Informasi dan Tips – informasitips.com

Perdarahan di Akhir Trimester (Trimester Tiga)

informasitips.com – Keluarnya darah pada trimester ketiga bisa merupakan tanda mulainya persalinan. Namun bisa juga merupakan adanya tanda bahaya, karena plasenta yang keburu lepas. Informasi ini untuk memperluas wawasan ibu hamil, akan kondisi yang mungkin terjadi pada trimester akhir kehamilan.

Tanda dimulainya persalinan
Keluarnya lendir bercampur darah adalah peristiwa normal menjelang hari-hari menuju persalinan. Ini terjadi karena penipisan serviks/leher rahim untuk mempersiapkan kelahiran bayi. Jika selain lendir-darah juga disertai kontraksi, maka ini merupakan tanda mulainya persalinan (pembukaan jalan lahir).
Bila lendir-darah ini muncul sebelum kehamilan cukup bulan (kurang dari 38 minggu), maka ini merupakan resiko terjadinya kelahiran prematur.

Erosi serviks dan radang serviks
Selama hamil, serviks menjadi lebih lunak, rapuh dan lebih rentan terhadap kuman dan mudah erosi jika tersentuh. Erosi ini menimbulkan spotting/flek, misalnya karena pemeriksaan dengan spekulum atau setelah senggama. Erosi juga bisa menyebabkan peradangan/cervicitis.

perdarahan akhir trimester kehamilan

Lepasnya sebagian plasenta
Normalnya, plasenta akan lepas setelah bayi dilahirkan. Bila sebagian atau seluruh plasenta lepas sebelum kelahiran bayi, ini disebut abruption plasenta. Kejadian ini hanya 1% kemungkinannya, namun bahayanya sangat besar. Jika seluruh plasenta lepas duluan, maka dalam 15-20 menit bayi akan meninggal. Si ibu juga terancam kematian karena perdarahan berat. Gejalanya adalah, nyeri perut yang sangat hebat, perut yang sangat kaku, perdarahan dan pucat. Jika Plasenta lepas sebagian kadang darah terperangkap dalam rahim dan tidak keluar melalui v*g*n*.

abruption plasenta

Faktor apa saja yang memungkinkan terjadinya abruption plasenta?

  1. Merokok
  2. Kurangnya nutrisi saat hamil
  3. Jumlah cairan ketuban terlalu banyak/ polihidramnion, atau terlalu sedikit/ oligohidramnion
  4. Multiparitas (melahirkan lebih dari satu kali)
  5. Hipertensi saat hamil
  6. Trauma perut, misalnya setelah kecelakaan kendaraan
  7. Pemakai kokain
  8. Hamil kembar dua, triplet atau lebih

Perdarahan yang ringan akan diobservasi terlebih dahulu dan dengan bed rest biasanya akan membaik. Pada kasus yang sedang atau berat, biasanya diikuti dengan proses pesalinan yang cepat. Bila terjadi gawat janin (janin tidak cukup mendapat oksigen), maka akan dilakukan segera operasi Caesar.

Plasenta letak rendah/ plasenta previa
Normalnya, plasenta melekat jauh dari leher rahim, namun pada plasenta previa, letaknya di bawah menutupi serviks. Bila letaknya menutupi keseluruhan leher rahim, maka janin tidak dapat melewati jalan lahirnya tanpa merusak plasenta dan menyebabkan perdarahan pada ibu. Pada kasus seperti ini akan dilakukan operasi Caesar. Bila letak plasenta hanya menutupi sebagian kecil leher rahim, maka dokter mungkin akan memutuskan untuk dilakukan persalinan normal, dengan catatan bila perdarahan yang terjadi tidaklah besar.

plasenta previa

Plasenta letak rendah (plasenta previa) tidak menyebabkan nyeri, darah yang keluar berwarna merah terang. Walaupun demikian, jika anda mengalami flek tanpa rasa nyari pada kehamilan diatas 20 minggu, anda harus tetap mendatangi dokter untuk menentukan penyebab perdarahan dan untuk mencegah perdarahan yang lebih lanjut.

Faktor apa saja yang meningkatkan resiko terjadinya plasenta previa?

1. Umur ibu diatas 35 tahun
2. Kebiasaan merokok
3. Pernah operasi Caesar pada kehamilan sebelumnya atau operasi lain pada rahim
4. Penggunaan kokain
5. Multi paritas
6. Pernah dilakukan kuret
7. Kelainan anatomi rahim

Vasa previa
Vasa previa terjadi bila pembuluh darah bayi yang tidak terbungkus tali pusar berada di depan serviks. Pembuluh darah ini menempel pada selaput ketuban, sehingga bila ketuban pecah, pembuluh darah janin juga ikut pecah dan menimbulkan perdarahan . Janin bisa meninggal karena kekurangan oksigen. Kasus ini sangat jarang terjadi, biasanya ditemukan pada kehamilan kembar. Sering kali janin sudah meninggal saat diagnosa ditegakkan, mengingat bahwa perdarahan yang sedikit berdampak fatal bagi janin. Kelainan ini jarang terdiagnosis sebelum persalinan.

vasa previa

Faktor resiko apa saja untuk kasus ini?
1. Ibu menderita plasenta letak rendah
2. Kehamilan kembar dua atau lebih
3. Pernah dilakukan kuret
4. Pernah operasi caesar

Selain keadaan plasenta sebagai pencetus perdarahan, kelainan lokal seperti polip, varises v*g*n* dan tumor juga bisa menyebabkan perdarahan pada trimester ketiga ini. Kesimpulannya adalah, penyebab perdarahan pada trimester akhir sangat beragam, ada yang berbahaya, adapula yang tidak, namun semuanya membutuhkan penanganan medis, jadi bila ini terjadi pada anda, jangan panik dan segeralah melakukan pemeriksaan ke dokter.

Salam 
Dr. Vetta Fegitalasky



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

2 thoughts on “Perdarahan di Akhir Trimester (Trimester Tiga)

  1. anggi zainal

    dok,mau tanya..
    ibu hamil dg plasenta previa akan dikatakan bayi nya gawat janin dalam waktu berapa lama ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: