Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyerbukan Silang pada Tumbuhan Biji

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Dalam sistem reproduksi tumbuhan biji, dikenal istilah ‘penyerbukan’, yaitu suatu peristiwa yang mendahului proses pembuahan. Penyerbukan adalah peristiwa sampainya serbuk sari (sumber sel gamet jantan) di kepala putik (sumber sel gamet betina). Berdasarkan caranya, penyerbukan pada tumbuhan biji di bagi menjadi dua macam yaitu (1) penyerbukan sendiri dan (2) penyerbukan silang.

Perbedaan antara penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang terletak pada asal serbuk sari yang menyerbuki kepala putik. Pada penyerbukan sendiri, serbuk sari dan kepala putik berasal dari satu bunga atau tanaman, contohnya penyerbukan pada tanaman tomat. Serbuk sari yang menyerbuki kepala putik berasal dari bunga yang sama. Karena posisi tangkai putik tersembunyi dan dikelilingi oleh benang sari, sehingga potensi untuk menyerbuk sendiri lebih besar. Sedangkan pada penyerbukan silang, serbuk sari dan putik berasal dari bunga dan pohon yang berbeda tapi masih dalam satu spesies. Penyerbukan ini terjadi dengan berbagai perantara, yang akan dijelaskan pada bagian lain dalam tulisan ini.

Ciri Khas Bunga atau Tanaman yang Melakukan Penyerbukan Silang

Tanaman yang melakukan penyerbukan silang memiliki bunga yang memiliki ciri khas sendiri, diantaranya yaitu;

  • Secara morfologi bunga, serbuk sari terhalang menyerbuki kepala putik, misalnya posisi benang sari yang berada di bawah kepala putik atau berada pada bunga yang berbeda.
  • Waktu matang kepala putik dan benang sari yang berbeda, sehingga ketika benang sari jatuh di kepala putik tidak terjadi peleburan antara sel gamet jantan dan betina. Atau putik matang terlebih dahulu daripada benang sari, sehingga serbuk sari bunga dari tanaman lain dapat menyerbukinya terlebih dahulu.
  • Ketidak sesuaian alat kelamin (inkompatabilitas). Penyerbukan oleh serbuk sari bunga yang sama tidak pernah menghasilkan pembuahan, sehingga putik harus diserbuki oleh serbuk sari dari bunga lain yang memiliki kesesuaian (kompatibel).
  • Bunga bertipe monoeceous atau bunga jantan dan bunga betina terpisah dalam satu tanaman. Contoh tanaman yang memiki bunga bertipe monoeceous ini adalah tanaman jagung. Tanaman jagung memiliki bunga jantan di ujung batang dan bunga betina di ketiak daun (batang). Tepung sari tersebar dengan bantuan angin, sehingga berpotensi besar melakukan penyerbukan silang.
  • Bunga bertipe dioeceous atau bunga jantan dan betina terpisah dan berada pada tanaman yang berbeda. Contoh mudah untuk jenis tanaman yang memiliki tipe bunga seperti ini adalah tanaman pepaya. Tanaman pepaya umumnya memiliki satu jenis bunga pada satu tanaman. Bunga betina saja atau bunga jantan saja, meskipun ada juga yang memiliki bunga jantan dan betina dalam satu tanaman, akan tetapi sangat jarang sehingga tanaman yang memiliki bunga bertipe dioeceous umumnya merupakan spesies tanaman yang menyerbuk silang.

Contoh Tanaman yang Berpotensi Melakukan Penyerbukan Silang

Penyerbukan Silang pada tumbuhan biji

sumber gambar: fed.us

Dari keterangan di atas, bisa diidentifikasi jenis-jenis tanaman mana saja yang berpotensi melakukan penyerbukan silang pada proses reproduksinya. Berikut adalah beberapa contoh tanaman yang berpotensi besar melakukan penyerbukan silang, yaitu: jagung, apel, alpukat, pisang, cery, mangga, pepaya, kubis, anggur, sawi, bawang, bunga matahari, semangka.

Perantara Penyerbukan Silang

Penyerbukan silang hanya bisa terjadi jika ada perantara yang membantu serbuk sari sampai ke kepala putik bunga yang berada pada tanaman lain. “Perantara” yang membantu proses tersebut bisa berupa makhluk hidup seperti serangga, dan bisa juga berupa proses alam seperti angin.

Berikut adalah beberapa perantara yang umum membantu proses penyerbukan silang pada sistem reproduksi tanaman, yaitu:

  • Angin

    Angin membantu menerbangkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain. Proses penyerbukan yang dibantu oleh angin ini kemudian dikenal dengan istilah anemogami. Contoh tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh angin salah satunya adalah jagung.

    Adapun ciri-ciri bunga yang proses penyerbukannya dibantu oleh angin adalah:

    1. Warna bunga cenderung pucat, tidak cerah.
    2. Tidak mengeluarkan bau yang menarik
    3. Serbuk sari berjumlah banyak, menyerupai bubuk, kering, ringan dan mudah diterbangkan oleh angin.
    4. Serbuk sari melekat pada benang sari yang bertangkai panjang, menjumbai ke luar bunga.
  • Air

    Penyerbukan silang dengan bantuan air banyak terjadi pada tanaman air seperti hydrilla, eceng gondok dan teratai. Penyerbukan yang dibantu oleh air ini dikenal dengan istilah hidrogami.

  • Serangga

    Penyerbukan silang yang dibantu oleh serangga atau entomogami terjadi pada bunga yang menghasilkan madu, serbuk sari dan aroma yang harum. Kehadiran serangga pada bunga tersebut tujuan utamanya adalah untuk menghisap madu. Ketika menghisap madu, serbuk sari yang ada pada bunga tersebut menempel pada tubuh serangga. Ketika serangga tersebut berpindah ke bunga lain dan tubuhnya menyentuh kepala putik, maka serbuk sari yang menempel tadi akan tertinggal di kepala putik. Dan terjadilah penyerbukan.

    Contoh serangga yang berperan dalam penyerbukan silang ini adalah kupu-kupu, kumbang dan lebah.

    Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh serangga memiliki ciri khas sendiri, yaitu:

    1. Memiliki mahkota dan benang sari yang menarik dan berwarna cerah.
    2. Bunga mengeluarkan aroma harum
    3. Menghasilkan madu
    4. Serbuk sari lebih sedikit, berukuran lebih besar, basah dan mudah menempel pada serangga atau benda yang menyentuhnya.
    5. Memiliki putik yang berukuran lebih kecil dan mudah lengket.
  • Burung

    Penyerbukan yang dibantu oleh burung dikenal juga dengan istilah ornitogami. Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh burung ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    1. Bunga mengandung madu dan air.
    2. Berwarna merah cerah atau mengandung unsur warna merah, karena burung peka dengan warna ini.
    3. Bentuk bunga lebih khusus, yaitu memiliki tabung nektar yang panjang menyerupai corong dan berukuran sempit.
  • Kelelawar

    Penyerbukan yang dibantu oleh kelelawar dikenal dengan istilah kiropterogami. Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh kelelawar ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    1. Bunga mekar pada malam hari
    2. Berukuran besar
    3. Mahkota berwarna cerah dan tidak tersembunyi.
  • Siput

    Siput juga berperan sebagai perantara penyerbukan silang. Penyerbukan yang dibantu oleh perantara siput ini dikenal dengan istilah malakogami. Biasanya terjadi pada tumbuhan yang sering dikunjungi oleh siput.

  • Manusia

    Antropogami adalah istilah yang digunakan pada penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia dalam membantu proses penyerbukan silang. Penyerbukan ini biasanya dilakukan pada bunga tanaman yang tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri. Sementara manusia ingin mendapatkan variasi dan hasil yang lebih baik dari proses persilangan buatan tersebut. Penyerbukan oleh manusia ini biasanya dilakukan pada tanaman vanili dan berbagai jenis anggrek.

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih