinya ke depan untuk pertama kali dalam hidupnya.

    Agar dapat berdiri, bayi akan meraih apapun yang ada di sekitarnya supaya dia bisa menegakkan kakinya seraya berpegangan. Yang biasanya menjadi pegangan bagi bayi untuk dapat berdiri adalah sisi pinggir box bayi tempat tidurnya, sofa ataupun kaki Anda. Saat bayi Anda sudah mulai bisa berdiri sendiri di usianya yang ke-8 bulan sesungguhnya dia belum tahu bagaimana caranya agar dia bisa duduk. Bayi Anda belum tahu bahwa hanya dengan menekuk kakinya maka dia dengan leluasa bisa kembali ke posisi duduk sehabis dia berdiri. Dia baru mulai mengetahuinya saat dia berusia sekitar 10 atau 12 bulan.

  • Berjalan (Antara 10 hingga 18 Bulan)

    Kemampuan berjalan yang harus dikuasai bayi mengharuskannya untuk terlebih dahulu memiliki kekuatan otot yang cukup, koordinasi dan keseimbangan, ditambah kematangan emosi pada tingkat tertentu. Untuk dapat berjalan bayi harus memiliki kepercayaan diri yang cukup sehingga dirinya yakin untuk menapakkan langkah pertamanya. Kemampuan berjalan sebenarnya manifestasi dari kemampuan-kemampuan yang telah bayi kuasai sebelumnya, seperti duduk sendiri, merangkak ataupun berdiri.

    Kini, bayi Anda yang sudah mulai bisa berjalan akan belajar untuk menyatukan konsep mengenai ruang, obyek dan orang-orang di sekitar yang telah ia pelajari sebelumnya. Dengan begitu, dia akan mampu berjalan dengan baik, tanpa tertabrak benda-benda di sekitarnya, serta mampu untuk berjalan sambil membawa suatu benda di tangannya. Dengan menguasai kemampuan itu, perkembangan emosi-sosialnya pun juga akan mengalami perkembangan, karena bayi akan lebih intens berinteraksi dengan orang-orang di sekitar, baik itu untuk memberikan barang yang dipegangnya atau sekedar menghampiri lalu tersenyum kepada orang dewasa.

Bisa kita lihat di atas bahwa hidup bayi setiap harinya dipenuhi dengan belajar, dimana penguasaan satu kemampuan akan menuntunnya untuk menguasai kemampuan yang lain, dan seterusnya. Jika Anda sebagai orang tua mampu untuk menuntun si buah hati agar mau terus belajar semasa hidupnya, maka kelak dia akan menjadi seseorang yang mampu membangun dunia menjadi lebih baik. Dan mereka-merekalah yang akan menjadi andalan Negara ini untuk menjadikannya lebih baik dari yang sekarang.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: