Informasi dan Tips – informasitips.com

Prinsip dan Struktur Sistem Respirasi Manusia

informasitips.com – Apakah kamu pernah membayangkan bagaimana jika memiliki insang? Meskipun kamu bisa berenang dan menyelam sangat lama karena memiliki insang itu, tapi akan tampak aneh diantara manusia lainnya. Tentu saja karena manusia bernapas dengan paru-paru! Insang dan paru-paru, keduanya sangat berbeda, kecuali fungsinya. Baik insang maupun paru-paru berfungsi sebagai alat pernapasan yakni menyerap oksigen masuk ke dalam tubuh dan melepaskan karbondioksida ke luar tubuh.

Prinsip Sistem Respirasi Manusia

Sistem respirasi/pernapasan manusia membawa oksigen (O2) masuk ke dalam tubuh dan melepaskan karbondioksida (CO2) ke luar tubuh atau atmosfer. Oksigen masuk melalui saluran pernapasan. Proses itu disebut juga pernapasan luar (external respiration). Kemudian, oksigen tersebut diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh, disebut juga pernapasan dalam (internal respiration).

Sistem respirasi manusia

Gambar 1. Sistem respirasi manusia. Udara masuk melewati trakea, sementara diafragma menekan dan mendorong udara masuk dan keluar.

Perbedaan Respirasi dan Respirasi Sel

Respirasi merupakan pemindahan oksigen dari udara luar menuju sel-sel tubuh serta pemindahan karbondioksida ke arah berlawanan. Sedangkan respirasi sel ialah proses metabolis dimana suatu organisme memperoleh energi melalui reaksi antar oksigen dengan gula hingga terbentuk air, karbondioksida dan ATP (energi). Meskipun respirasi sel merupakan bagian dari respirasi, tapi prosesnya berbeda. Respirasi sel berlangsung di antara sel, sedangkan respirasi berlangsung antara organisme dengan lingkungan (juga mengikutsertakan hasil metabolis)

Stuktur Sistem Pernapasan Manusia

Hidung dan rongga hidung memiliki peran dalam menyaring, menghangatkan dan melembabkan udara yang dihirup/diserap. Bulu-bulu hidung dan lendir berasal dari sel-sel epitel hidung menjaring partikel yang bercampur dengan udara dan mencegahnya masuk ke dalam paru-paru.

Di bagian belakang rongga hidung, udara masuk melalui faring yakni saluran berbentuk seperti pipa yang juga berhubungan dengan sistem pencernaan. Baik itu makanan ataupun udara, keduannya masuk melalui faring. Lalu bagaimana agar makanan tidak masuk ke paru-paru? Tentu saja, Sang Maha Pencipta sudah melengkapinya dengan epiglotis. Epiglotis, katub penghubung antara kedua saluran tersebut, menutup trakea (tenggorokan) ketika makanan ditelan sehingga tidak akan tersedak. Pada manusia, faring juga berfungsi dalam menghasilkan suara.

Trakea merupakan saluran panjang berbentuk pipa yang kemudian membagi bronki (saluran pernapasan) menjadi bagian kanan dan kiri. Cabang bronki membentuk cabang lagi yang lebih kecil disebut juga bronkiolus. Bronkiolus tidak memiliki tulang rawan. Udara masuk ke bronkiolus kemudian diteruskan ke alveoli yakni kantung-kantung tempat terjadinya pertukaran udara.

Struktur sistem respirasi manusia

Gambar 2. Struktur sistem respirasi meliputi saluran pernapasan atas (hidung, rongga hidung, faring, laring) dan saluran pernapasan bawah (trakea, bronki, bronkiolus, dan alveoli).

Selanjutnya mengenai aliran udara dari atmosfer hingga masuk ke dalam sel-sel tubuh dibahas di artikel selanjutnya. Selamat belajar!



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *