Informasi dan Tips – informasitips.com

Suhu yang Pas untuk Menyimpan ASI

informasitips.com – Tidak diragukan lagi bahwa Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang paling baik untuk bayi. Kandungan gizinya sungguh sempurna. Begitu pula dengan khasiat dan manfaatnya yang sangat bagus untuk tumbuh kembang bayi.

ASI juga terbilang praktis dan sangat mudah untuk disajikan ke bayi. Namun, ada kalanya Ibu menyusui tidak bisa memberikan ASI-nya langsung ke bayi. Kondisi ini terjadi misalnya pada Ibu yang juga merangkap sebagai wanita karir, yang mau tidak mau harus merelakan bayinya mengonsumsi ASI lewat botol layaknya bayi yang mengonsumsi susu formula. Untuk menjamin ketersediaan ASI bagi bayinya, seorang Ibu pekerja harus memompa ASI-nya dan menyimpannya dalam kulkas (lemari es).

Ada juga Ibu yang mampu menghasilkan ASI dalam jumlah yang terbilang banyak. Agar tidak terbuang sia-sia, ia harus memompa ASI-nya dan menyimpannya di dalam lemari es.

Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah ASI yang sudah dipompa dan disimpan dalam lemari es (terlebih dalam waktu yang cukup lama) memiliki kualitas yang sama dengan ASI segar yang langsung bisa diberikan ke bayi? Jawabannya, ya. Kualitas ASI tetap sama, asalkan disimpan dengan cara yang benar dan sesuai dengan yang disarankan.

Perhatikan baik-baik cara menyimpan ASI, karena kualitas nutrisi yang terkandung dalam ASI amat dipengaruhi oleh metode penyimpanannya. Cara penyimpanan yang salah dapat menurunkan bahkan merusak kualitas ASI.

Seperti apa cara penyimpanan ASI yang direkomendasikan?

ASI yang telah dipompa atau biasa disebut juga dengan ASI perahan sebaiknya ditampung dalam botol susu (sebaiknya botol BPA free) atau kantung-kantung plastik khusus yang bersih, lalu dimasukkan ke dalam lemari es. Penyimpanan dengan cara pendinginan ini diyakini mampu melindungi ASI dari kontaminasi mikroba yang dapat merusak ASI.

Menurut seorang ilmuwan dari George August University, Jerman, bernama Michael Oladipo Ogundele dalam jurnalnya yang berjudul “Techniques for the Storage of Human Breast Milk: Implications for Anti-microbial Functions and Safety of Stored Milk”, ASI mengandung berbagai komponen anti-mikroba yang mampu melindungi ASI dengan cara menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Berbeda dengan ASI, susu sapi (susu formula) tidak mengandung senyawa anti-mikroba. Tidak ada bukti aktivitas bakteriostatik (kemampuan untuk menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri) dalam susu sapi. Inilah salah satu kelebihan lain ASI dibandingkan susu sapi (susu formula).

Suhu yang Pas menyimpan ASI

Apa saja komponen anti-mikroba yang terkandung dalam ASI? Diantaranya adalah anti-virus, anti-bakteri, Immunoglobulin-G (IgG), IgA, IgM, laktoferin, oligosakarida, limfosit, sitokin, dan sebagainya. Beberapa jenis anti-mikroba ini bertanggung jawab untuk melindungi ASI dari kontaminasi bakteri. Namun, ketersediaan komponen anti-mikroba dalam ASI sangat dipengaruhi oleh metode penyimpanannya. Oleh karena itu, agar fungsi anti-mikroba dalam ASI bisa optimal, maka metode penyimpanan ASI yang benar sangatlah diperlukan.

Metode penyimpanan ASI yang disarankan adalah ASI yang sudah ditampung dalam wadah penyimpanan (botol atau kantung plastik khusus), disimpan di dalam suhu yang pas atau biasa disebut dengan suhu optimum. Dimana, suhu optimum untuk menyimpan ASI bergantung pada berapa lama Anda akan menyimpan ASI.

Pada suhu kamar, ASI yang sudah dipompa dapat bertahan selama kurang lebih 8 jam. Namun, bila Anda ingin menyimpan ASI selama kurang lebih 24 jam, simpanlah ASI pada suhu 4 derajat Celsius (bukan di bagian freezer). Sebaiknya, hindari menyimpan ASI di bagian pintu kulkas untuk menghindari fluktuasi suhu.

Jika Anda ingin menyimpan ASI selama lebih dari 3 hari atau bahkan sampai 1 bulan, simpanlah ASI pada bagian freezer dalam lemari es yaitu pada suhu minus 20 derajat celcius. Jika ingin menyimpan lebih lama lagi, simpanlah ASI pada suhu minus 70 derajat celcius. Suhu dingin dapat meningkatkan fungsi anti-mikroba pada ASI dan menghambat aktivitas/pertumbuhan mikroba perusak ASI.

Setelah mengetahui suhu-suhu optimum penyimpanan ASI, jangan lupa untuk menuliskan label tanggal dan waktu pompa ASI.

ASI yang telah disimpan dalam lemari es atau freezer tersebut dapat Anda berikan ke bayi Anda dengan cara menghangatkannya terlebih dahulu. Metode untuk menghangatkannya adalah dengan cara merendamnya dalam air hangat. Untuk ASI yang beku (disimpan dalam freezer), cairkan terlebih dahulu ASI dengan cara memindahkan ASI dari freezer ke kulkas, setelah cair rendam ASI dengan air hangat. Anda juga bisa mencairkan langsung ASI yang beku dengan cara dialiri air hangat atau merendamnya dalam air hangat.Tidak disarankan untuk memanaskan langsung ASI dengan cara dimasak (di atas kompor) atau dengan microwave, karena dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas gizi yang terkandung dalam ASI.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *