Informasi dan Tips – informasitips.com

Racun Pada Jengkol: Asam Jengkolat

informasitips.com – Siapa yang tidak kenal dengan jengkol? Hampir seluruh masyarakat Indonesia mungkin mengetahui makanan yang memiliki aroma khas ini, baik dia menyukainya ataupun tidak. Mungkin tak banyak yang mengetahuinya, tetapi jengkol memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan, khususnya bagi mereka para penderita diabetes. Studi menunjukkan bahwa jengkol bermanfaat dalam mengatasi diabetes. Pemberian jengkol secara oral pada tikus percobaan menunjukkan bahwa jengkol memiliki efek anti-diabetik. Hal tersebut ditunjukkan dengan membaiknya kondisi tikus setelah diberi zat penginduksi diabetes, streptozotocin. Kadar gula darah berkurang secara signifikan setelah pemberian jengkol melalui mulut, tidak hanya itu, hewan percobaan yang diberi jengkol juga mengalami peningatan nafsu makan, bobot badan, serta mempengaruhi secara positif jumlah pula-pulau kecil yang aktif pada kelenjar Langerhans.

Terlepas dari manfaatnya, konsumsi jengkol di Indonesia memang terbilang tinggi, terutama di Provinsi Jawa Barat. Tak ayal, jengkol merupakan jenis makanan yang memiliki penggemar fanatik. Ada yang sangat menggilai makanan ini. Nah, bagi mereka sebaiknya berhati-hati, karena ternyata jengkol mengandung racun yang dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan, terutama kesehatan ginjal. Lepas dari itu, studi membuktikan bahwa jengkol memiliki manfaat bagi kesehatan.

Racun Jengkol

Apa Itu Asam Jengkolat?

Asam jengkolat merupakan suatu asam amino yang tidak biasa, karena dia bukan merupakan protein. Asam jengkolat yang dalam struktur molekulnya mengandung sulfur memiliki kelarutan yang rendah pada suasana asam, sehingga akan berbentuk kristal yang tidak larut. Kristal tersebut dapat menyebabkan iritasi pada tubul ginjal dan saluran kencing manusia, sehingga menyebabkan timbulnya nyeri saat akan berkemih. Hal tersebut membuat asam jengkolat memiliki sifat toksik bagi manusia, tepatnya bersifat nefrotoksik atau toksik terhadap ginjal. Kondisi dimana seseorang mengalami keracunan akibat asam jengkolat disebut dengan jengkolan atau djengkolism.

Cara Mengurangi Kandungan Asam Jengkolat dalam Jengkol

Cara mengurangi racun dalam jengkol dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan cara memasaknya terlebih dahulu. Jangan mengonsumsi jengkol yang masih mentah, karena kandungan asam jengkolatnya masih tinggi. Proses pemasakan dapat mengurangi kandungan asam jengkolat dalam jengkol, sehingga dapat meminimalisir kejadian jengkolan. Cara lain yang dapat dilakukan, seperti dilansir dari pom.go.id, adalah dengan cara memendam terlebih dahulu jengkol di dalam tanah sebelum dimasak, hal itu dipercaya dapat mengurangi kandungan asam jengkolatnya.

Trik Menghindari Jengkolan

Trik lain untuk menghindari munculnya gejala jengkolan adalah dengan cara mengonsumsi jengkol bersamaan dengan makanan lain yang dapat mengurangi derajat keasaman tubuh, seperti sayuran bayam, parsley, seledri, bawang putih, sawi, asparagus, kubis, brokoli, serta buah-buahan seperti melon ataupun semangka.

Cara Mengatasi Jengkolan

Jika Kamu mengalami gejala jengkolan, seperti nyeri pinggang dan nyeri pada perut, maka Kamu bisa mengatasinya dengan cara minum air yang banyak, serta diiringi dengan pemberian 2 gram sebanyak 4 kali sehari secara oral hingga gejala hilang. Namun, jika gejala keracunannya tergolong berat, seperti oliguria (urin sedikit), hematuria (urin disertai darah) dan anuria (tidak dapat minum), maka Kamu harus segera ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Satu hal yang perlu diingat untuk menghindari keracunan oleh jengkol adalah jangan mengonsumsi jengkol dalam keadaan perut kosong, karena pada saat perut kosong kadar asam dalam lambung sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan kelarutan asam jengkolat berkurang (karena kondisi asam) yang pada akhirnya Kristal asam jengkolat akan terbentuk dan dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada tubul ginjal serta saluran kemih. Dan, jangan mengonsumsi jengkol secara berlebihan ya, terutama jika Kamu puya masalah pada ginjal, lagipula segala yang berlebihan itu pasti memiliki dampak negatif, dan mengonsumsi jengkol bukanlah pengecualian.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *