Informasi dan Tips – informasitips.com

Peranan Penting Serotonin dan Kaitannya dengan Stress

informasitips.comSerotonin adalah hormon/senyawa kimia yang berfungsi sebagai penghantar pesan (neurotransmitter) dari satu bagian otak kebagian otak yang lain. Serotonin yang memiliki nama kimia 5-hidroksitriptamina ini diduga turut berperan aktif dalam pengiriman pesan emosi, hasrat dan keinginan yang diwujudkan dalam beberapa sikap sosial.

Serotonin dibentuk di dalam otak melalui proses biokimia yang unik. Serotonin terbentuk dari tryptopthan yang berkombinasi dengan trytopthan hidroxylase sebagai reaktor kimia. Meski proses pembentukan serotonin terjadi di otak dan otak merupakan pengguna terbesar hormone ini, 90% suplai serotonin ditemukan didalam saluran pencernaan dan dalam sel darah. Berdasarkan riset yang digagas Crocket hal tersebut terjadi berkaitan dengan produksi asam amino yang terjadi didalam lambung. Asam amino merupakan senyawa kimia yang diperlukan tubuh untuk membentuk serotonin.



Peran penting serotonin dalam kehidupan manusia
Sebagai neurotransmitter, lebih dari 40 juta aktivitas sel otak baik secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh serotonin. Serotonin didistribusikan secara luas, sehingga mempengaruhi keadaan psikologis dan mempengaruhi beberapa fungsi tubuh seseorang.

Serotonin

Gambar : wikipedia

Fungsi serotonin di dalam otak adalah mempengaruhi mood/perasaan seseorang, mempengaruhi keinginan/hasrat seseorang terhadap itas, memunculkan rangsang lapar, mengantuk, mengatur suhu tubuh dan berperan penting dalam aktivitas memory dan proses pembelajaran. Serotonin juga mempengaruhi fungsi system kardiovaskuler/jantung dan system endokrin. Peneliti juga menemukan korelasi antara serotonin dan jumlah produksi air susu ibu. Menurut penelitian tersebut dalam keadaan stress/penuh tekanan/depresi produksi air susu ibu cenderung sedikit atau bahkan kelenjar air susu ibu tidak berproduksi sama sekali. Fakta lain menyebutkan dampak kekurangan serotonin juga menjadi penyebab kematian janin tiba-tiba.



Serotonin dan stress
Jika beberapa hari ini, perasaan anda sering tidak nyaman/bad mood atau amarah anda mudah tersulut, kemungkinan kadar serotonin dalam otak anda berkurang. Rasa marah dan rasa tidak nyaman tersebut biasanya akan bertambah parah jika perut anda berada dalam kondisi kosong/lapar. Hal tersebut terjadi berkaitan dengan produksi asam amino didalam lambung. Asupan makanan yang kurang akan menurunkan produksi asam amino, produksi asam amino yang sedikit inilah yang mempengaruhi persediaan serotonin di dalam otak.

Rasa tidak nyaman ini jika dibiarkan terus menerus akan berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Seseorang akan menjadi lebih mudah depresi, kondisi mental yang depresi meningkatkan angka keinginan untuk bunuh diri. Menurut Barry Jacob PHD, tekanan dan stress merupakan factor pemicu utama timbulnya depresi.

Sayangnya belum ditemukan secara pasti hubungan kausatif antara serotonin dan depresi. Para peneliti masih sulit membuktikan apakah ketidakseimbangan serotonin menjadi penyebab depresi atau keadaan depresilah yang menyebabkan ketidakseimbangan serotonin di dalam otak.

Untuk itu, masih menurut Barry Jacob PHD, diperlukan obat-obat antidepresan seperti celexa, paxil, Zoloft, lexapro dan Prozac untuk membantu meningkatkan produksi serotonin yang pada akhirnya efek obat-obatan ini diharapkan dapat menurunkan/menghilangkan keluhan depresi seseorang.

Jika jumlah Serotonin yang terlalu sedikit dapat menyebabkan depresi, jumlah serotonin yang terlalu banyak ternyata juga dapat membahayakan kesehatan. Kelebihan jumlah serotonin ini sering disebut sindrom serotonin. Penyebab paling banyak terjadinya sindrom ini adalah akibat over dosis obat antidepresan. Berikut adalah tanda dan gejala sindrom serotonin: pingsan, pupil mata melebar, agitasi, sakit kepala, peningkatan/penurunan suhu tubuh dan tekanan darah, muntah-muntah, diare, denyut nadi cepat, lemas dan tubuh mengigil. Pada kondisi yang parah penderita sindrom serotonin dapat jatuh pada keadaan koma atau mengalami penurunan kesadaran.

Jika terjadi keadaan di atas, maka hentikan pengunaan obat-obatan antidepresan untuk sementara, Hentikan obat-obatan yang berefek antagonis dan segera bawa penderita kerumah sakit untuk memperoleh pertolongan pertama.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: