Informasi dan Tips – informasitips.com

Sinar Alpha, Beta dan Gamma (Radioaktif)

informasitips.com – Pada tahun 1898, Rutherford dan kawan-kawan mempelajari sifat-sifat sinar yang dipancarkan oleh radioaktif. Mereka menemukan bahwa sinar (radiasi) tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis menurut kekuatan tembusnya.

Jenis radiasi yang pertama dapat menembus langsung selembar kertas. Jenis radiasi kedua dapat menembus 3 mm Aluminium. Jenis radiasi yang ketiga memiliki daya tembus yang sangat kuat, sehingga dapat menembus beberapa cm Timah dan masih bisa dideteksi pada bagian sebelahnya.

Mereka menamakan tiga jenis radiasi tersebut dengan nama, Alpha (α), Beta (β), dan gamma (γ), yang merupakan tiga huruf pertama dalam abjad Yunani. Masing-masing jenis sinar radiasi tersebut ditemukan memiliki muatan yang berbeda dan dibelokkan dengan berbeda pula dalam medan magnetik (seperti gambar berikut).

Sinar radioaktif dalam Medan Magnet

Sinar α dan β yang membelok berlawanan arah dengan medan magnet sedangkan sinar γ tidak berbelok sama sekali

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa sinar α bermuatan positif, sinar β bermuatan negatif dan sinar γ bersifat netral.

Sinar Alpha (α) atau partikel α adalah inti dari atom Helium, He, yang mengandung 2 proton dan 2 neutron yang terikat secara bersama-sama.

Sinar Beta (β) adalah elektron-elektron, identik dengan yang mengelilingi inti (tetapi sinar ini terjadi dari inti itu sendiri).

Sinar Gamma (γ) adalah energi foton yang sangat tinggi yang memiliki energi lebih tinggi dari pada energi sinar X.

Dan berikut adalah perbandingan daya tembus untuk ketiga partikel atau sinar Alpha, Beta dan Gamma.

Sinar Radioaktif Tembus

Daya tembus radiasi sinar α , β dan γ

  1. Sinar Alpha (α)

    Partikel Alpha (α) memiliki muatan sebesar dua kali muatan proton dengan gerak yang relatif lambat sehingga menimbulkan ionisasi yang cukup besar (sekitar 105 pasang ion per cm udara pada tekanan normal). Akibatnya energi akan berkurang dalam jarak yang pendek, sehingga hanya mampu menembus udara sejauh 5 cm.

    Partikel Alpha (α) mempunyai dua proton dan dua netron sehingga inti induk yang meluruh dengan memancarkan partikel Alpha (α) akan menghasilkan inti baru dengan nomor atom berkurang sebanyak dua dan nomor massa berkurang sebanyak empat dibandingkan inti induk. Hal ini akan lebih jelas dengan memperhatikan reaksi berikut.

    Reaksi partikel Alpha

    Pada reaksi tersebut inti X akan meluruh menjadi Y dengan memancarkan partikel α. Perhatikan jumlah muatan ruas kiri masih tetap sama dengan jumlah muatan pada ruas kanan, begitu juga dengan jumlah nukleon.

  2. Sinar Beta (β)

    Partikel Beta (β) dipancarkan oleh unsur yang mempunyai perbandingan jumlah netron lebih besar dibandingkan dengan jumlah proton. Agar stabil, netron harus dikurangi dengan cara satu netronnya berubah menjadi proton dan satu elektron.

    Proton hasil tetap berada pada intinya sedangkan elektronnya akan dipancarkan sebagai partikel Beta (β). Dengan demikian, inti yang meluruh menjadi inti lain nomor atomnya bertambah, tetapi nomor massanya tetap. Untuk lebih jelasnya, perhatikan reaksi berikut.

    Reaksi partikel Beta

    Dalam reaksi di atas terlihat inti atom X meluruh menjadi Y dengan memancarkan partikel Beta (β). Perlu diketahui bahwa elektron yang dipancarkan pada peluruhan sinar Beta (β) ini bukan elektron yang berasal dari kulit (orbital) atom melainkan elektron yang diciptakan di dalam inti itu sendiri. Seperti halnya pada pemancaran Alpha (α), jumlah nomor atom dan jumlah nukleon pada ruas kiri harus sama dengan ruas kanan.

    Pertikel beta (β) mudah dideteksi karena lintasannya yang melingkar jika melewati suatu bahan dan hanya tinggal sesaat pada suatu atom tunggal karena kecepatannya yang tinggi. Akibatnya, ionisasi yang disebabkan oleh partikel beta ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan ionisasi karena partikel Alpha (α), yaitu sekitar 103 pasangan ion tiap cm udara pada tekanan normal.

  3. Sinar Gamma (γ)

    Sinar Gamma (γ) merupakan radiasi elektromagnetik dengan energi yang sangat tinggi. Dibandingkan dengan partikel Alpha (α) dan Beta (β), sinar Gamma (γ) sedikit sekali menimbulkan ionisasi dan memiliki daya penetrasi yang sangat besar (Lihat gambar di atas). Karena sinar Gamma (γ) tidak mempunyai nomor atom dan nomor massa, maka inti induk yang memancarkan sinar Gamma (γ) tidak berubah nomor atom dan nomor massanya.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2012
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda, kemudian klik langganan

FOLLOW INFORMASITIPS