Informasi dan Tips – informasitips.com

Perbedaan Antara El Nino dan La Nina

informasitips.com – Perbedaan El Nino dan La Nina yang paling mudah untuk diukur adalah terkait pada perubahan temperatur pada permukaan air laut. Pada El Nino, temperature permukaan air laut mengalami peningkatan atau menjadi lebih hangat jika dibandingkan dengan keadaan normal. Sebaliknya, pada La Nina, temperatur permukaan air laut mengalami penurunan atau menjadi lebih dingin.

Persamaan El Nino dan La Nina

Tidak melulu soal perbedaan, El Nino dan La Nina juga memiliki persamaan. El Nino dan La Nina keduanya merupakan bagian dari siklus El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang akan memengaruhi curah hujan, tekanan atmosfer, dan sirkulasi atmosferik global. Kesemuanya itu akan memengaruhi iklim secara global, baik di bagian barat Samudera Pasifik maupun di bagian timurnya.

Perbedaan El Nino dan La Nina

Berikut ini beberapa poin perbedaan antara La Nina dengan El Nino

Arti Kata. Terambil dari bahasa Spanyol, El Nino berarti anak laki-laki, sedangkan La Nina memiliki arti anak perempuan atau gadis kecil. Terminologi El Nino pertama kali dicetuskan oleh para pelaut Amerika Selatan pada tahun 1600-an yang menemukan kondisi laut yang hangat di sekitar teluk Peruvian.

Skema Gambar El Nino dan La Nina. Perbedaan antara El Nino dan La Nina dapat lebih jelas Kamu ketahui dari skema gambar di bawah ini

Perbedaan La Nina dan El Nino

Di atas adalah skema La Nina. Tanda panah di atas merupakan arah angin yang mengarah ke bagian barat Samudera Pasifik, yaitu mengarah ke Indonesia, sehingga awan hujan pada saat La Nina terkumpul di sisi barat Samudera Pasifik, sehingga iklim Indonesia akan menjadi lebih basah dibanding biasanya.

Perbedaan El Nino dan La Nina

Gambar di atas adalah skema El Nino dimana permukaan laut Samudera Pasifik di sepanjang ekuator menjadi lebih hangat, dan angin cenderung mengarah ke sisi timur Samudera Pasifik, sehingga awan hujan terkonsentrasi di atas lautan Pasifik. Iklim di Indonesia akan menjadi lebih kering dibanding biasanya.

Arah angin di daerah Ekuatorial Samudera Pasifik. Pada El Nino, di sepanjang ekuator Samudera Pasifik, angin bertiup melemah (dibandingkan dengan keadaan normal) dari bagian timur ke bagian barat Samudera Pasifik. Seiring dengan meningkatnya intensitas El Nino, angin berubah haluan, yaitu bertiup dari bagian barat ke arah timur ekuatorial Samudera Pasifik. Sedangkan pada La Nina, angin di sepanjang ekuatorial Samudera Pasifik bertiup lebih kencang (dibandingkan dengan kondisi normal) dari bagian timur ke arah barat ekuatorial Samudera Pasifik.

Pengaruh Cuaca Global. Keduanya, El Nino dan La Nina, membawa pengaruh yang signifikan terhadap cuaca secara global. Pada sisi bagian barat, tepatnya di beberapa negara Amerika Selatan, pola iklim El Nino dapat membawa topan serta menyebabkan banjir di beberapa daerah, seperti di Peru. Sedangkan pada sisi bagian timur Samudera Pasifik, atau di sekitar Australia, Papua Nugini, Indonesia dan beberapa negara ASEAN, El Nino berpotensi menyebabkan terjadinya kemarau. Sementara La Nina memberikan dampak yang sebaliknya, pada sisi timur Samudera Pasifik akan mengalami penurunan curah hujan, cuaca akan menjadi lebih kering dibandingkan dengan keadaan normal. Pada bagian barat Samudera Pasifik, cuaca akan menjadi lebih basah ketimbang biasanya, sehingga bencana banjir perlu diwaspadai pada beberapa negara, seperti Australia bagian utara, Indonesia, Malaysia dan negara ASEAN lainnya.

Frekuensi Terjadinya. El Nino cenderung terjadi setiap 2 hingga 7 tahun sekali, manakala terjadi El Nino bisa berlangsung kira-kira sampai setahun lamanya. La Nina terjadi setiap 2 hingga 7 tahun sekali, namun frekuensi tersebut terjadi secara tidak teratur layaknya El Nino. Bisa dibilang, La Nina lebih jarang terjadi ketimbang El Nino.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *