Siapa Penemu Mesin Uap?

informasitips.com – Seperti telah kita ketahui bersama bahwa peradaban modern diawali oleh terjadinya revolusi industri pada rentang tahun 1760 hingga 1820 atau sekitar 1840 di Inggris. Kala itu, banyak pabrik berdiri untuk memroduksi berbagai komoditi, dan pabrik-pabrik itu digerakkan oleh mesin uap yang pada saat itu mulai disempurnakan pengembangannya. Jadi, bisa dikatakan bahwa mesin uap-lah yang memrakarsai berjalannya revolusi industri dan pengembangan industri hingga saat ini. Oleh karena itu, penemuan mesin uap merupakan momen penting dalam sejarah modernisasi.

Penemu Mesin Uap

Penemuan mesin uap menyuguhkan cerita dalam rentang waktu yang tidak singkat, dan dalam prosesnya tidak hanya melibatkan 1 penemu, melainkan ada 3 orang yang terlibat di dalamnya. 3 orang penemu mesin uap itu adalah Thomas Savery, Thomas Newcomen, dan James Watt. Mungkin diantara ketiga nama itu yang paling kita kenal adalah James Watt, banyak di antara kita yang hanya mengetahui bahwa mesin uap ditemukan oleh James Watt. Padahal, sebelum James Watt, prototipe mesin uap telah dikembangkan pertama kali oleh Thomas Savery yang kemudian dilanjutkan beberapa tahun setelahnya oleh Thomas Newcomen.

Mesin Uap Thomas Savery

Penemuan mesin uap diawali pada tahun 1698 oleh seorang berkebangsaan Inggris, yaitu Thomas Savery. Dia berhasil mematenkan hasil temuannya yang berupa pompa uap. Pada dasarnya mesin yang ditemukan Thomas Savery adalah mesin untuk memompa air dengan memanfaatkan uap yang dihasilkan dari proses memasak air. Pada masanya, mesin uap Savery direkomendasikan untuk digunakan dalam proses pendistribusian air. Namun, mesin ciptaan Savery memiliki berbagai kelemahan yang berdampak signifikan dalam aplikasinya.

Salah satu kelemahannya adalah kemampuannya dalam mengangkat air yang sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 30 kaki. Jika ingin menambah daya angkatnya, maka tekanan yang dibutuhkan akan semakin besar, konsekuensinya semakin tinggi temperatur yang dibutuhkan, bahkan bisa sampai melelehkan material pembuatnya. Mesin uap Savery sangat rentan untuk meledak akibat dari besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk mengangkat atau memompa air. Bertolak dari kelemahannya itu, maka pamor mesin uap Savery kian meredup dan mulai digantikan oleh mesin uap generasi berikutnya yang diprakarsai oleh Thomas Newcomen.

Berikut gambar mesin uap hasil karya Thomas Savery:

Mesin Uap Thomas Savery

Mesin Uap Thomas Newcomen

Berbeda dengan mesin uap rancangan Savery, mesin uap hasil karya Newcomen tidak membutuhkan tekanan yang besar dan hanya mengandalkan tekanan atmosfer dalam pengoperasiannya. Oleh karena itu, mesin uap buatan Thomas Newcomen juga disebut Mesin Atmosferik Newcomen. Mesin uap yang diprakarsai Thomas Newcomen juga memiliki penggerak berupa piston atau silinder, hal itu berbeda dengan mesin uap Thomas Savery yang tidak berpenggerak. Piston atau silinder tersebut berfungsi untuk menggerakkan balok kayu yang mengendalikan proses pemompaan air. Mesin uap Newcomen tidak menggunakan uap untuk mengangkat air layaknya mesin uap Savery, tetapi Newcomen memanfaatkan piston yang dikombinasikan dengan balok kayu yang dalam desainnya diposisikan agar berat sebelah (lihat gambar). Bobot balok kayu pada sisi boiler lebih ringan ketimbang pada posisi auxilary pump.

Berikut gambar mesin uap yang diprakarsai oleh Thomas Newcomen:

Mesin Uap Thomas Newcomen

Mesin Uap Watt

Layaknya mesin uap Newcomen, mesin uap yang diprakarsai James Watt juga menggunakan tekanan atmosfer dalam pengoperasiannya. Namun, mesin uap ini lahir untuk mengatasi kelemahan yang dimiliki oleh mesin uap Newcomen yang inefisien (tidak efisien) karena banyaknya energi yang dibutuhkan manakala dijalankan. Hal itu sebagai akibat dari proses pemanasan dan pendinginan yang terjadi secara berulang, sehingga banyak energi yang terbuang percuma. Untuk mengatasi masalah tersebut, James Watt membuat konsep kondensor terpisah pada mesin yang didesain. Watt menemukan konsep tersebut pada tahun 1765. Untuk mewujudkan mesin uap berdasarkan atas konsepnya itu, James Watt mendapatkan dukungan finansial dari Matthew Boulton yang kemudian menjadi mitranya, sehingga mesin uap Watt itu kerap juga dikenal dengan nama Boulton and Watt Steam Engine.

Pada prinsipnya, mesin uap buatan James Watt mirip dengan mesin uap buatan Newcomen yaitu dengan mengandalkan perbedaan tekanan sebagai akibat adanya keadaan vakum pada piston sehingga membuat piston tersebut terdorong ke bawah. Berbeda dengan mesin Newcomen, silinder pada mesin uap James Watt senantiasa berada dalam keadaan panas.

Berikut gambar mesin uap yang merupakan buah karya dari James Watt:

Mesin Uap James Watt

Bagikan artikel:

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>