Informasi dan Tips – informasitips.com

Penyakit Parkinson

informasitips.com – Sebagian dari kita mungkin masih asing dengan penyakit saraf yang satu ini. Parkinson memang bukanlah penyakit yang biasa terjadi di masyarakat. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang-orang Eropa dan Amerika Utara daripada orang Indonesia.

Penyakit ini menyerang orang berusia 40 tahun keatas, 1-2% dari total penderita berusia lebih dari 60 tahun tanpa memandang jenis kelamin. Parkinson berawal dari degenerasi atau kemunduran sel-sel pada ganglia basalis, yaitu bagian otak yang berfungsi menghaluskan perintah dan mengatur gerakan. Neurotransmiter utama (penghantar impuls saraf dari satu sel ke yang lain) pada ganglia basalis adalah dopamine.

Karena kemunduran sel pada ganglia basalis, maka produksi dopamine pun menurun. Akibatnya impuls tidak bisa berjalan lancar. Kejadian ini seperti 500 penumpang yang mengantri satu mini bus. Tentu seluruh penumpang itu harus menunggu lama untuk sampai ke tempat tujuan. Begitu pula dengan impuls yang tidak bisa segera dibawa ke otak besar karena kurangnya dopamine mengakibatkan gerakan penderita menjadi lambat.



Penyebab dan Gejala Penyakit Parkinson
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa hal yang mungkin mempengaruhi seperti pasca serangan ensefalitis (infeksi yang menyebabkan peradangan otak), pasca infeksi lain yang merusak otak (sifilis meningofaskuler, tuberculosis, aterosklerosis), toksik dari radikal bebas (karbonmonoksida, karbondisulfida, mangan, siania), tumor otak, trauma pada kepala secara berulang-ulang, dan keturunan.

Gejala khas pada penderita penyakit ini ada tiga yaitu tremor saat tidur, rigiditas (kaku), sulit bergerak (akinetis). Gejala ini akan nampak jika kerusakan neuron (sel saraf) pada ganglia basalis mencapai 80%. Pada awal perjalanan penyakit penderita hanya mengalami tremor saat istirahat dan akan hilang saat bergerak. Namun, lama kelamaan tremor akan semakin sering dan meluas.

Jika awalnya hanya satu tangan, sekarang bisa keduanya bahkan seluruh anggota tubuh. Pada tahap selanjutnya kekakuan otot akan semakin nyata sehingga penderita akan merasa kesulitan untuk menggerakkan anggota tubuhnya dan keseimbangan postur tubuh semakin berkurang. Akibatnya penderita akan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berpakaian, mengancingkan baju, makan, dll. Kekakuan otot juga terjadi pada wajah sehingga penderita akan terlihat tanpa ekspresi, meneteskan air ludah, dan tidak bisa berkedip. Selain itu, penderita juga akan kehilangan refleknya sehingga tidak bisa menyelamatkan diri sendiri dari bahaya.

Penyakit Parkinson

Gambar : fishmael.wikispaces.com

Komplikasi Penyakit Parkinson
Komplikasi yang ditimbulkan penyakit ini adalah kekurangan nutrisi, sulit BAB dan dementia. Kekakuan otot tenggorokan menyebabkan penderita sulit menelan sehiggga asupan nutrisi berkurang, padahal tremor meningkatkan penggunaan energi. Hipoglikemia mungkin saja terjadi jika kebutuhan energi tidak segera dipenuhi sehingga memperparah kerusakan otak. Aktivitas yang sangat kurang menyebabkan penderita sulit buang air besar. Efek lanjut dari penyakit maupun pengobatannya adalah demensia (pikun). Awalnya penderita kesulitan untuk mengartikulasikan pikirannya sehingga berbicara monoton dan gagap, kemudian mulai lupa dengan berbagai hal. Demensia biasa terjadi setelah enam tahun pengobatan.



Perawatan
Hal yang perlu diperhatikan adalah memberikan perawatan secara khusus. Penderita sebaiknya dilatih bergerak secara teratur untuk memperlambat kekakuan otot. Jika tidak dilatih bergerak, akan menghambat kelancaran aliran darah serta menimbulkan rasa sakit luar biasa karena tubuh akan semakin kaku. Penderita tidak mampu mengontrol gerakannya seperti tidak bisa berhenti berjalan, membalikkan arah, atau mengayunkan tangan sehingga mudah terjatuh. Karenanya perlu selalu didampingi. Penggunaan kursi roda akan sangat membantu ketika penderita sudah tidak bias berjalan. Kebanyakan penderita Parkinson mengalami depresi karena keadaannya. Karena itu jaga agar penderita tidak mengalami stress karena akan mempercepat kemunduran sel ganglia basalis.

Perhatikan juga makanannya. Penderita Parkinson harus makan makanan yang lembut dan berserat untuk mempermudah pencernaan. Saat hendak menelan, sebaiknya penderita ditengadahkan agar tidak masuk ke tenggorokan yang bisa menyebabkan gagal napas, meskipun pada tahap lanjut penderita akan mengalami kesulitan bernafas akibat kekakuan otot pernapasan.

Sampai sekarang pengobatan untuk penyembuhan belum ditemukan. Obat-obat yang diberikan hanya berfungsi memperlambat kekakuan otot secara menyeluruh dengan tujuan memperpanjang masa hidup penderita. Biasanya pengobatan dimulai dari dosis yang paling rendah. Obat-obatan memiliki efek samping bagi penderita, jadi sangat penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter dan mematuhi setiap aturan.



loading...
Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOLLOW INFORMASITIPS

ARTIKEL PILIHAN

NEWSLETTER

Dapatkan Informasi dan Tips terbaru langsung ke Email Anda. Masukkan alamat Email Anda di bawah ini, kemudian klik langganan: