Informasi dan Tips – informasitips.com

REVIEW FILM : THE THING (2011), MONSTER RASA BARU??

informasitips.com – The Thing versi 2011, adalah debut dari sutradara Matthijs van Heijningen Jr. yang berkebangsaan Belanda dan ditulis oleh Eric Heisserer dan bisa dibilang ini adalah sebuah film bergenre horor fiksi ilmiah. Horor dan kengerian yang ada di film ini sebenarnya tak beda jauh dari film yang diproduksi tahun 1951 milik Howard Hawks, “The Thing From Another World”, yang diambil berdasarkan novel Science Fiction-nya John W. Campbell berjudul ‘Who Goes There?”, pun bila dibandingkan dengan “The Thing” tahun 1982 versi John Carpenter.

Nah, 30 tahun setelah versi ’82-nya keluar, beredarlah prekuel dari film ini. Kenapa disebut prekuel? Karena The Thing versi milenium ini adalah sebuah film berbeda dengan skenario yang sama, yang menyambung sempurna dengan film aslinya. Heisserer memberikan awal dari semua yang terjadi pada versinya John Carpenter, termasuk dari mana asal muasal si organisme peniru ulung itu, juga bagi anda yang bertanya-tanya dari mana asal anjing yang dikejar-kejar sebuah helikopter di awal versi ’82 nya, di versi 2011 ini akan dijelaskan semuanya, termasuk misteri dari mana munculnya mayat manusia dengan dua wajah yang mengerikan itu yang ditemukan Kurt Russel di kamp Norwegia, tempat dimana semua mimpi buruk ini bermula.

Review Film The Thing

Sebenarnya versi 2011 ini tidak sepenuhnya bisa disebut prekuel karena apa yang disuguhkan film ini ceritanya 80% hampir sama dengan yang versi 1982. Yang membedakan hanya awal dan akhir dari film ini dan juga setting-nya yang semula di kutub utara dipindah ke Antartika. Dan juga tentunya sang pemeran utama, jika di versi lama peran utamanya dimainkan oleh sosok brewokan-nya Kurt Russel, maka sebagai gantinya di versi baru ini ditampilkan si cantik Mary Elyzabeth Winstead yang didapuk sebagai tokoh jagoannya, dan secara tidak langsung juga memberikan kesegaran ditengah dominasi karakter prianya.

Kisah ”The Thing” versi ini dimulai dengan penemuan pesawat luar angkasa yang telah terkubur selama 100.000 tahun dibawah es oleh sekumpulan peneliti di kamp Norwegia yang terdiri dari; Edvard (Trond Espen Seim), Jonas (Kristofer Hivju), Olav (Jan Gunnar Roise), Karl (Carsten Bjornlund); Juliette (Kim Bubbs); Lars (Jorgen Langhelle); Henrik (Jo Adrian Haavind); Colin (Jonathan Lloyd Walker) dan Peder (Stig Henrik Hoff). Kemudian seorang ilmuwan wanita, Kate Lloyd (diperankan Mary Elizabeth Winstead), ahli Paleontologis dari Amerika Serikat dipanggil oleh Dr. Sanders Halvoson (Ulrich Thomsen) dan asistennya Adam Finch (Eric Christian Olsen) untuk menelitinya. Setelah melihat – lihat isi pesawat luar angkasa tersebut, mereka menemukan sesosok makhluk mengerikan (alien) di dalam bongkahan es.

Nampaknya alien, atau lebih tepatnya organisme hidup atau parasit, yang mereka temukan itu sudah mati, namun dugaan mereka keliru. Ternyata makhluk itu masih hidup, ia bangkit kembali, bahkan ia memiliki kemampuan shape-shifting atau membuatnya bisa berubah bentuk menjadi makhluk hidup seperti apapun yang disentuhnya, termasuk menyamar menjadi salah satu dari anggota kelompok peneliti. Dengan lepasnya organisme asing tersebut dari ”penjara es”-nya di Antartika, hidup mati mereka ditentukan oleh bisa tidaknya mereka menemukan siapa kawan dan siapa lawan mereka sebenarnya. Yang jauh lebih menakutkan lagi adalah kalau mahkluk ini bisa mencapai peradaban.

Seperti yang saya bilang diatas, tidak ada inovasi besar-besaran disini, Heisserer sebisa mungkin membuatnya semirip mungkin dengan yang dibuat Carpenter 30 tahun lalu itu, Atmosfer dingin menusuk tulang, scoring yang creepy khas versi aslinya berpadu dengan konflik krisis kepercayaan yang menghinggapi karakternya membuat kita tidak pernah bisa menebak mana-mana saja manusia yang sudah terinfeksi alien imitator ganas ini.

Bisa jadi film ”The Thing” versi abad 21 ini akan menjemukan bagi para veteran ’82 nya yang sudah pernah merasakan segala teror mencekam seperti ini sebelumnya, tapi disisi lain ini tetap adalah tontonan horor fiksi ilmiah yang bagus buat anda yang masih penasaran bagaimana kisah dari salah satu horor klasik terbaik ini dimulai, terlebih buat anda penonton yang baru akan mengenal franchise The Thing ini. Versi 2011 bukan remake yang jelek, bisa dibilang lumayan.

Film yang berdurasi total 102 menit dan didistribusikan oleh Universal Pictures ini hanya berbudget $38 juta dan setelah rilisnya pada tanggal 14 Oktober 2011 kemarin, film ini hanya mampu meraih total pendapatan tak lebih dari $28 juta dari seluruh dunia. Kritik yang masuk bervariasi ada yang cukup menyukainya, “film ini menawarkan pengalaman yang kurang lebih sama persis tensi ketegangan dan ketakutannya dengan yang versi 1982”; sementara kritik yang lain memuji akting si pemeran wanita utamanya Kate Lloyd (Winstead) sebagai paleontologist yang tetap tenang dan berpikir dengan logika ketika yang lainnya mulai panik dan takut. Namun yang memberikan respon yang bernada negatif pun juga cukup banyak, seperti dikutip dari NJ.com, ”Tidak se-ngeri dan semenakutkan jika dibandingkan dengan versi jadul The Thing”, salah satu kritikus film dari harian New York Post bahkan membandingkan film ini dengan animasi “Happy Feet”, sementara dari Rotten Tomatoes overall mereka memberikan poin hanya 2 dari skala 5. sedangkan IMDB nilai 3 dari skala 5. Lalu bagaimana dengan anda…??

(Berbagai sumber. *SilverSkylane)



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *