Informasi dan Tips – informasitips.com

Stimulasi Motorik Kasar dan Halus Bayi Usia 0 – 3 Bulan

informasitips.com – Sudah menjadi tugas orang tua untuk memberikan yang terbaik dalam proses tumbuh kembang buah hati tercinta.

Agar keterampilan motorik bayi tumbuh dan berkembang secara optimal, Anda perlu memahami tahap-tahap perkembangannya dan memberikan stimulasi (rangsangan) yang tepat sesuai dengan tahapan usia bayi. Hal ini penting karena jika terjadi keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motoriknya bisa segera terdeteksi dan dikoreksi.

Pada umumnya, perkembangan motorik dibedakan menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus :

  • Motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yang mencakup keterampilan otot-otot besar, misalnya merangkak, tengkurap, mengangkat leher dan duduk.
  • Motorik halus adalah bagian dari aktivitas motorik yang melibatkan gerak otot-otot kecil, seperti mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk, menggambar dan menulis.

Stimulasi motorik kasar dan halus untuk bayi usia 0 - 3 bulan

Dalam artikel ini, akan dibahas tentang stimulasi/rangsangan fungsi motorik yang bisa diberikan orang tua untuk bayi usia 0 – 3 bulan.

Bayi baru lahir
Pada saat ini, refleks tubuh bayilah yang bekerja sempurna. Gerakan refleks adalah gerakan-gerakan yang terjadi secara otomatis, tanpa bayi sadari.

Seiring dengan waktu, gerak refleks ini akan tergantikan dengan gerak motor kasar. Beberapa gerak refleks yang dimiliki bayi adalah :

  1. Refleks menghisap (sucking reflex)
    Bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika Anda menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi.
  2. Refleks menggenggam (palmar grasp reflex)
    Bayi Anda akan otomatis menggenggam jari Anda ketika Anda menyodorkan jari telunjuk kepadanya.
  3. Refleks leher (tonic neck reflex)
    Akan terjadi peningkatan kekuatan otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi Anda menoleh ke salah satu sisi.
  4. Refleks mencari (rooting reflex)
    Ketika pipi bayi Anda disentuh maka otomatis mulutnya akan terbuka dan memalingkan wajahnya ke arah sentuhan.
  5. Refleks Moro (Moro reflex)
    Refleks ini berbeda dengan refleks lainnya yang termasuk dalam ketegori gerakan motor. Menurut para ahli, refleks moro ini termasuk reaksi emosional yang timbul dari kemauan atau kesadaran bayi dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu yg singkat.

    Refleks moro ini timbul ketika bayi dikejutkan secara tiba-tiba atau mendengar suara yang keras. Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya ke arah belakang. Bersamaan dengan gerakan tersebut, kaki dan tangan bayi digerakkan ke depan. Reaksi yang berlangsung sesaat ini pada umumnya diiringi dengan tangisan yang keras.

Beberapa tips yang perlu diketahui orang tua sebelum memberikan stimulasi motorik untuk bayi:

  1. Berikan waktu khusus selama kurang lebih 15 menit untuk melakukan stimulasi ini dan yakinkan bahwa diri Anda bebas dari berbagai gangguan, seperti memasak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
  2. Sebaiknya Anda berkuku pendek dan tangan harus dalam keadaan bersih.
  3. Lepaskan semua perhiasan yang Anda pakai seperti cincin dan gelang untuk meminimalkan kemungkinan kulit bayi tergores.
  4. Baringkan bayi di atas tempat yang luas dengan permukaan rata misalnya kasur atau busa tebal.
  5. Putarlah musik berirama lembut untuk didengar agar bayi lebih rileks dalam melakukan latihan-latihan yang dapat meningkatkan perkembangan motoriknya.
  6. Rangsangan dapat dilakukan setelah bayi mandi, cium perutnya, jari kakinya dan jari tangannya dengan lembut. Stimulasi yang lembut ini akan membantu bayi Anda membangun kesadaran mengenai berbagai bagian dari tubuhnya.

1. Usia bayi 1 bulan:

  • Stimulasi motorik kasar:

    Bayi sudah memiliki refleks untuk menggerakkan tangan dan kakinya sejak lahir. Di usianya yang menginjak satu bulan ini, bayi mulai belajar untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke atas.

    Untuk membuat ototnya semakin kuat, Anda bisa memberikan stimulasi dengan cara menggantungkan mainan yang mengeluarkan bunyi dan memiliki warna-warna mencolok di tempat tidurnya. Hal ini dapat merangsang bayi untuk menarik tangannya ke atas dan berusaha menggapainya.

    Cara lain adalah dengan memegang mainan berbunyi yang menarik di sisi kanan atau kiri (bukan tepat di depan) bayi Anda. Buat bayi Anda agar mau sedikit berusaha menggapai benda yang diinginkannya.

    Stimulasi ini dapat melatih koordinasi mata-tangan, atau koordinasi mata-kaki.

    Anda pun bisa menggerak-gerakkan kakinya sambil bernyanyi dan bermain.

  • Stimulasi motorik halus:

    Untuk menguatkan jari-jarinya, berikan rangsangan dengan cara menyentuh telapak tangan bayi dengan kedua telunjuk Anda. Biarkan bayi menggenggam sejenak dan tarik perlahan kedua tangannya.

    Anda juga dapat meletakkan mainan yang mengeluarkan suara di tangan bayi Anda. Ini akan sangat menarik baginya karena bayi mulai menyadari gerakan yang dilakukannya dapat menghasilkan bunyi.

2. Usia bayi 2 bulan

  • Stimulasi motorik kasar:

    Di bulan kedua dalam hidup bayi ini, gerakan refleksnya akan mulai menghilang dan muncul gerak motor kasar. Baringkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan goyangkan mainan yang berbunyi di atas kepalanya, juga di sisi kanan dan kirinya.

    Rangsangan juga dapat diberikan dengan mememanggil nama bayi Anda dari arah depan atau membelai kepala dan leher belakangnya. Si kecil akan mengangkat kepalanya dan ini sangat baik untuk melatih otot lehernya agar semakin kuat.

    Sebaiknya, jangan terlalu sering menggendong bayi Anda atau menaruhnya di ayunan, sebab bayi tidak akan memiliki kesempatan untuk belajar tengkurap. Selain merupakan terapi mencegah peyang pada kepala bayi, tengkurap juga melatih dan menguatkan otot perut dan leher bayi.

    Baca juga: Kepala Bayi Peyang, Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Tengkurap juga memberikan sudut pandang baru untuk bayi selain posisi terlentang. Hal yang harus Anda perhatikan adalah jaga posisi kepala bayi agar tetap bisa bernapas. Rangsangan bisa sering dilakukan dan lama waktunya bertahap sesuai perkembangannya, jangan terlalu dipaksakan apabila bayi menolak/menangis keras untuk mencegah cedera pada otot lehernya.

  • Stimulasi motorik halus:

    Rangsangan ini dapat diberikan saat Anda sedang menyusui atau tidak melakukan sesuatu. Ketika bayi mengepalkan telapak tangannya, Anda bisa membuka kepalan tangannya dengan lembut, sentuh jari-jarinya satu persatu, dan luruskan. Anda bisa melakukan latihan ini sambil bernyanyi kepada bayi Anda.

    Agar kemampuan menggenggamnya semakin kuat, dan sekaligus melatih perkembangan indera penglihatan dan pendengarannya, Anda bisa memberikan telepon mainan kepadanya. Bayi akan mendengar suara dan melihat kelap-kelip lampu sambil menggenggam telepon mainannya.

3. Usia bayi 3 bulan :

  • Stimulasi motorik kasar:

    Baringkan bayi Anda di kasur/busa tebal yang luas dalam posisi terlentang. Kemudian, sedikit demi sedikit bantu bayi membalikkan posisi tubuhnya.

    Rangsangan ini dapat melatih bayi Anda untuk dapat berguling dari posisi tengkurap ke terlentang dan bahkan merangsangnya untuk dapat berpindah dari posisi terlentang ke tengkurap.

    Anda juga dapat memberikan stimulasi dengan cara meletakkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan pertemukan kedua telapak kakinya sampai saling menempel. Buka kedua telapak kakinya dengan sisi-sisi dalam kaki tetap saling menyentuh.

    Lakukan gerakan buka tutup ini berulang kali. Rangsangan ini dapat meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah bayi Anda.

    Untuk membuat otot kakinya semakin kuat, dalam keadaan terlentang pegang kedua kaki bayi Anda dengan kedua tangan dan lakukan gerakan memutar dengan lembut atau seperti gaya mengayuh sepeda di udara.

  • Stimulasi motorik halus:

    Di usia ini bayi suka sekali memainkan dan mengamati kedua tangannya, membuatnya saling menyentuh dan menyatukannya.

    Sering-seringlah memberi pijatan lembut pada jari-jari bayi Anda. Berikan mainan lembut yang memiliki warna-warna menyolok dan bisa mengeluarkan bunyi untuk memancingnya bereaksi. Biarkan bayi memperhatikan dan menggenggamnya.

    Stimulasi lain untuk mengoptimalkan perkembangan motorik bayi adalah dengan memegang jari-jari tangannya dan lakukan gerakan lengan yang menyilang di dadanya, lalu kembalikan ke samping tubuhnya.

    Lakukan bergantian letak lengan yang saling menyilang. Manfaat dari rangsangan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot lengan atas, bahu dan punggung bagian atas.

Demikianlah beberapa stimulasi motorik kasar dan motorik halus yang bisa Anda berikan kepada bayi usia 0-3 bulan. Semoga bermanfaat!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: