Informasi dan Tips – informasitips.com

Stimulasi Motorik Halus Anak Usia 2 – 3 Tahun

informasitips.com – Melihat anak-anak yang penuh energi sangatlah menyenangkan walaupun juga terkadang melelahkan. Puaskan semua rasa ingin tahu anak dengan mendampinginya dalam melakukan eksplorasi terhadap berbagai hal sambil merangsang dan mendorong antusias anak dengan pengalaman baru setiap harinya. Aktivitas-aktivitas tersebut tak hanya dapat membantu tumbuh kembangnya, melatih keterampilan motorik namun juga dapat memberikan momen-momen indah kebersamaan Anda bersama anak.

Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas beberapa ide jenis permainan rangsangan atau stimulasi untuk melatih keterampilan motorik kasar anak usia 2-3 tahun. Di artikel ini saya akan membahas mengenai beberapa macam stimulasi yang sebaiknya orang tua berikan pada anak usia 2 – 3 tahun untuk perkembangan keterampilan motorik halusnya.

Keterampilan motorik halus adalah tugas-tugas kecil yang memerlukan gerakan yang lebih kecil. Tugas-tugas ini biasanya dilakukan dengan tangan dan jari, seperti memegang pensil dengan benar, menggunting, merobek, mengancingkan baju dan lain sebagainya.

Dibutuhkan persiapan dasar yang matang bagi anak-anak usia prasekolah sebelum memasuki sekolah. Bantu anak dalam melakukan persiapan dasar melalui permainan yang menyenangkan yang dapat melatih keterampilan jari jari, melenturkan otot-otot tangan agar dapat melakukan beberapa gerakan rumit nanti di sekolah.

stimulasi motorik halus anak 2-3 tahun



Stimulasi Motorik Halus:

Beberapa keterampilan motorik kasar yang sebaiknya harus sudah dikuasai anak usia 2 sampai 3 tahun:

– Membalik halaman buku satu per satu
– Meniru menggambar lingkaran, garis vertikal, dan horizontal
– Memegang alat tulis
– Jari-jari bekerja sama dalam meraup benda-benda yang kecil
– Meremas
– Mengepal
– Menggulung
– Menyusun blok kayu
– Merangkai



Tujuan pemberian:
Stimulasi perlu diberikan kepada anak agar melatih gerakan halus supaya kelak anak terampil menggunakan jari jemari dalam kehidupan sehari-harinya, khususnya dalam kegiatan sekolah nanti seperti menulis, melipat dan menggunting.



Berikut bermacam jenis kegiatan rangsangan berupa permainan atau stimulasi sederhana menyenangkan yang bisa diberikan untuk melatih kemampuan motorik halus si kecil antara lain:

  1. Permainan tebak benda
    Permainan ini akan mendorong anak Anda untuk menyentuh dan merasakan objek yang berbeda-beda yang Anda berikan. Anda hanya perlu kantong kertas dan benda-benda yang aman untuk anak balita Anda. Carilah barang yang terbuat dari bahan atau material yang berbeda dan memiliki bentuk yang bervariasi. Sembunyikan barang di dalam kantong dan biarkan anak merasakan dengan jari-jarinya yang mungil benda apa yang ada dalam kantong tanpa melihat ke dalam. Minta anak untuk menebak benda-benda tersebut dan saat permainan selesai biarkan anak kemudian bermain dengan benda-benda tersebut.

  2. Merangkai puzzle
    Puzzle kayu atau berbahan karton tebal yang berukuran cukup besar misalnya bergambar hewan atau buah baik diberikan pada anak usia 2-3 tahun. Hal ini untuk melatih kecerdasan dalam merangkai gambar juga kecermatannya dalam memungut dan menempatkan puzzle pada tempatnya.

    Bila Anda tidak memiliki banyak dana, Anda bisa membuat puzzle sendiri di rumah. Caranya dengan menggunting gambar karton favorit ukuran besar dari majalah bacaan anak atau print gambar dari internet, tempelkan pada kardus tebal, gunting menjadi beberapa bagian dan minta anak untuk merangkainya.

  3. Menarik dan mendorong
    Di usia ini anak suka bermain dengan mendorong kardus, keranjang cucian atau menarik mainannya. Misalnya saja bermain menarik mainan kayunya dengan tali, minta anak untuk menariknya menggunakan tangan kanan dan kirinya secara bergantian. Latih anak untuk menggunakan kedua tangannya agar kedua tangannya terampil. Anda tidak perlu khawatir kalau anak Anda memang kidal, latihlah tangan tersebut agar lebih terampil.

  4. Bermain lilin atau playdough
    Ajari dan minta anak untuk meniru bentuk-bentuk sederhana menggunakan lilin berwarna-warni yang Anda buat. Anda bisa memperkenalkan nama-nama warna juga saat melakukan stimulasi ini. Misalnya saja bentuk bola-bola kecil, ular, cincin atau boneka salju. Kegiatan meremas, menggulung, dan mencetak berbagai macam bentuk selain menyenangkan dapat memperkuat lengan bagian atas, otot-otot telapak tangan dan jari-jarinya.

  5. Menempelkan sticker
    Ajaklah dan biarkan anak untuk memilih ketika Anda membeli sticker-sticker tokoh kartun favoritnya. Biarkan anak untuk menempelkannya di boks plastik makanan atau di mainan favoritnya. Bisa juga Anda membeli buku sticker khusus dimana anak dapat menempelkan stickernya di atas sebuah pola atau bentuk yang memiliki gambar sama dengan bentuk stikernya. Kegiatan mencabut dan menempel sticker tentu dapat melatih keterampilan jari-jari kecilnya.

  6. Membalik halaman buku satu persatu
    Kegiatan rangsangan ini bisa dilakukan ketika Anda sedang membacakan buku cerita bergambar untuknya. Anda bisa membuka 2 atau 3 halaman lembar pertama buku tersebut, dan selanjutnya minta anak untuk membuka halamannya satu per satu.

  7. Mencorat-coret
    Duduklah bersama anak, berikan selembar kertas dan sebuah pensil atau crayon. Ajarkan anak untuk memegang pensil atau crayon yang benar. Mintalah anak untuk menggambar apa saja yang disukainya. Atau berikan contoh bagaimana cara menggambar lingkaran dan garis lurus, minta anak untuk meniru gambar-gambar tersebut.

  8. Menggunting kertas
    Anda bisa membeli gunting plastik khusus anak yang tidak membahayakan di toko-toko alat tulis. Aktivitas menggunting ini bisa melatih anak dalam memegang dan menggerakan gunting yang tentu saja dapat melenturkan otot-otot jarinya agar lebih cekatan. Pada awalnya berikan contoh kepada anak cara memegang gunting yang benar dan bantu anak dalam menempatkan posisi jari-jarinya sebelum menggunting.

    Anda bisa membuat pola-pola sederhana di kertas seperti bentuk segitiga dan persegi panjang lalu minta anak untuk mengguntingnya. Untuk lebih menyenangkan, Anda juga bisa memintanya menggunting gambar tokoh karton favoritnya dari majalah bacaan anak atau kertas kado.

  9. Mengukur dengan sendok
    Saat Anda memasak di dapur, misalnya saja kegiatan membuat kue sebenarnya juga bisa digunakan sebagai kegiatan rangsangan yang melatih kelenturan jari-jarinya. Anda bisa memberikan sendok dan meminta anak untuk mengambil tepung menggunakan sendok tersebut untuk dimasukkan ke timbangan kue.

  10. Merobek
    Kegiatan menyenangkan ini bisa dilakukan dengan kertas koran atau kertas kado bekas. Setelah anak merobek-robek, bantu anak untuk bisa menempelkannya ke kertas putih dengan menggunakan lem.

  11. Menyusun balok dan lego
    Kegiatan menyusun ini dapat membuat anak cerdas karena anak dapat membebaskan ekspresinya dalam menyusun balok-balok atau lego menjadi bentuk-bentuk yang diinginkannya. Misalnya mobil, jembatan atau gedung bertingkat.

  12. Bermain sarung tangan
    Belilah beberapa boneka tangan atau boneka jari yang banyak dijual saat ini. Boneka jenis ini seperti sarung tangan dan pada umumnya memiliki bentuk beberapa kepala binatang. Bukan saja Anda bisa menggunakannya saat membacakan dongeng untuknya tapi Anda bisa juga meminta anak untuk menggerakan jari-jarinya sambil bermain melakukan dialog misalnya saja percakapan antara si bebek dan si burung.

  13. Mengepal dan menguleni
    Permainan ini bisa dilakukan saat Anda membuat cemilan ringan seperti membuat donat atau roti dimana Anda membutuhkan kegiatan dalam mengepal dan menguleni adonan. Anda bisa memberikan sedikit adonan donat atau roti kepada anak untuk bermain, mengepal dan menguleninya, bahkan mencetak adonan dengan cetakan plastik yang biasa digunakan anak saat bermain playdough. Goreng atau panggang adonan kue hasil cetakan anak dan berikan ke anak setelah matang. Anak akan merasa bangga telah membantu Anda memasak di dapur dan menikmati makanan hasil karyanya.

  14. Melipat kertas
    Stimulasi ini dapat memperkuat otot-otot telapak tangan dan jari-jari anak Anda. Kegiatan seni melipat atau origami biasanya nanti dapat dilakukan anak dengan cukup mahir ketika usia TK. Untuk anak berusia 2 sampai 3 tahun Anda bisa mengajarkan teknik melipat kertas sederhana misalnya dengan melipat kertas segi empat menjadi dua atau membuat lipatan segitiga dari kertas berbentuk bujur sangkar.

  15. Buka kado
    Kegiatan ini sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, tapi mungkin akan terasa lebih tepat dilakukan saat Anda memberikan sebuah kado untuk anak. Ketika Anda membelikan hadiah buku atau mainan untuknya, cobalah untuk membungkusnya berlapis-lapis dengan kertas kado atau koran. Minta anak untuk membuka lapisannya satu persatu, tapi sebaiknya jangan terlalu banyak lapisannya agar anak tidak ngambek dan frustasi.

  16. Potong buah
    Anak-anak biasanya sangat ingin terlibat membantu ibu di dapur. Dengan menggunakan pisau plastik mainannya anak bisa membantu Anda dalam memotong pisang atau alpukat dan meminta anak untuk menatanya di piring saji. Dalam hal ini tentu saja Anda tidak bisa lengah karena banyak sekali hal-hal yang berbahaya di dapur seperti pisau dan alat-alat memasak tajam yang lainnya.

  17. Menyambung titik-titik
    Kegiatan rangsangan ini perlu dilatih sejak anak kecil karena keterampilan ini akan dibutuhkan anak untuk belajar menulis. Gambar dua titik pendek-pendek dan minta anak untuk menyambungkannya. Anda juga bisa membeli buku khusus menyambung titik-titik menjadi gambar-gambar yang banyak dijual saat ini di toko-toko buku.

  18. Merangkai
    Stimulasi yang diberikan bisa dilakukan dengan menggunakan cereal berbentuk cincin atau sedotan berwarna-warni yang dipotong dengan ukuran sedang. Berikan tali sepatu atau tali rafia dan minta anak untuk memungut dan merangkai cereal atau potongan-potongan sedotan tersebut. Aktivitas merangkai misalnya saja membentuk kalung atau gelang berguna untuk melatih kelenturan otot pada jari-jari tangan anak Anda, karena gerakan memasukkan tali ke cereal atau potongan sedotan sama dengan cara memegang pensil.

  19. Bermain air
    Saat memandikan anak juga bisa dijadikan area untuk bermain yang menyenangkan sambil memberikan stimulasi untuk melatih kekuatan otot-otot tangannya. Berikan botol plastik kosong dan gelas plastik dan biarkan anak mengisi botol air yang kosong dan menuangkan air ke gelas plastiknya saat berada di bak mandi.

Hal yang perlu setiap orang tua perhatikan adalah bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri-sendiri. Jadi, usahakan untuk tidak terlalu khawatir dan hilangkan kebiasaan membanding-bandingkan anak Anda dengan anak-anak lainnya. Ada beberapa anak yang bisa melakukan beberapa hal lebih cepat daripada anak-anak lainnya. Informasi perkembangan anak yang didapat lewat buku atau internet dapat dijadikan pedoman saja.

Tapi kalau Anda melihat bahwa anak Anda sangat jauh tertinggal dari beberapa keterampilan motorik kasar dan halus yang umumnya sudah bisa dikuasai anak seusianya, mungkin memang ada beberapa hal yang perlu dikhawatirkan. Jika hal ini terjadi, sebaiknya Anda lebih banyak melakukan kegiatan rangsangan motorik kasar dan halus kepada anak. Apabila usaha memberikan kegiatan rangsangan lewat permainan tidak juga memberikan hasil, Anda bisa membawa anak ke dokter anak untuk mengevaluasi perkembangan anak Anda.

Semoga bermanfaat!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2012


loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: