Informasi dan Tips – informasitips.com

Susah Buang Air Besar (BAB) pada Anak 3-4 Tahun

informasitips.com – Masalah susah buang air besar kerap ditemui pada anak dengan rentang usia 3 hingga 4 tahun. Ada banyak faktor yang memengaruhi hingga si kecil bisa mengalami konstipasi. Sebagai orang tuanya, kita bisa mengetahui letak permasalahan susah buang air besar si kecil dengan mengamati pola kesehariannya, apa yang dia makan, yang dia minum, seberapa aktif kah dia bergerak, kesemuanya itu akan memengaruhi apa yang akan terjadi di dalam saluran cernanya.

Tanda-tanda Anak 3-4 Tahun Susah Buang Air Besar

Anda bisa memastikan apakah si kecil mengalami konstipasi atau tidak dengan memerhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Tidak buang air besar paling tidak selama 4 hari, dan saat sudah BAB si kecil merasa sangat tidak nyaman. Hal itu bisa memastikan bahwa ususnya tida aktif bergerak dalam mendorong makanan di dalamnya.
  • Saat buang air besar, Anda akan menemui kotorannya keras, kering, dan dia tidak nyaman saat mengeluarkannya.

Penyebab Anak 3 Hingga 4 Tahun Susah BAB

Susah BAB atau konstipasi pada anak kecil merupakan akibat dari berbagai faktor, beberapa di antaranya adalah:

  • Terlalu banyak minum susu. Meminum banyak susu untuk mengisi perutnya, ketimbang memakan makanan berserat, akan menyebabkan anak mengalami konstipasi atau susah BAB.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan rendah serat. Selain terlalu banyak minum susu, terlalu banyak makan makanan yang rendah serat juga bisa menjadi salah satu penyebab utama anak 3-4 tahun Anda mengalami susah BAB. Beberapa makanan yang rendah serat diantaranya adalah yogurt, keju, selai kacang atau bisa dibilang sangat sedikit mengonsumsi buah-buahan, sayuran ataupun biji-bijian utuh (seperti beras merah).
  • Dehidrasi. Saat anak mengalami dehidrasi, maka tubuhnya akan berusaha ‘’encari’ air, salah satunya adalah dengan menyerap cairan dari makanan atau minuman yang dia konsumsi, serta dari limbah (yang menuju anus) yang ada di saluran pencernaannya. Hal tersebut menyebabkan feses menjadi keras sehingga anak akan kesulitan untuk mengeluarkannya. Saat itulah dehidrasi bisa menyebabkan anak 3 tahun susah BAB.
  • Anak kurang beraktivitas. Anak yang sedikit bergerak akan turut memengaruhi proses pencernaannya. Saat anak kurang beraktivitas, maka aliran darah yang menuju saluran pencernaan akan lebih sedikit. Yang demikian akan menyebabkan proses pencernaan makanannya berjalan lambat, karena pergerakan usus yang melambat. Proses pencernaan yang tidak lancar akan menyebabkan anak mengalami konstipasi.
  • Susah BAB 3-4 Tahun

  • Ada masalah kesehatan. Konstipasi juga merupakan manifestasi jika anak mengalami kondisi-kondisi tertentu, seperti intoleransi laktosa, hipotiroid, diabetes dan sistis fibrosis.

Cara Mengatasi Konstipasi pada Anak 3 Hingga 4 Tahun

Berikut ini beberapa cara atau tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi Susah BAB pada anak:

  • Beri anak Anda lebih banyak makanan berserat. Makanan berserat yang dimaksud contohnya adalah kacang-kacangan, buah, sayur, biji-bijian utuh (seperti beras merah). Jika si kecil tidak suka, hal itu wajar saja, Ada bisa mengatasinya dengan cara membuat sayur atau buah tersebut menjadi bentuk jus yang kemudian dicampur ke dalam susu. Cara tersebut bisa ‘mengelabui’ mereka dari rasa atau aroma buah atau sayur yang tidak mereka suka.
  • Hindari memberi anak Anda jenis makanan yang punya kemampuan untuk menyerap cairan. Jenis makanan seperti itu akan membuat kotoran si kecil menjadi lebih keras, karena cairan dapat terserap oleh jenis makanan seperti itu, contohnya adalah pisang, wortel rebus, susu, keju, yogurt, es krim. Untuk susu, dua gelas sehari sudah cukup untuk anak Anda yang bermasalah dengan pencernaannya. Imbangi asupan nutrisinya dari bahan makanan lain agar kebutuhannya tetap terpenuhi.
  • Agar kotoran Anak lembut sehingga mudah dikeluarkan, maka asupan cairan harus ditambahkan. Cairan yang dimaksud adalah air, karena itu merupakan pilihan yang terbaik. Namun, tidak salah jika Anda ingin memberinya jus, jus apel bisa menjadi pilihan dengan takaran konsumsi ½ sampai ¾ cangkir per hari. Jangan selalu memberinya susu untuk menambah asupan cairannya, paling tidak konsumsi susu itu adalah 1/3 dari konsumsi total cairannya dalam sehari.
  • Dorong si kecil untuk banyak menggerakkan tubuhnya, karena hal itu akan membuat aliran darahnya menjadi lebih mengalir ketimbang jika dia hanya diam saja. Aliran darah yang mengalir akan mendorong aktivitas saluran cerna untuk mendorong kotoran ke lubang pembuangan, sehingga si kecil tidak mengalami konstipasi.
  • Untuk menstimulasi aktivitas saluran cerna, Anda juga bisa melakukannya dengan cara memijat area perut bagian bawah si kecil. Ukur tiga jari di bawah pusar si kecil, pijatan dilakukan pada area di bawah pusar itu. Pijatan harus lembut, namun tetap mantap, dan lakukan pijatan selama paling tidak 3 menit.
  • Hubungi dokter anak langganan Anda untuk mengonsultasikan masalah susah buang air besar yang si kecil alami. Mungkin dokter akan memberikan trik atau penanganan tertentu, atau obat jika memang sudah diperlukan. Segera hubungi dokter jika Anda melihat si kecil tidak doyan makan, bobot badannya berkurang secara signifikan, atau manakala Anda menemukan adanya darah pada kotorannya.


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *