Informasi dan Tips – informasitips.com

Perkembangan Penting Bayi 8 Bulan

informasitips.comPerkembangan Motorik. Di usia 8 bulan, sebagian bayi mungkin sudah mampu untuk berdiri sendiri dengan bertumpu pada Anda, kursi, pinggir boks bayi atau perabot lainnya. Tidak jarang juga sebagian dari bayi itu sudah mampu untuk berjalan (sendiri) merembet ke sepanjang perabot tempat dia bertumpu, sementara sebagian yang lain baru melakukannya di satu atau dua bulan ke depan.

Sebagian besar bayi sudah mampu merangkak pada usia ini. Meski begitu, jika Anda belum menjumpai bayi Anda merangkak di usia 8 bulan ini, Anda tidak perlu khawatir. Mungkin bayi Anda termasuk bayi yang membutuhkan beberapa waktu lagi untuk merangkak, atau bayi Anda termasuk bayi yang tidak melalui fase merangkak, tetapi dari berguling langsung jalan. Boleh jadi bayi Anda membutuhkan lebih banyak stimulasi dari Anda. Luangkanlah waktu untuk dapat memacunya bergerak maju, biasanya jika si kecil sudah bisa bergerak maju, maka nanti kemampuannya itu akan menuntunnya untuk berinisiatif melakukan gerakan merangkak, karena bagi bayi bergerak maju dengan gerakan merangkak lebih praktis ketimbang merayap. Kendati begitu, seperti yang telah dikatakan sebelumnya, sebagian bayi bisa saja tidak melalui fase merangkak, melainkan dari merayap langsung jalan.

Perkembangan Bayi 8 Bulan

Di usianya yang 8 bulan, kemampuan bayi untuk bisa mengambil suatu benda menggunakan ibu jari dan jari telunjuknya sudah mulai terlihat, bahkan pada sebagian bayi kemampuan tersebut sudah berkembang cukup baik. Nah, mengingat semua yang bayi ambil akan berakhir di mulutnya, maka sebaiknya Anda menyingkirkan benda-benda yag berukuran kecil dari jangkauannya karena dikhawatirkan dapat tertelan oleh si kecil. Jika bayi Anda memiliki kakak dengan rentang usia yang masih balita, maka sebaiknya area bermain keduanya terletak terpisah.

Perkembangan Bayi dalam Berkomunikasi. Pada usia ini bayi Anda mulai mengerti makna di balik kegiatan sehari-hari, misalnya ketika mereka didudukkan di kursi makan, maka mereka akan mengetahui bahwa mereka akan diberi makan oleh ibundanya. Bayi 8 bulan juga sudah mampu untuk mengerti hubungan sebab-akibat, semisal jika dia menjatuhkan mainannya maka ibunda atau orang yang ada di dekatnya akan mengambilkan mainan itu, meski pada kenyataannya tidaklah selalu seperti itu. Di usianya yang 8 bulan, bayi mulai sering mengoceh. Ocehan yang sering keluar dari mulutnya seperti “ma-ma”, “pa-pa”, “da-da” dan lain-lain. Beberapa bayi bahkan sudah ada yang mampu memahami beberapa kata, sehingga sudah mampu untuk mengikuti perintah yang diberikan kepadanya. Contohnya adalah kata “da-da” yang berarti melambaikan tangan. Jika Anda memerintahkannya dengan berkata “da-da”, maka, jika dia telah mengerti, si bayi akan melambaikan tangannya ke arah Anda.

Tidurnya Bayi 8 Bulan. Bayi 8 bulan memiliki rata-rata waktu tidur sebanyak 13 hingga 14 jam per hari. Bayi 8 bulan seharusnya tidur siang sebanyak dua kali, yaitu satu kali di pagi hari dan yang lainnya di siang menjelang sore hari yang masing-masing durasinya berkisar antara 20 hingga 1 jam. Di masa 8 bulan ini dimana kecemasan berpisah yang dirasakannya kian besar, maka untuk meninggalkannya di kala menjalankan ritual tidur mungkin akan lebih sulit. Ketika bayi menyadari bahwa Anda tidak berada di sekitarnya, maka jangan kaget kalau tangisannya akan terdengar lebih keras dari sebelumnya, dan dia tidak akan tenang sebelum Anda datang menghampirinya. Tentu saja keadaan tersebut bisa dikurangi dengan cara melatihnya, yaitu untuk tidak menyegerakan diri Anda datang ketika suara tangisan si kecil mulai terdengar, ulur-ulur lah waktu maka lama-lama dia akan mulai bisa menghibur dirinya sendiri. Meski harus Kita sadari bahwa tidak semua bayi akan mudah untuk bisa seperti itu, bahkan tidak sedikit juga yang teramat sulit untuk bisa mengabaikan tangisannya.

Kemampuan Bayi untuk Makan. Di usianya yang 8 bulan seharusnya kemampuan si kecil dalam memegang dan mengunyah makanan sudah berkembang dengan baik, sehingga Anda dapat mempertimbangkan untuk memberikannya kesempatan mengonsumsi makanan sendiri dengan melibatkan jarinya (biasa dikenal finger food). Sebagai langkah perdana, Anda bisa memberikannya pisang, biskuit bayi, sereal atau makanan lainnya yang bisa digenggam dan memiliki tekstur yang sesuai dengan kemampuannya menelan. Nah, saat kegiatan finger food ini Anda jangan meninggalkan si kecil sendirian tanpa ditemani, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mengingat kemampuan finger-food-nya belum banyak berkembang.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: