Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

informasitips.com – Mungkin kita sering melihat banyak rambut yang rontok ketika kita mandi atau menyisir rambut. Kondisi tersebut terkadang membuat kita khawatir akan bayang-bayang kebotakan yang mungkin saja terjadi sebagai dampak dari banyaknya rambut yang rontok. Namun, perlu diketahui bahwa rambut rontok sebenarnya merupakan sesuatu yang normal. Karena pada dasarnya, setiap hari memang terjadi kerontokan pada beberapa helai rambut kita.

Kerontokan rambut yang normal
Setiap hari terjadi kerontokan pada beberapa helai rambut kita. Menurut Dr. James C. Marotta, seorang ahli kesehatan rambut di New York, rata-rata wanita mengalami kerontokan sebanyak 50 sampai 100 helai rambut per hari, karena siklus regenerasi dan pertumbuhan rambut. Dengan demikian, kerontokan rambut dikatakan normal bila jumlah rambut yang rontok tidak lebih dari 100 helai per hari. Bila lebih dari itu, maka kerontokan rambut yang terjadi bukanlah merupakan sesuatu yang normal lagi, yang bisa menjadi pertanda adanya kesalahan dalam hal penataan dan perawatan rambut, atau bisa juga merupakan pertanda adanya keluhan/gangguan kesehatan pada tubuh.

Ada tips dan cara sederhana untuk mengetahui apakah kerontokan rambut yang kita alami merupakan sesuatu yang normal atau tidak. Caranya adalah dengan menyisir rambut menggunakan jari-jari tangan, selanjutnya, perhatikan berapa banyak rambut yang tertinggal pada jari-jari tangan. Jika dalam satu kali sisiran jari tangan jumlah rambut yang tertinggal (menempel di jari) kurang dari 5 helai rambut, maka kerontokan yang terjadi dapat dianggap sebagai sesuatu yang normal.

Penyebab kerontokan rambut dan cara mengatasinya

Cara lain yang juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah kerontokan yang terjadi termasuk normal atau tidak adalah dengan mengambil sekitar 60 helai rambut, kemudian tarik dan putar-putar rambut dengan tangan, lalu perhatikan berapa helai jumlah rambut yang rontok dan menempel pada jari tangan. Untuk kondisi normal, biasanya sebanyak 5-8 helai rambut yang akan menempel di tangan. Sementara bila jumlah rambut yang menempel atau tertinggal pada jari tangan lebih dari 15 helai rambut, maka kondisi tersebut bisa dikatakan bukanlah sesuatu yang normal yang bisa jadi merupakan pertanda adanya keluhan atau gangguan kesehatan pada tubuh.

Penyebab rambut rontok
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan rambut. Bila penyebab tersebut tidak segera diatasi, maka masalah kerontokan rambut akan bertambah parah dan rambut akan semakin menipis, yang ujungnya mungkin saja dapat menimbulkan kebotakan di kemudian hari. Kita semua tentu tidak ingin hal tersebut sampai terjadi, kan? Oleh karena itu, ada baiknya kita mengetahui apa saja hal yang bisa menjadi penyebab rambut rontok, sehingga bisa diketahui bagaimana cara mencegah dan mengatasinya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan rambut, yaitu:

Kerontokan rambut akibat kesalahan dalam perlakuan, penataan, dan perawatan rambut.

Kesalahan dalam hal perlakuan, penataan, dan perawatan rambut bisa memicu terjadinya kerontokan rambut. Beberapa kesalahan tersebut misalnya adalah:

  1. Proses styling rambut yang berlebihan
    Terlalu sering menggunakan alat yang banyak memberikan panas pada rambut, -misalnya pada proses mengeringkan, mengeriting, dan meluruskan rambut- akan merusak struktur rambut dan mengganggu kesehatan rambut. Panas berlebih yang sering mengenai rambut dan kulit kepala membuat batang rambut menjadi kering dan rapuh, sehingga rambut jadi mudah patah dan rontok.

    Panas yang terlalu sering mengenai rambut juga dapat menghilangkan minyak alami pada rambut, sehingga pori-pori pada kulit kepala bekerja lebih atau ekstra untuk menjaga produksi minyak pada kulit kepala. Dampaknya, akar rambut bisa rusak sehingga memicu terjadinya kerontokan.

    Cara mengatasi:
    Batasi frekuensi penggunaan alat panas styling rambut, tidak lebih dari 1 kali dalam seminggu. Bila memang ingin menggunakan alat panas styling rambut, upayakan agar jarak alat tersebut tidak terlalu dekat dengan rambut, untuk meminimalisir panas yang mengenai rambut. Bila memungkinkan, pilih pengaturan suhu yang tidak terlalu panas pada alat styling rambut. Memang, waktu pengerjaannya menjadi lebih lama, namun jauh lebih baik dan aman untuk rambut.

  2. Mengikat rambut terlalu kuat

    Mengikat atau menguncir rambut terlalu kuat akan memberikan tarikan yang kuat pada akar rambut. Jika dilakukan terus-menerus, folikel rambut bisa rusak yang ujungnya akan memicu terjadinya kerontokan rambut.

    Cara mengatasi:
    Hindari jenis penataan rambut yang memberikan beban terlalu berat pada batang dan akar rambut, seperti mengikat rambut terlalu kuat. Bila memang ingin menguncir atau mengikat rambut, sebaiknya rambut tidak diikat terlalu kuat. Selain itu, ada baiknya juga untuk lebih sering membiarkan rambut tergerai tanpa diikat demi mengurangi tarikan dan beban yang berat pada rambut.

    Bila ingin membiarkan rambut tergerai tanpa diikat, pertimbangkan juga untuk memilih model gaya rambut pendek daripada model rambut panjang. Hal ini disarankan terutama bagi mereka yang memiliki kecenderungan rambut mudah rontok. Model rambut panjang lebih membebani akar rambut sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya kerontokan.

  3. Tidak memakai conditioner
    Pemakaian conditioner sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat. Conditioner membantu menjaga kandungan minyak alami pada rambut (menjaga kelembaban rambut), sekaligus menutrisi dan menguatkan rambut.

    Cara mengatasi:
    Jangan pernah lupa untuk memakai conditioner pada rambut setelah selesai keramas. Gunakan jenis conditioner yang berbahan dasar protein, dan hindari yang berbahan dasar sulfat.

Kerontokan rambut yang berhubungan dengan adanya keluhan atau gangguan kesehatan pada tubuh.

Kerontokan rambut juga dapat merupakan pertanda adanya keluhan atau gangguan kesehatan pada tubuh. Beberapa gangguan tersebut, diantaranya adalah:

  1. Stres
    Stres merupakan penyebab utama dari masalah kerontokan rambut. Saat stres, pembuluh darah menyempit sehingga aliran oksigen, vitamin, dan mineral menuju ke rambut menjadi semakin sedikit dan tidak lancar. Akibatnya, rambut tidak ternutrisi dengan baik. Padahal, pertumbuhan rambut yang sehat sangat dipengaruhi oleh pasokan oksigen, vitamin, dan mineral pada akar dan batang rambut.

    Cara mengatasi:
    Karena stres dapat menyebabkan kerontokan dan penipisan rambut, upayakanlah untuk sedapat mungkin mengindari stres, terutama stres yang berat dan berkepanjangan. Melakukan olahraga secara rutin dan teratur juga dapat membantu menghindari stres karena olahraga tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, namun juga berguna untuk menjaga kesehatan mental.

    (Baca juga : Mengapa Olahraga Dapat Membuat Kita Merasa Senang dan Bahagia?)

    Selain berusaha menghindari stres, untuk mencegah rambut rontok disarankan juga agar mengonsumsi suplemen Biotin (Vitamin B7) sebanyak 2.5 mg per hari. Biotin merupakan vitamin larut air yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan rambut, kulit, dan kuku. Biotin dapat memperbaiki struktur keratin yang merupakan protein pembangun rambut, kulit, dan kuku.

    Selain Biotin, konsumsi pula suplemen yang mengandung pro vitamin B5 (d-panthenol) yang dapat menembus ke batang rambut sehingga membantu menguatkan dan menebalkan rambut, sekaligus juga melembabkan rambut dan mencegah timbulnya masalah rambut rusak, patah, dan bercabang. Pro vitamin B5 dikenal juga sebagai vitamin untuk rambut yang banyak digunakan pada berbagai produk perawatan rambut, seperti sampo dan conditioner. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pro vitamin B5 dapat membantu memperbaiki masalah pada rambut dan kulit kepala akibat sering mendapatkan perlakuan panas pada saat perawatan dan penataan rambut.

  2. Ketidakseimbangan hormon
    Ketidakseimbangan hormon -terutama banyak terjadi pada kaum wanita- juga dapat menyebabkan rambut rontok. Misalnya, saat wanita memasuki masa menopause, maka akan terjadi penurunan kadar hormon estrogen sehingga menimbulkan ketidakseimbangan kadar hormon testosteron yang bisa membuat rambut menipis dan rontok.

    Ketidakseimbangan hormon juga terjadi pada mereka yang menderita PCOS (Polycystic ovary syndrome), yang juga bisa menyebabkan terjadinya penipisan rambut (kerontokan).

    Baca juga: Apa Itu PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)?

    Gangguan atau ketidakseimbangan hormon tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya kerontokan rambut. Gangguan tersebut dapat berupa hipotiroidisme (terlalu sedikit memproduksi hormon tiroid akibat dari tiroid yang kurang aktif), dan hipertiroidisme (terlalu banyak memproduksi hormon tiroid akibat dari tiroid yang terlalu aktif).

    Cara mengatasi:
    Jika Anda mengalami masalah ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengembalikan kadar hormone ke tingkat normal.

    Ketidakseimbangan hormon juga dapat diobati dengan beberapa cara meliputi mengatur pola makan (diet menurunkan berat badan), mengonsumsi omega 3, tidur yang cukup, berolahraga, membatasi konsumsi kafein, mengurangi stres, dan lain sebagainya.

    Ketidakseimbangan hormon akan membuat rambut jadi kering. Cara mengatasinya, gunakan sampo dan conditioner untuk merawat rambut kering dan susah diatur. Hindari penggunaan produk perawatan rambut yang keras yang mengandung bahan kimia yang bisa melemahkan rambut dan membuat rambut mudah patah.

  3. Status gizi (nutrisi) yang kurang baik
    Kecukupan gizi dan nutrisi sangat penting untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat. Beberapa nutrisi yang diperlukan rambut diantaranya adalah protein, zat besi, kalsium, dan vitamin B. Jika terjadi kekurangan (defisiensi) pada zat-zat gizi tersebut, maka dampaknya adalah akan timbul gangguan kesehatan pada rambut, seperti rambut rontok, mudah patah dan bercabang.

    Cara mengatasi:
    Jaga kecukupan gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuh, terutama zat-zat gizi yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat, seperti protein, zat besi, kalsium, dan vitamin B. Konsumsilah makanan yang sehat, dengan gizi yang cukup dan seimbang. Jika diperlukan, kita juga dapat mengonsumsi makanan atau minuman sejenis suplemen untuk menjaga kecukupan nutrisi tubuh. Hindari diet ketat atau ekstrim yang tidak hanya bisa mengganggu kesehatan rambut, namun juga bisa mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  4. Terlalu banyak asupan vitamin A
    Menurut American Academy of Dermatology, terlalu banyak mengonsumsi vitamin A juga dapat memicu timbulnya kerontokan rambut.

    Asupan vitamin A yang direkomendasikan untuk orang dewasa per hari adalah 5,000 IU, sementara untuk anak usia 4 tahun ke atas, asupan yang direkomendasikan per hari adalah antara 2,500 sampai 10,000 IU.

    Cara mengatasi:
    Bila kerontokan rambut terjadi akibat kelebihan vitamin A, maka cara mengatasinya adalah dengan mengurangi atau membatasi konsumsi makanan atau vitamin yang tinggi kandungan vitamin A. Dengan cara ini, masalah kerontokan rambut akan berkurang dan perlahan-lahan rambut akan tumbuh normal kembali.

  5. Masalah pada kulit kepala
    Kondisi kulit kepala yang tidak sehat seperti kulit kepala kering, banyak ketombe dan infeksi jamur pada kulit kepala dapat menekan pertumbuhan rambut dan menyebabkan rambut rontok.

    Cara mengatasi:
    Lakukan perawatan kulit kepala dengan menggunakan sampo antiketombe, sampo yang mengandung asam salisilat, salep steroid dan sampo antijamur.

  6. Penyakit tertentu
    Beberapa penyakit seperti penyakit lupus, hipotiroidisme, hipertiroidisme, anemia defisiensi zat besi, sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

    Cara mengatasi:
    Untuk masalah kerontokan rambut yang disebabkan karena penyakit-penyakit tertentu seperti yang disebutkan di atas, maka penanganannya adalah lebih bersifat spesifik sesuai jenis penyakit yang diderita. Pengawasan dan pengobatan dari dokter sesuai dengan jenis penyakit yang diderita akan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.

    Untuk kerontokan rambut akibat penyakit autoimun, seperti penyakit lupus, maka kerontokan yang terjadi biasanya tergolong berat (parah), dimana ada kemungkinan akan terjadi kebotakan permanen (rambut yang rontok tidak akan tumbuh normal kembali). Untuk mengatasi hal ini, penderita bisa menggunakan sesuatu yang bisa menutupi atau menyamarkan kebotakan, misalnya topi atau wig (rambut palsu).

  7. Obat-obatan

    Beberapa obat seperti obat untuk jerawat dan kolesterol dapat mempengaruhi pertumbuhan rambut yang menyebabkan terjadinya kerontokan. Jenis obat-obatan tertentu seperti obat pengencer darah, obat tekanan darah yang dikenal sebagai beta-blocker, obat rematik, obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, dan antidepresan juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

    Pengobatan yang dilakukan saat kemoterapi juga dapat merusak dan menghancurkan sel-sel rambut, sehingga rambut menjadi rontok. Karena salah satu efek dari kemoterapi adalah tak hanya merusak sel-sel kanker, namun juga ikut merusak sebagian sel-sel yang sehat, seperti sel rambut misalnya.

    Cara mengatasi:
    Hentikan penggunaan obat-obatan yang bisa menyebabkan rambut rontok. Untuk kerontokan akibat kemoterapi, setelah selesai menjalani kemoterapi, biasanya rambut akan tumbuh kembali, meskipun biasanya juga rambut yang tumbuh kembali itu memiliki tekstur yang agak berbeda dengan rambut sebelumnya.

Selain beberapa faktor penyebab yang sudah disebutkan di atas, masalah kerontokan juga dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Seseorang yang terlahir dari keluarga yang memiliki jenis rambut tipis dan mudah rontok, biasanya juga akan lebih besar kemungkinannya untuk memiliki jenis rambut yang sama, yaitu rambut tipis dan mudah rontok. Faktor genetik juga memengaruhi kapan dan seberapa cepat kerontokan rambut terjadi. Jika faktor genetik yang jadi penyebab kerontokan rambut, maka cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan berupaya menjaga kesehatan rambut melalui pemenuhan nutrisi yang cukup dan melakukan perawatan rambut dengan baik. Cara tersebut mampu meringankan masalah kerontokan rambut yang terjadi.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: