Informasi dan Tips – informasitips.com

Seluk Beluk Bayi Tabung

informasitips.com – Bayi tabung merupakan salah satu program yang ditawarkan untuk pasangan yang sulit mendapatkan keturunan. Program ini memiliki prosedur panjang, syarat moral, biaya mahal, dan kerugian. Pasangan suami istri harus siap secara mental dan finansial sebelum memutuskan untuk mengikuti program ini.

Pengertian Bayi Tabung

Bayi tabung adalah proses perollehan untuk mendapatkan bayi dengan cara membuahi sel telur oleh sp e r ma yang dilakukan di luar rahim atau secara in-vitro. Oleh karena itu, proses bayi tabung kerap disebut juga fertilisasi in-vitro, yang artinya pembuahan secara in-vitro.

Proses Bayi Tabung

  • Pertama-tama, pemeriksaan kesuburan dilakukan pada kedua pasangan. Seorang perempuan perlu diperiksa kesehatan reproduksinya untuk mengetahui kelainan yang mungkin terjadi dan tingkat kesuburannya. Sedangkan laki-laki diperiksa kualitas sp e r ma nya.
  • Pemeriksaan selanjutnya dalam proses bayi tabung adalah memastikan kedua pasangan tidak mengidap penyakit berbahaya seperti HIV/ AIDS, Sifilis, gonore, dan hepatitis.
  • Bagi perempuan yang lolos tes kedua akan diberikan obat-obatan untuk merangsang o vul asi (pematangan sel telur). Jika pada kondisi normal sel telur yang matang hanya 1, dalam praktek ini dibuat hingga 6 sel telur dalam satu kali o v ula si.
  • Proses Bayi Tabung

    sumber gambar: haveababy.com

  • Sel telur tersebut diambil dari rahim dan diletakkan di tempat steril untuk dipertemukan dengan sp e r ma.
  • Jika o v u la si telah terjadi, tiga embrio diambil dan diletakkan di rahim kembali agar terjadi implantasi. Sedangkan sisanya dibekukan yang tujuannya adalah apabila ketiga sel telur tidak berimplantasi, maka sel telur yang dibekukan dapat diambil, dicairkan, kemudian ditanam di rahim ibu kembali.
  • Apabila proses bayi tabung di atas gagal, maka perlu diulangi dari awal lagi.

Syarat Moral

Teknik bayi tabung ini memang terdengar cerdas, praktis, dan fleksibel. S p er ma atau sel telur dapat diperoleh dari orang lain (bukan pasangan). Namun, secara moral tentu banyak yang perlu diperhitungkan.

Pertama, jika sel telur gagal berimplantasi, maka sama halnya terjadi aborsi. Meskipun dalam bentuk embrio, tetapi ia adalah calon manusia. Jadi, kegagalan implantasi sama dengan meningkatkan frekuensi kematian manusia.

Kedua, apabila sp e r ma dan sel telur yang dipasangkan bukan dari pasutri, maka ini menyalahi hukum pernikahan. Nasab/keturunan bayi yang dilahirkan diragukan secara agama. Tentunya keadaan ini akan menyulitkan perkara agama seperti mahram, hak waris, dan pernikahannya kelak.

Ketiga, jika embrio yang ditanam berhasil berimplantasi, bagaimana dengan basib embrio yang dibekukan? Bolehkan merusak calon manusia? Tentu, sebagai bangsa bermoral, hal ini sulit dilakukan.

Keempat, apabila ketiga embrio yang ditaman berhasil berimplantasi, apakah janin akan digugurkan? Tentu menggugurkannya memerlukan biaya dan resiko yang lebih tinggi. Selain itu, aborsi masih dilarang di negara kita dengan alasan apapun.

Biaya Bayi Tabung

Biaya program bayi tabung tidak bisa dikatakan murah. Satu kali proses membutuhkan dana minimal Rp.40.000.000,00. Padahal, tidak ada jaminan satu kali proses akan langsung berhasil. Jika proses pertama gagal, maka harus dilakukan proses lanjutan dengan biaya bayi tabung yang sama.

Dampak Bayi Tabung

Proses bayi tabung ini memerlukan pengorbanan tenaga yang luar biasa. Oleh karena itu, dampak bayi tabung pun juga tidak bisa begitu saja diabaikan, seringkali terasa berat bagi mereka yang melakukannya. Bayangkan, Ibu harus menjalani berbagai pemeriksaan, injeksi, pengobatan, dan tindakan bedah berulang kali. Untuk satu kali proses saja perlu waktu panjang, apalagi kalau proses gagal dan perlu pengulangan.

Untuk mendapatkan sel telur dalam jumlah banyak, maka penambahan hormon reproduksi diperlukan. Efek samping penambahan hormon ini adalah meningkatnya resiko kanker pada wanita. Perempuan yang menjalani program bayi tabung juga lebih mudah stres dan sakit.

Tidak hanya dalam proses awalnya, namun dampak bayi tabung juga dapat dirasakan oleh si kecil, diantaranya:

  • Bayi laki-laki hasil dari proses bayi tabung memiliki resiko 5 kali lebih besar untuk mengalami hipospadia.
  • Di Finlandia diketahui bahwa bayi yang diperoleh dari program bayi tabung memiliki kondisi kesehatan yang berada di bawah kondisi bayi yang melalui proses normal. 25% bayi tabung diketahui memiliki berat kurang dari 2500 gram.
  • Di Swedia, dari 5800 bayi tabung yang diteliti diketahui bahwa terdapat peningkatan resiko sebesar 2.8 hingga 3.7 kali pada bayi tabung untuk mengalami cerebral palsy (penyakit gangguan gerakan dan otot).

Angka keberhasilan program bayi tabung hanya 10-40%. Semakin muda usia perempuan semakin tinggi potensi keberhasilannya. Jika tidak berhasil, maka kerugian finansial dan kesehatan sangat tinggi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: