Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyebab Pemanasan Global (Global Warming)

Posted on by in , with 0 Comments

informasitips.com – Suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi semakin tinggi, dan diperkirakan akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurut data dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suhu rata-rata permukaan bumi meningkat sebesar 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) dalam kurun waktu seratus tahun belakangan ini. Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan istilah global warming atau pemanasan global.

Pertanyaannya kemudian adalah, apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama global warming? Masih menurut IPCC, yaitu sebuah lembaga internasional yang konsen mengkaji tentang perubahan iklim, penyebab utama global warming adalah meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bumi. Efek rumah kaca memicu timbulnya efek rumah kaca di permukaan bumi.

Gas-gas Rumah Kaca

Gas-gas rumah kaca adalah gas-gas yang memiliki sifat sekaligus menimbulkan efek seperti rumah kaca, yaitu menyerap dan menahan energi panas matahari di dalamnya. Secara alami gas-gas ini memang dihasilkan oleh mekanisme alam. Seperti karbondioksida dari pernapasan makhluk hidup, uap air, gas metana dan lain-lain. Mekanisme keseimbangan alam sebenarnya juga membutuhkan kehadiran gas-gas ini. Mengapa? Karena, tanpa kehadiran gas-gas rumah kaca yang memiliki kemampuan menahan panas, maka atmosfer bumi akan dengan cepat kehilangan panasnya. Akibatnya, suhu permukaan bumi akan sangat dingin sekali. Karena itu, keberadaan gas-gas rumah kaca dalam konsentrasi yang wajar sangat bermanfaat untuk menjaga kehangatan suhu atmosfer bumi. Sebagai contoh, planet Mars yang tidak memiliki gas rumah kaca dan lapisan atmosfer yang tipis, suhu rata-rata hariannya mencapai -32oC.

Komponen gas-gas rumah kaca diantaranya yaitu:

  • Karbondioksida (CO2)

    Manusia adalah penghasil karbondioksida terbesar melalui aktivitasnya seperti membakar bahan bakar fosil, membakar limbah organik, menggerakkan kendaraan bermesin dan berbagai aktivitas lainnya yang menggunakan mesin. Konsentrasi CO2 semakin meningkat diprediksikan semenjak terjadinya revolusi industri. Peningkatan ini mencapai tiga kali lipat dibandingkan sebelum revolusi industri.

    Penyebab Global Warming

    sumber gambar: www.makeitgreen.webs.com

    Selain itu, berkurangnya areal hutan semakin memperparah peningkatan konsentrasi gas CO2 di udara. Karena, pepohonan yang menjadi agen penyerap CO2 terbesar ikut berkurang. Akibatnya tidak lagi seimbang antara besarnya konsentrasi CO2 yang dilepaskan ke udara dengan yang mampu diserap oleh tanaman.

  • Metana (CH4)

    Metana adalah salah satu komponen gas alam. Ia dihasilkan dari pembusukan limbah organik, hasil sampingan dari pencernaan hewan ternak, dan dilepaskan selama proses produksi serta transportasi batubara, minyak bumi dan gas bumi. Metana merupakan penyerap panas yang paling besar. Kemampuannya menyerap panas 20 kali lebih besar daripada karbondioksida

  • Nitrogen oksida (NO)

    Konsentrasi NO meningkat 16 persen lebih tinggi dari sebelum masa revolusi industri. Gas ini termasuk penyerap panas yang paling besar. Kemampuannya menyerap panas 300 kali lebih besar dari pada gas karbondioksida. Penghasil utama gas Nitrogen Oksida adalah pembakaran bahan bakar fosil dan lahan pertanian.

  • Chlorofluorocarbons (CFC)

    CFC merupakan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan. Kabar baiknya, penggunaan CFC untuk pendingin ruangan sudah di larang di beberapa negara. CFC divonis sangat berbahaya bagi keselamatan lingkungan. Karena selain memiliki kemampuan ribuan kali lebih besar dari CO2 dalam menyerap panas, gas ini juga berpotensi merusak lapisan ozon.

  • Dan beberapa gas-gas lain yang dapat menimbulkan efek rumah kaca

.

Aktivitas Manusia yang Berpotensi Meningkatkan Pemanasan Global

Dari penjelasan sebelumnya bisa dipahami bahwa kata kunci pemanasan global adalah gas rumah kaca, maka bisa dipastikan bahwa aktivitas manusia yang berpotensi meningkatkan pemanasan global adalah aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Industri Peternakan

    Industri peternakan tercatat sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar. Adapun gas rumah kaca yang dihasilkan oleh industri peternakan diantaranya yaitu: Karbon dioksida (9%), gas metana (37%), Nitro Oksida (65%) dan Amonia 64% yang berpotensi juga menimbulkan hujan asam.

  • Penggunaan kendaraan bermotor

    Kendaraan bermotor umumnya menggunakan bahan bakar fosil yang berpotensi mengeluarkan gas-gas rumah kaca diantaranya yaitu karbon dioksida dan karbon monoksida yang juga berpotensi merusak lapisan ozon.

  • Industri-industri yang menggunakan energi listrik yang berbahan bakar fosil

    Seperti halnya kendaraan bermotor, penggunaan mesin dengan energi listrik berbahan bakar fosil sangat potensial mengeluarkan gas-gas rumah kaca seperti CO2.

  • Penggunaan lemari pendingin dengan gas CFC

    Penggunaan CFC pada lemari pendingin dan pendingin ruangan ini sudah banyak dilarang di beberapa negara.

  • Penggundulan hutan

    Penggundulan hutan secara langsung tidak berpengaruh terhadap pemanasan global. Hanya saja, penggundulan hutan berarti memusnahkan sekian banyak tanaman dan pepohonan yang berperan besar dalam menghisap gas karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, jika hutan digunduli berarti kemampuan alami alam untuk mereduksi konsentrasi karbon dioksida dari atmosfer bumi akan berkurang, sehingga konsentrasi CO2 dari waktu ke waktu semakin tinggi.

Semoga berguna!

Copyright secured by Digiprove © 2012

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

JOIN US ON

NEWSLETTER

Mau berlangganan artikel Kami? Tulis Email Anda pada form di bawah ini.

Cek Email Anda setelahnya untuk mengaktifkan layanan newsletter. Terimakasih