Informasi dan Tips – informasitips.com

Sudah Benarkah Anda Menyimpan ASI ?

informasitips.com – Jika anda termasuk ibu yang berkarir di luar rumah pastinya anda pernah memompa ASI dengan tujuan agar di lain waktu sang buah hati tetap dapat menikmati ASI meski anda tidak berada di dekatnya. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara anda menyimpan ASI? Di dalam lemari pendingin atau di dalam freezer yang bersuhu minus 20oC? Jika anda melakukan salah satunya, anda berarti sudah benar.

Tapi seringkali pertanyaan muncul dalam pikiran kita apakah selama proses penyimpanan, ASI sudah pasti bebas dari serangan mikroba? Pertanyaan ini akan anda temukan jawabannya jika anda membaca posting-an saya ini sampai selesai.

Tahukah anda bahwa di dalam ASI banyak mengandung zat antimikrobial atau zat yang dapat mencegah pertumbuhan mikroba (bersifat bakteriostatik), sebut saja lisozyme ataupun laktoferin. Zat antimikrobial inilah yang berperan dalam melawan pertumbuhan mikroba pada penyimpanan ASI. Dalam iklim tropis, seperti di Indonesia, ASI dapat bertahan selama kurang lebih 8 jam di udara terbuka. Selama waktu itu, zat-zat antimikrobial mampu untuk mencegah pertumbuhan bakteri, tetapi jika sudah lebih dari 8 jam serangan mikroba tidak bisa diatasi lagi oleh antimikrobial yang terdapat di dalam ASI.

Pada suhu 4oC, atau di dalam rak lemari pendingin, ASI dapat bertahan selama 48-72 jam. Sementara di freezer, atau pada suhu minus 20oC, ASI dapat bertahan lebih dari 3 hari sampai 1 bulan. Jika ingin menyimpan ASI lebih dari 1 bulan simpanlah pada suhu minus 70oC atau lebih, tetapi rasanya tidak mungkin kita memiliki freezer dengan suhu tersebut, karena biasanya hanya di laboratorium saja freezer dengan suhu minus 70oC dapat dijumpai, itupun hanya di lab-lab tertentu.

Mungkin di literatur lain ada yang menyebutkan bahwa penyimpanan di freezer lemari pendingin, atau pada suhu minus 20oC, ASI dapat bertahan selama 3 bulan, tetapi menurut penelitian yang dilakukan oleh Hernandez dkk menyebutkan bahwa setelah 1 bulan fungsi zat-zat bakteriostatik di dalam ASI mulai menurun dan kemungkinan akumulasi toksin bakteri, enzim-enzim bakteri, serta gugus amin reaktif semakin besar. Tentu saja hal tersebut harus dihindari, tidak baik apabila sampai terkonsumsi oleh bayi kita.

Biar bagaimana pun artikel ini hanya berusaha untuk memberikan informasi yang diharapkan berguna bagi para orang tua yang sedang menyusui. Informasi yang saya berikan di sini merupakan hasil-hasil penelitian dunia yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Alhamdulillah saya memiliki akses ke jurnal-jurnal ilmiah yang tersedia online. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.
(ST)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: