Informasi dan Tips – informasitips.com

Rasa Percaya Diri di Setiap Tahapan Usia

percaya diri di setiap tahapan usia 20 30 40informasitips.com – Rasa percaya diri adalah modal penting yang harus dimiliki setiap orang agar bisa berhasil menjalani kehidupan dengan segala macam tantangannya. Dalam setiap episode kehidupan, pasti akan ada saat naik dan saat surut. Ada saat-saat sulit dan juga ada saat dimana semuanya terasa berjalan begitu mudah. Di sinilah letak diperlukannya rasa percaya diri. Rasa percaya akan kemampuan diri sendiri dan rasa keyakinan bahwa kita memiliki kekuatan untuk melewati segala macam rintangan dalam kehidupan.

Bak pasang surut kehidupan, percaya diri (PD) yang dimiliki seseorang juga ada pasang surutnya. Rasa percaya diri sangatlah fluktuatif. Terkadang kita merasa sangat PD seakan bisa melakukan apa saja, dan begitu pula sebaliknya. Ternyata, pasang surut rasa percaya diri yang dimiliki seseorang berbeda-beda di setiap tahapan usianya. Rasa percaya diri yang dimiliki seseorang di usia 20-an tentulah berbeda dengan rasa percaya dirinya di usia 30-an atau 40-an.

Berikut beberapa perbedaan pasang surut rasa percaya diri di setiap tahapan usia manusia:

  1. Usia 20-an
    Orang yang berada di usia 20 tahunan biasanya merasa sangat percaya diri. Percaya diri yang sangat besar seakan merasa paling kuat dan tak terkalahkan. Selain itu, biasanya orang di tahapan usia ini merasa tidak akan ada masalah apapun dalam hidupnya, baik dalam hal pekerjaan ataupun hal lainnya. Selain karena emosi yang masih menggebu-gebu, sehingga merasa sangat yakin akan kemampuan diri sendiri, di usia 20-an biasanya seseorang belum terbelenggu dengan ikatan keluarga atau pekerjaan yang stabil. Bila bisa dimanfaatkan dengan baik dan diarahkan secara tepat, rasa kepercayaan diri yang kuat seperti ini akan menjadi modal kuat untuk meraih segala impian.

    Hal apa yang bisa menurunkan rasa percaya diri orang di usia 20 tahunan?
    Faktanya, banyak hal yang masih belum diketahui dan dimengerti. Ketidaktahuan tersebut sering kali menjadi penyebab utama yang dapat menurunkan rasa percaya diri orang di tahapan usia ini. Menyadari bahwa banyak hal yang belum dipahami biasanya langsung membuat rasa percaya dirinya merosot. Misalnya begini, orang di usia 20-an biasanya baru memulai suatu pekerjaan. Namun, karena kurangnya pengalaman, maka akan timbul berbagai kekhawatiran bagaimana menangani proyek-proyek besar atau tantangan pekerjaan lainnya.

    Solusinya?

    • Hadapi situasi menakutkan
      Sesulit apapun, Anda harus bisa menghadapi berbagai kondisi dengan tenang. Saat terlintas dalam pikiran Anda “aku tak bisa melakukannya..”, jangan pernah meng-iyakan atau mengamini pikiran tersebut. Lawanlah dan berilah keyakinan yang sebaliknya dalam diri Anda. Tanamkanlah keyakinan yang positif bahwa Anda bisa dan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tantangan apapun. Tanamkan keyakinan tersebut secara perlahan, dan Anda akan dibuat terkesima saat Anda bisa berhasil melewati apa yang menjadi kekhawatiran Anda.

    • Jalinlah hubungan yang cukup baik dengan orang yang lebih senior dari Anda
      Mintalah pendapat dan pandangan dari orang yang lebih matang dari Anda. Pandangan atau perspektif dari orang yang lebih senior atau pendapat dari seseorang yang lebih matang dan lebih banyak pengalamannya dari Anda tentu akan berbeda dengan pandangan dan pendapat teman Anda yang sebaya. Seringlah bertukar pikiran bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri kepada orang tersebut. Semakin banyak Anda berdiskusi dan bertukar pikiran dengan orang lain terutama yang lebih senior dari Anda, maka akan semakin luas pula wawasan Anda. Hal ini tentunya perlahan-lahan akan menaikkan rasa percaya diri Anda.
  2. Usia 30-an
    Katanya, usia 30-an terasa sangat menyenangkan. Hal ini diperkuat dengan pendapat seorang penulis buku Breaking The Chain of Low Self Esteem, Marilyn J. Sorensen, Ph. D. Menurutnya, usia 30-an akan terasa sangat menyenangkan karena Anda tahu bagaimana caranya memegang kendali, tahu bagaimana menyiasati pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk dan dikejar waktu, dan lebih mengerti cara mengatasi hubungan yang kurang baik dengan pasangan atau teman. Bisa dibilang, pada usia 30-an kematangan emosi dan pengalaman hidup semakin bertambah, maka akan lebih pandai dan percaya diri pula seseorang dalam menghadapi segalam macam lika-liku hidupnya. Kematangan emosi yang semakin bertambah tersebut juga akan memaksimalkan kemampuan Anda dalam mengasah segala potensi diri Anda.

    Hal apa yang bisa menurunkan rasa percaya diri orang di usia 30 tahunan?
    Perjuangan berat jungkir balik menghadapi segala macam hambatan yang muncul dalam keluarga. Intinya, masalah keluarga merupakan masalah sensitif yang bisa menurunkan kepercayaan diri Anda. Bagi yang belum menikah, di usia 30-an masalah belumnya berkeluarga akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan merasa adanya ketidakseimbangan dalam hal kehidupan pribadinya. Sementara bagi orang yang sudah menikah (berkeluarga), hambatan-hambatan dalam berumah tangga menjadi salah satu masalah besar yang bisa menghambat rasa percaya diri Anda.

    Misalnya, untuk wanita usia 30-an yang telah menikah mungkin akan mempertanyakan mengenai karir yang akan Anda jalani. Andaikan sudah memiliki pekerjaan, maka akan mengalami kebingungan untuk menyeimbangkan waktu antara karir dan keluarga. Kekurangcakapan dalam mengatur waktu tersebut bisa menimbulkan berbagai konflik dalam keluarga. Akibatnya masalah tersebut justru menjadi hal yang bisa menurunkan rasa percaya diri Anda. Sementara bila belum memiliki pekerjaan (terpaksa harus tidak bekerja), si wanita usia 30-an akan diliputi kecemasan akan eksistensi dan aktualisasi dirinya. Ada juga yang merasa tidak berarti bila tidak bekerja. Terlebih membandingkan diri dengan wanita lain yang bekerja. Perasaan ini, jika tidak segera diatasi lambat laun akan menjadi pengganggu terbesar yang dapat menurunkan kepercayaan diri.

    Untuk pria usia 30-an yang telah menikah, perasaan yang megharuskan diri menjadi yang terbaik dalam karir kemungkinan akan menjadi penghambat percaya diri.

    Solusinya?

    • Ciptakanlah waktu pribadi, utamanya untuk wanita. Bila Anda sudah menikah, segala macam urusan keluarga mulai dari mengurus suami, anak, karir, dan lainnya akan menyita segala waktu dan perhatian Anda. Sebaiknya ciptakanlah waktu untuk diri Anda sendiri. Carilah waktu bagi diri Anda sendiri (me time) untuk bersenang-senang dan melakukan segala hal yang Anda sukai. Bisa memenuhi kebutuhan pribadi akan memberikan perasaan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.

    • Untuk pria, sebisa mungkin singkirkan perasaan Anda untuk selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tidak ada yang memaksa Anda harus menjadi yang terbaik. Keluarga pun tentu bisa menerima Anda andaikan Anda bukan yang terbaik. Peran baru dalam rumah tangga terkadang menuntut Anda ingin menjadi contoh yang baik dalam keluarga. Perasaan ini bila tidak terkontrol akan menimbulkan paksaan dalam diri Anda untuk selalu menjadi yang terbaik. Bila belum bisa menjadi yang terbaik, maka akan timbul rasa malu dalam diri Anda. Yang harus Anda lakukan adalah tidak memaksa diri untuk selalu menjadi yang terbaik. Jangan terlalu membandingkan diri Anda dengan orang lain. Jalani sebaik dan seoptimal mungkin. Selebihnya, tetap berbahagia dan bersyukurlah dengan hidup Anda.
  3. Usia 40-an
    Usia 40-an biasanya seseorang merasa sangat percaya diri. Berbagai pengalaman dan tantangan kehidupan berhasil dilalui dan Anda juga sudah bisa menerima keberadaan diri sendiri. Menerima keadaan bahwa di usia segini mungkin memang tubuh Anda tak sebagus dulu lagi, mulai terlihat lebih gemuk, menerima keadaan bahwa Anda harus menekuni rutinitas pekerjaan yang sehari-hari Anda lakukan. Semakin banyaknya pengalaman Anda menghadapi berbagai kondisi sulit akan membuat Anda menjadi lebih bijak dalam menyikapi berbagai keadaaan. Kematangan emosional yang bertambah dan menurunnya ego diri membuat Anda lebih percaya diri dalam menjalani hidup Anda.

    Hal apa yang bisa menurunkan rasa percaya diri orang di usia 40 tahunan?
    Tiga kata yang dapat menggambarkannya adalah krisis paruh baya. Mereka yang berusia 40-an mungkin akan merasa gagal bila belum juga mencapai apa yang diharapkan. Selain perasaan gagal akan muncul pula perasaan yang mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Meyakini karir yang telah dipilih harus pula disertai dengan kesadaran mengenai pengorbanan yang perlu dilakukan, terutama dari keluarga. Kendati merasa sukses, masih saja ada hal yang mengganggu. Satu pertanyaan yang sering mucul adalah, “bagaimana jika seandainya.. “. Dan ini yang harus Anda hilangkan. Di usia yang sudah matang seperti ini, justru di sanalah seharusnya Anda bisa meyakinkan diri sendiri dan membuang jauh-jauh keraguan-keraguan Anda dalam hidup.

  4. Solusinya?

    • Berolahraga
      Studi menunjukkan bahwa berolahraga dapat mengalirkan perasaan optimis dan postif dalam diri manusia. Berolahraga terbukti juga bisa menurunkan tingkat stress seseorang.

    • Akrabkan diri dengan lingkungan
      Lingkungan yang dimaksud bisa keluarga, teman, atau tetangga di sekitar. Jika memiliki sistem yang saling mendukung, setiap beban dan hambatan akan terasa lebih ringan.
      Selain itu, Anda juga dapat mengakrabkan diri dengan lingkungan alam. Menyatu kembali dengan alam merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menguatkan energi positif Anda.

    • Coba kursus baru
      Ambil kursus baru yang bisa menggugah rasa ingin tahu Anda. Misalnya Anda bisa mengambil kurus bahasa asing, memasak, musik, atau kursus skill lainnya.. Menguasai skill dan kecakapan baru akan meningkatkan rasa percaya diri Anda dan membuat Anda merasa lebih berdaya guna.
    Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2011


    loading...
    Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *